Tingginya harga ayam potong ini mengejutkan masyarakat Kota Pekanbaru. Mengingat sebelumnya, harga ayam potong masih berkisar Rp28 ribu sampai Rp30 ribu per kg. ”Sekarang semuanya mahal. Mau tidak mau saya beli ayam separuh badan. Dan beli hati ayam karena harganya yang jauh lebih murah dibandingkan ayam potong utuh,” ujar Mulyati, warga Pekanbaru, kemarin.
Ia berharap harga ayam potong bisa turun mengingat perekonomian masih belum stabil saat ini. ”Semenjak ada MBG lah ayam dan semuanya mahal. Pas MBG libur, murah harga ayam. Kalau bisa pemerintah segera bertindak, jangan dibiarkan terus. Perekonomian masyarakat Pekanbaru saat ini tidak baik-baik saja ditambah harga pangan yang ikut mahal,”ujarnya lagi.
Baca Juga: Honda Modif Contest 2026 Hadir di Mal SKA Pekanbaru, Catat Tanggalnya!
Pedagang ayam potong di Pasar Cik Puan, Pekanbaru, Sri Arisma menjelaskan kenaikan harga ayam potong ini sudah terjadi sejak Juli dan terus naik hingga mencapai harga saat ini. ”Sekarang sudah menyentuh Rp40 ribu per kilogram. Kami pedagang sebenarnya tidak tahu pasti apa penyebab utamanya. Dari distributor harganya memang sudah naik,” ujarnya, Kamis (20/8).
Selain harga yang naik, Sri menyebut jumlah ayam yang diterima dari distributor kini jauh lebih sedikit dibandingkan kondisi sebelumnya. ”Jumlah ayam itu kurang dari tingkat distributor. Habis untuk MBG. Makanya kami biasanya dapat 10, minimal 8 kotak, sekarang dijatah hanya 3 sampai 4 kotak ayam potong,” keluhnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pekanbaru, Yulianis membenarkan harga ayam potong yang kembali naik akibat pasokan ayam dari distributor berkurang. ”Seperti sekarang, lonjakan harga daging ayam cukup signifikan karena mencapai sepuluh ribu per kilogram,” tuturnya.
Baca Juga: Dari Energi hingga Pertambangan, IEE Series 2026 Dorong Industri Lebih Adaptif dan Berkelanjutan
Ia menyebutkan, kondisi ini seiring kembali beroperasinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menyediakan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). ”Faktor lainnya ada kenaikan harga pakan ayam ras, sehingga harga ayam ras di tingkat produsen juga meningkat. Juga dampak antrean bahan bakar minyak jenis Bio Solar yang masih terjadi saat ini,” terangnya.(ayi)
Editor : Arif Oktafian