Pemerintah Targetkan IEU-CEPA Ditandatangani di Bulan Oktober

Tim Redaksi • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 10:22 WIB

 

GRAFIS AIDIL ADRI (JPG)
GRAFIS AIDIL ADRI (JPG)

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pasar Ero­pa bakal semakin ramah bagi produk Indonesia. Pemerintah menargetkan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) ditandatangani Oktober 2026. Salah satu manfaat paling besar dari kesepakatan tersebut adalah penghapusan tarif untuk 90,4 persen pos ekspor Indonesia ke Uni Eropa.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, dokumen IEU-CEPA versi bahasa Inggris kini memasuki tahap akhir penyelesaian. ”Setelah diteken, perjanjian tersebut akan diajukan ke Parlemen Uni Eropa untuk proses ratifikasi,” katanya di Jakarta, Ahad (23/8).

Sementara itu, di Indonesia, implementasi IEU-CEPA akan dilakukan melalui Peraturan Presiden (Perpres) setelah berkonsultasi dengan DPR. Mekanisme tersebut diharapkan membuat proses implementasi berjalan lebih cepat.

Baca Juga: Mobil Listrik Rp200 Jutaan, Tunjang Aktivitas Pekerjaaan hingga Dukung Perjalanan Keluarga

’’Kami melihat IEU-CEPA sebagai game changer untuk memperkuat perdagangan, investasi, diversifikasi rantai pasok, dan ketahanan ekonomi bilateral di kawasan ASEAN dan Indo-Pasifik,’’ imbuhnya.

Melalui perjanjian tersebut, akses produk Indonesia ke pasar Uni Eropa bakal semakin terbuka. Sebanyak 90,4 persen pos tarif ekspor akan langsung menjadi nol persen. Sedangkan 8,37 persen lainnya diturunkan secara bertahap. Peluang tersebut diharapkan mendongkrak ekspor berbagai produk unggulan Indonesia. Mulai sawit, alas kaki, kopi, furnitur, produk pertanian dan perikanan, hingga sektor telekomunikasi.

Tak hanya perdagangan, IEU-CEPA juga diproyeksikan membuka keran investasi Eropa lebih lebar. Airlangga menyebut sejumlah sektor yang berpotensi mendapat limpahan investasi antara lain manufaktur berteknologi tinggi, energi terbarukan, kendaraan listrik (EV), ekonomi digital, dan farmasi.

Baca Juga: Telkomsel Perkuat Jaringan dan Tebar Promo Spesial di Iven Pacu Jalur

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Denis Chaibi menegaskan, komitmen negara-negara anggota Uni Eropa untuk segera menandatangani dan meratifikasi IEU-CEPA. ’’Ratifikasi ini akan memicu minat yang kuat untuk berinvestasi di Indonesia bagi perusahaan-perusahaan Eropa,’’ katanya.

Sementara itu, dunia usaha perlu memastikan berbagai peluang tersebut benar-benar bisa dimanfaatkan. Karena itu, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengusulkan pembentukan . ’’Kami dari Apindo mengusulkan joint task force untuk implementasi di technical level di EU, tapi juga ada yang di country level,’’ ujar Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani.

Menurut dia, pendekatan tersebut penting untuk memetakan peluang di setiap negara anggota Uni Eropa. Sebab, karakteristik dan kebutuhan pasar di masing-masing negara berbeda.(mim/dio/jpg)

 

Editor : Arif Oktafian
perdagangan Indonesia Indonesia-Uni Eropa airlangga hartarto IEU-CEPA