Energi dan Digital Makin Terhubung, IEE Series 2026 Satukan Tiga Sektor Strategis

Ari Iswandi • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 23:20 WIB
Pembukaan Rangkaian Pameran IEE Series - Energy Week 2026 oleh perwakilan asosiasi PJCI, perwakilan exhibitor, dan Lia Indriasari selaku Country General Manager Pamerindo Indonesia di JIExpo Kemayoran, Jakarta (2/9/2026).(Istimewa)
Pembukaan Rangkaian Pameran IEE Series - Energy Week 2026 oleh perwakilan asosiasi PJCI, perwakilan exhibitor, dan Lia Indriasari selaku Country General Manager Pamerindo Indonesia di JIExpo Kemayoran, Jakarta (2/9/2026).(Istimewa)

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kebutuhan energi dan infrastruktur digital yang terus meningkat mendorong industri memperkuat kapasitas, efisiensi, dan keandalan. Kondisi tersebut menjadi latar penyelenggaraan Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series – Energy Week 2026 pada 2–5 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”, ajang ini mempertemukan tiga sektor melalui Electric & Power Indonesia, The Battery Show Indonesia, dan Data Center Asia–Indonesia. Ketiganya menghadirkan teknologi dan solusi kelistrikan, penyimpanan energi, serta infrastruktur digital yang semakin saling berkaitan.

Pameran tahun ini menempati area lebih dari 20.000 meter persegi dan diikuti 451 perusahaan dari 28 negara. Selain itu, terdapat 21 sesi seminar dengan 73 thought leaders serta dukungan 12 asosiasi industri.

Baca Juga: Bagan Barat Tertinggi Kasus DBD dan Malaria di Rohil, Warga Diminta Tingkatkan Kesadaran

Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, Maxmilaan Bruinier, mengatakan penyelenggaraan di Jakarta memperluas ruang kolaborasi lintas sektor.

“Capaian di Surabaya menunjukkan kuatnya kebutuhan industri terhadap platform yang dapat mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dan membuka ruang kolaborasi lintas sektor. Melalui IEE Series - Energy Week di Jakarta, kami memperluas konektivitas tersebut dengan mempertemukan sektor ketenagalistrikan, penyimpanan energi, dan infrastruktur digital dalam satu ekosistem. Kami berharap pertemuan ini dapat mendorong pertukaran pengetahuan dan solusi yang membantu industri meningkatkan efisiensi, memperkuat kapabilitas, dan menciptakan nilai yang lebih besar dalam jangka panjang,” ujar Maxmilaan.

Salah satu pembahasan dalam rangkaian acara adalah pengembangan sistem kelistrikan yang lebih cerdas dan adaptif melalui Symposium Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI). Ketua Umum PJCI, Arsyadany G. Akmalaputri, menilai kebutuhan listrik industri ke depan akan semakin besar dan dinamis.

Baca Juga: Harga Dexlite Naik, Antrean Kendaraan Jalur Biosolar Mengular di Sejumlah SPBU di Pelalawan

“Kebutuhan industri terhadap listrik ke depan tidak hanya akan semakin besar, tetapi juga semakin beragam dan dinamis. Karena itu, pengembangan sistem kelistrikan perlu bergerak menuju sistem yang lebih cerdas, fleksibel, dan mampu mengintegrasikan berbagai sumber energi secara andal. Pengembangan smart grid, integrasi energi terbarukan, serta pemanfaatan teknologi untuk mengoptimalkan pengelolaan energi menjadi semakin penting untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat ketahanan sistem. Dengan demikian, infrastruktur kelistrikan dapat terus mendukung produktivitas dan menciptakan nilai yang lebih besar bagi industri dalam jangka panjang.”

IEE Series – Energy Week 2026 berlangsung hingga 5 September 2026 dengan menghadirkan pameran, seminar, dan aktivitas industri. 

Ajang ini menjadi ruang bagi pelaku usaha, penyedia teknologi, pemerintah, asosiasi, akademisi, dan pengguna akhir untuk bertemu serta mendorong kolaborasi di sektor energi dan infrastruktur digital.

Editor : M. Erizal
IEE Series 2026 energi infrastruktur digital