JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Bagi J&T Express, keberlanjutan bukan hanya soal mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan manfaat bagi masyarakat. Melalui J&T Express Sustainability Impact Program (J&T SIP), perusahaan mengolah seragam kurir yang sudah tidak digunakan menjadi produk baru sekaligus melibatkan perempuan perajin dari komunitas marginal dalam proses produksinya di Jakarta (9/9/2026).
Seragam operasional yang sebelumnya digunakan para kurir untuk melayani pelanggan di berbagai daerah dikumpulkan dan dibersihkan sebelum mendapatkan fungsi baru. Bersama Liberty Society, social enterprise bersertifikasi B Corp, material tersebut kemudian diolah menjadi sejumlah produk seperti pouch, reusable bag, bag charm, dan notebook cover.
Inisiatif ini menjadi salah satu bentuk penerapan prinsip keberlanjutan J&T Express setelah perusahaan menjalankan aktivitas bisnisnya selama 11 tahun. Material yang sebelumnya melekat dengan keseharian kurir kini tidak hanya dimanfaatkan kembali, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam proses penciptaan produk baru.
Baca Juga: Indonesia Masih Mencatat Defisit Perdagangan terhadap Australia
“Sebagai perusahaan logistik, aktivitas kami sehari-hari tidak terlepas dari penggunaan seragam sebagai bagian dari operasional. Ketika masa pakai seragam sudah berakhir, kami melihat adanya kesempatan untuk mengolahnya kembali menjadi sesuatu yang tetap memiliki fungsi dan nilai, daripada berakhir sebagai limbah,” ujar Herline Septia, Brand Manager J&T Express.
Dari proses tersebut, J&T Express berhasil mengolah 146 kilogram limbah tekstil menjadi merchandise kit. Upaya upcycling ini diperkirakan turut menghindari 1,25 ton emisi CO₂e, setara dengan emisi perjalanan mobil berbahan bakar bensin sejauh kurang lebih 5.000 kilometer.
Di sisi lain, kolaborasi dengan Liberty Society memberikan manfaat langsung bagi perempuan perajin dari komunitas marginal. Selama proses produksi, tercipta sekitar 1.488 jam kerja produktif yang memberikan kesempatan ekonomi sekaligus mendukung peningkatan keterampilan para perajin.
Baca Juga: Harga Kelapa Sawit Naik Jadi Rp3.994 per Kg
“Bagi kami, keberlanjutan tidak berhenti pada bagaimana mengurangi limbah, tetapi juga bagaimana menciptakan manfaat yang lebih luas. Karena itu, yang ingin kami ciptakan bukan hanya sekadar produk baru, tetapi juga nilai dan manfaat yang terus berlanjut, termasuk bagi masyarakat yang terlibat dalam prosesnya,” lanjut Herline.
J&T Express melalui J&T SIP pun terus mengeksplorasi berbagai cara untuk menghadirkan keberlanjutan dalam aktivitas perusahaan. Pengolahan seragam menjadi produk baru menjadi salah satu langkah yang mempertemukan dua tujuan sekaligus, yakni mengurangi dampak lingkungan dan menciptakan manfaat sosial.
Dari material yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah, lahir produk dengan fungsi baru dan kesempatan kerja bagi para perajin. Bagi J&T Express, pendekatan tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan dapat dibangun melalui langkah sederhana yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus masyarakat.***
Baca Juga: Pegadaian Pekanbaru Salurkan Bantuan untuk Kelompok Tani
Editor : Edwar Yaman