Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Indonesia Masih Mencatat Defisit Perdagangan terhadap Australia

T
Penulis: Tim Redaksi❯
JOHNI MARTHA. (JPG)
JOHNI MARTHA. (JPG)

Advertisement

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Lima tahun pelaksanaan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) belum sepenuhnya membuat neraca perdagangan kedua negara seimbang. Hingga Juli 2026, Indonesia masih mencatat defisit perdagangan terhadap Australia.

Kondisi tersebut menjadi salah satu sorotan ketika Indonesia dan Australia mulai melakukan  terhadap pelaksanaan IA-CEPA. Evaluasi dilakukan untuk melihat manfaat perjanjian sekaligus mencari ruang penguatan kerja sama ekonomi ke depan.

Advertisement

Data Kementerian Perdagangan menunjukkan ekspor Indonesia ke Australia baru mencapai 2,1 miliar dolar AS. Sementara itu, impor dari Australia mencapai 6,8 miliar dolar AS.

Dengan demikian, nilai impor Indonesia dari Australia lebih dari tiga kali lipat dibandingkan ekspor. Ketimpangan tersebut menjadi persoalan yang ikut dibawa Indonesia dalam proses evaluasi IA-CEPA. ”Indonesia ingin IA-CEPA memberikan manfaat yang semakin besar bagi kedua negara,” ujar Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Johni Martha, Selasa (8/9).

Advertisement

Menurut dia, pengembangan IA-CEPA ke depan tidak cukup hanya diarahkan untuk meningkatkan perdagangan barang. Indonesia juga mendorong penguatan investasi dan perdagangan jasa.

Keterlibatan kedua negara dalam rantai pasok global juga ingin diperluas melalui pendekatan . ”Dengan begitu, kerja sama diharapkan tidak berhenti pada aktivitas ekspor dan impor, tetapi mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar,” imbuhnya.

Dorong Komoditas Bernilai Tambah

Struktur perdaga­ngan menjadi salah satu alasan mengapa ketimpangan tersebut perlu dicermati. Dari sisi ekspor, Indonesia terutama mengirim mesin dan peralatan listrik, mesin dan peralatan mekanik, bahan kimia anorganik, produk besi dan baja, serta alas kaki ke Australia.

Sebaliknya, impor Indonesia didominasi sejumlah komoditas yang dibutuhkan industri dan konsumsi domestik. Di antaranya gandum-ganduman, bahan bakar mineral, bijih dan abu logam, perhiasan serta permata, dan hewan hidup. 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

662 Unit iPhone yang Disita dari Kapal Cepat MV Oceanna 5 Dimusnahkan BC Bengkalis

662 Unit iPhone yang Disita dari Kapal Cepat MV Oceanna 5 Dimusnahkan BC Bengkalis

Sebanyak 662 unit iPhone yang disita dari kapal cepat MV Oceanna 5 dimusnahkan Bea Cukai Bengkalis sebagai tindakan tegas berikan efek jerah

Pemerintah Targetkan IEU-CEPA Ditandatangani di Bulan Oktober

Pemerintah Targetkan IEU-CEPA Ditandatangani di Bulan Oktober

Pemerintah menargetkan IEU-CEPA ditandatangani Oktober 2026, membuka peluang penghapusan tarif 90,4 persen ekspor Indonesia ke Uni Eropa.

700 Pembalap Drag Bike dari Empat Provinsi Adu Cepat di Sirkuit Sport Center Telukkuantan

700 Pembalap Drag Bike dari Empat Provinsi Adu Cepat di Sirkuit Sport Center Telukkuantan

Drag bike hut bhayangkara di sport center telukkuantan, kuansing diikuti 700 pembalap dari empat provinsi di sumatera dimulai 1 agustus 2026

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer