PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Riau (Unri) kembali memperkuat perannya dalam pengembangan ilmu perikanan dan kelautan melalui The 15th International and National Seminar on Fisheries and Marine Science (ISFM XV). Seminar internasional yang digelar bekerja sama dengan Forum Kemitraan Konsorsium Perikanan Tangkap (FK2PT) tersebut berlangsung di Pangeran Hotel Pekanbaru, Senin (7/9/). Mengusung tema “Safeguarding Aquatic Ecosystems towards Sustainable Fisheries and Marine Management for Blue Economy Growth and SDGs,” ISFM XV menjadi ruang pertemuan akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, serta pemangku kepentingan untuk membicarakan masa depan sumber daya perikanan dan kelautan di tengah meningkatnya tekanan terhadap ekosistem perairan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Universitas Riau Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi Dr Ir Sofyan Husein Siregar MPhil yang hadir mewakili Rektor Universitas Riau. Dalam sambutannya, Sofyan menegaskan pentingnya seminar ilmiah seperti ISFM dalam memperkuat jaringan akademik dan kerja sama lintas negara.
Menurutnya, berbagai persoalan di bidang perikanan dan kelautan tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi atau satu disiplin ilmu. Kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi semakin penting untuk menghasilkan solusi yang berbasis ilmu pengetahuan.
Baca Juga: Pemprov Minta Dilibatkan dalam Penghitungan PI WK Rokan
Ketua Panitia ISFM XV Dr Eko Prianto MSi mengatakan, seminar tersebut dirancang sebagai ruang berbagi pengetahuan, hasil penelitian, pengalaman lapangan, hingga gagasan kebijakan dari berbagai disiplin ilmu.
“Seminar ini menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, serta pemangku kepentingan untuk berbagi pengetahuan, hasil penelitian, dan gagasan dalam mendukung pengelolaan sumber daya perikanan dan kelautan yang berkelanjutan,” kata Eko.
Hal ini diperkuat oleh Prof Dr Ir Deni Efizon selaku Wakil Ketua yang menyatakan, luasnya persoalan perikanan dan kelautan membuat pembahasan ISFM XV tidak hanya berfokus pada produksi perikanan, tetapi juga mengangkat persoalan ekologis, teknologi, sosial, ekonomi, hingga kebijakan.
Baca Juga: SHACMAN X5000 Hybrid Dump Truck Masih Jadi Primadona di Mining Indonesia
Ketua FK2PT Prof Dr Budi Wiryawan MSc menyambut baik pelaksanaan ISFM XV 2026 sebagai forum strategis yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, dan pemangku kepentingan.
Ia berharap seminar ini tidak hanya menjadi ruang pertukaran ilmu pengetahuan, tetapi juga melahirkan kolaborasi, rekomendasi, dan inovasi yang dapat diterapkan untuk memperkuat pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan, menjaga ekosistem perairan, serta mendukung pengembangan ekonomi biru dan pencapaian SDGs.
Berbagai topik strategis yang dibahas meliputi perikanan tangkap, akuakultur, bioteknologi kelautan, ekowisata bahari, oseanografi dan iklim laut, ekologi perairan, konservasi keanekaragaman hayati, sosial-ekonomi dan kebijakan perikanan, serta pengelolaan berkelanjutan ekosistem pesisir dan laut.
Baca Juga: Produk MC Group Dilirik Customer di Mining Indonesia 2026
Pada ISFM XV, Dekan FPK UNRI Prof Dr Rifardi menekankan bahwa seminar tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama untuk membangun masa depan perikanan sekaligus menjaga lingkungan agar sumber daya laut tetap tersedia bagi generasi mendatang.(nto/c)
Editor : Arif Oktafian