PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo memberikan penghargaan kepada petani, koperasi, regional, unit pembelian, dan pemasok Tandan Buah Segar (TBS) berprestasi melalui PSR Award 2026 sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya mendorong penguatan perkebunan sawit rakyat sebagai bagian penting industri sawit nasional.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Gala Dinner dan PSR Award 2026 yang digelar di LPP Garden Hotel Yogyakarta, Jumat (11/9) dan dihadiri jajaran manajemen PTPN IV PalmCo, pemerintah, asosiasi petani, serta mitra petani dari Regional I hingga VII.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa menegaskan bahwa kemitraan dengan petani merupakan bagian fundamental dari keberlangsungan operasional perusahaan serta mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan dan energi nasional.
Baca Juga: Harga Ayam dan Cabai Masih Tinggi
”Kami menegaskan komitmen untuk tumbuh bersama petani sawit rakyat melalui kemitraan yang transparan, produktif, saling menguntungkan, dan berkelanjutan,” kata Jatmiko.
Ia menambahkan bahwa hubungan yang terjalin dengan sangat baik antara PalmCo dengan ribuan petani mitra di seluruh penjuru Nusantara ini merupakan bagian kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani, penguatan industri sawit nasional, serta terciptanya nilai tambah berkelanjutan bagi negara dan masyarakat.
Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Heru Tri Widarto mengatakan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) secara nasional telah menunjukkan perkembangan sejak mulai dilaksanakan pada 2016. Hingga kini, Direktorat Jenderal Perkebunan telah menerbitkan rekomendasi teknis (Rekomtek) untuk sekitar 440.000 hektare lahan.
Baca Juga: Bedelau Langsung BRK Syariah, Siswanto Bawa Pulang Honda ADV 160
Namun, realisasi PSR melalui jalur kemitraan masih sekitar 27.000 hektare. Karena itu, diperlukan penguatan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan perkebunan, petani, dan mitra lainnya untuk mempercepat peremajaan tanaman sawit rakyat.
”Sebenarnya PSR itu cukup membanggakan, karena sudah 440.000 hektar rekomtek yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan sejak tahun 2016,” kata Heru.
Untuk itu, dalam kesempatan tersebut ia mendorong PTPN IV PalmCo bersama para pemangku kepentingan memperkuat hubungan dengan petani plasma sekaligus mempercepat penerbitan Rekomtek. Menurutnya, percepatan tersebut penting agar tanaman sawit yang telah memasuki usia tua dapat segera diremajakan menggunakan benih unggul dan menerapkan praktik budidaya yang baik.
Baca Juga: Unri-FK2PT Dorong Kolaborasi Global untuk Perikanan dan Ekonomi Biru Berkelanjutan
Dengan begitu, produktivitas kebun rakyat dan kualitas TBS diharapkan meningkat sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani sekaligus menjaga keberlanjutan industri sawit nasional.
Komisaris Utama PTPN IV PalmCo Desrial mengatakan pekebun rakyat memiliki posisi penting dalam industri sawit nasional. Porsi perkebunan rakyat, menurut dia, mencapai sekitar 41-42 persen dari total perkebunan sawit nasional.
”Jumlah pekebun sawit rakyat ini secara persentase adalah sekitar 41-42 persen sehingga ini merupakan suatu kekuatan yang sangat besar untuk industri sawit nasional kita,” katanya.
Baca Juga: Pemprov Minta Dilibatkan dalam Penghitungan PI WK Rokan
Lebih jauh, Arya Sandhiyudha menjelaskan bahwa Gala Dinner dan PSR Award 2026 merupakan momentum memperkuat serta mempererat hubungan tersebut.
”Pelaksanaan Gala Dinner dan PSR Award PTPN IV PalmCo tahun 2026 yang diselenggarakan di Jogja ini akan menjadi momentum untuk memperkuat dan kebersamaan antara petani sawit rakyat dengan PTPN IV,” ujarnya.(ifr)
Editor : Arif Oktafian