Harga Minyak Global Beri Tekanan Bursa Saham

Tim Redaksi • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 13:27 WIB
HANS KWEE. (JPG)
HANS KWEE. (JPG)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Harga minyak mentah yang masih bertahan di atas 100  dolar AS per barel kembali mengusik kekhawatiran inflasi global. Tekanan harga energi tersebut berpotensi membuat bank sentral mempertahankan atau melanjutkan kebijakan suku bunga tinggi. Kondisi global itu menjadi tekanan pasar saham.

Praktisi pasar modal Hans Kwee mengatakan, kenaikan harga minyak menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati pelaku pasar karena dapat kembali mendorong tekanan inflasi. Di sisi lain, indeks volatilitas CBOE (VIX) mulai turun seiring koreksi harga minyak.

”Ekspektasi pelaku pasar saat ini jauh lebih hawkish dibandingkan proyeksi bank sentral AS. Federal Reserve (The Fed) memproyeksikan satu kali kenaikan suku bunga acuan (Federal Funds Rate/FFR) lagi pada 2026 dan mempertahankannya pada 2027. Pelaku pasar memperkirakan FFR lebih dari satu kenaikan tambahan tahun ini dan sekitar tiga kenaikan lagi hingga akhir 2027,” kata Hans, Ahad (20/9).

Baca Juga: Perbanyak Peluang Ekspor Bisa Datangkan Investasi

Tekanan inflasi berbasis energi juga memengaruhi kebijakan bank sentral. Harga minyak sempat terkoreksi setelah muncul tanda-tanda perbaikan pasokan di Arab Saudi. Namun, harganya tetap berada di level tinggi dan menjadi sumber tekanan inflasi global. 

BI Jaga Stabilitas Rupiah

Untuk pasar domestik, Hans memperkirakan Bank Indonesia (BI) masih mempertahankan suku bunga acuan dalam pertemuan pekan ini. Namun, ruang kenaikan tetap terbuka apabila tekanan terhadap rupiah dan arus modal keluar berlanjut.

Baca Juga: Rupiah Berpotensi Tertekan hingga Rp18.000 per Dolar AS

”Kenaikan BI-rate sebesar 25 basis poin berpeluang terjadi apabila sejumlah tekanan muncul bersamaan. Di antaranya The Fed kembali menaikkan bunga, harga minyak bertahan di atas 100 dolar AS per barel, dolar AS menguat, serta rupiah terus mengalami tekanan,” paparnya.

Hans juga memperkirakan IHSGberpeluang bergerak konsolidasi dengan level support 6.371–6.230 dan resistance 6.552–6.707.(mim/dio/jpg)

Editor : Arif Oktafian
Harga Minyak Global ihsg pasar saham