Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perang Picu Lonjakan Harga Minyak

T
Penulis: Tim Redaksi❯
Rumah warga sipil rusak berat akibat serangan Amerika Serikat di wilayah Kabupaten Sirik, Provinsi Hormozgan, Iran, Rabu (2/9/2026). (AFP)
Rumah warga sipil rusak berat akibat serangan Amerika Serikat di wilayah Kabupaten Sirik, Provinsi Hormozgan, Iran, Rabu (2/9/2026). (AFP)

Advertisement

 

TEHERAN (RIAUPOS.CO) - Eskalasi militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meletus setelah gelombang serangan udara Washington dilaporkan menghantam warga sipil, yang segera dibalas Teheran dengan membombardir sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah. 

Bentrokan terbuka ini langsung berdampak fatal pada rantai pasok energi global di Selat Hormuz. Jalur distribusi strategis tersebut ditutup secara efektif oleh Iran setelah dua kapal tanker dilaporkan terkena sera­ngan. Imbasnya, harga mi­nyak mentah global langsung melonjak tajam.

Advertisement

Mengutip Investing.com, Rabu (2/9), kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman November naik 5 persen menjadi 95,05 dolar Amerika Serikat (AS) per barel. Sementara itu, kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Oktober melonjak 5,7 persen menjadi 90,68 dolas AS per barel.

Kenaikan tersebut membawa harga minyak dunia kembali menuju ke level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Adapun harga minyak dunia tertinggi tahun ini tercipta pada akhir April 2026 yang menyentuh level di atas 126 dolar AS per barel imbas eskalasi konflik Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz.

Advertisement

Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf mengancam akan memblokade total pasokan energi kawasan jika Washington terus meningkatkan agresi. “Jika musuh ingin kita tidak mengekspor minyak dari Teluk Persia, maka tidak seorang pun akan mampu mengekspor minyak,” tegas Qalibaf.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan pihaknya siap merespons setiap pelanggaran kesepakatan yang dilakukan AS. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi pembalasan dalam skala yang jauh lebih masif jika terus melancarkan serangan terhadap aset-aset militer Amerika.

Bulan Sabit Merah Iran melaporkan serangan udara AS di Kota Kuhestak menewaskan empat orang, termasuk seorang anak-anak, serta melukai lebih dari 50 orang. Pecahan peluru menghantam sebuah rumah warga yang tengah menggelar perayaan pernikahan.

Juru Bicara Komando Pusat AS (CentCom), Kapten Tim Hawkins, membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa militer AS tidak pernah menargetkan warga sipil. 

Washington berdalih operasi udara tersebut murni menyasar infrastruktur Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyusul ancaman terhadap kapal komersial dan personel militer mereka.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

75 Persen Rudal dan Drone Iran Masih Utuh dan Siap untuk Perang Panjang, Trump: Cuma 22 Persen

75 Persen Rudal dan Drone Iran Masih Utuh dan Siap untuk Perang Panjang, Trump: Cuma 22 Persen

Presiden AS Donald Trump menyebut Taheran hanya punya 22 persen rudal. Namun Iran mengklaim punya 75 persen dan siap untuk perang panjang

AS Tembak Tanker di Selat Hormuz, Iran Ancam Perang Bakal Meluas

AS Tembak Tanker di Selat Hormuz, Iran Ancam Perang Bakal Meluas

AS menyerang tanker di Selat Hormuz, Iran membalas dengan serangan pangkalan militer dan memperingatkan perang meluas.

Rudal Iran Hantam Pusat Intelijen AS di Teluk dan Irak

Rudal Iran Hantam Pusat Intelijen AS di Teluk dan Irak

IRGC Iran klaim rudal mereka hantam pusat intelijen AS di Teluk dan Irak, serta pastikan Selat Hormuz akan tetap ditutup ketat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer