PHR Optimalkan Lagi Lapangan Idle

Henny Elyati • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 12:06 WIB
Rig yang beroperasi di Sumur RECO#4  di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, baru-baru ini. (phr untuk riau pos)
Rig yang beroperasi di Sumur RECO#4 di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, baru-baru ini. (phr untuk riau pos)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Upaya PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengoptimalkan kembali potensi lapangan-lapangan yang sebelumnya berstatus idle membuahkan hasil.

Melalui pengeboran sumur infill RECO#4 di Lapangan Reco, Wilayah Kerja (WK) Rokan, PHR berhasil menambah produksi minyak sebesar 1.528 Barel Oil per Day (BOPD) berdasarkan hasil pengu­jian awal, dengan water cut 0 persen.

Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari strategi PHR dalam menjaga dan meningkatkan produksi minyak melalui optimalisasi aset yang telah ada.

Baca Juga: Risiko AI Meningkat, BI Perkuat Keamanan Sistem Keuangan Digital

Lapangan Reco sebelumnya berstatus idle dan kini kembali dikembangkan berdasarkan hasil kajian serta evaluasi terbaru terhadap potensi sumber daya yang masih dapat diproduksikan.

General Manager Zona Rokan PHR Andre Wijanarko, mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari sinergi berbagai aspek dalam kegiatan operasi, mulai dari kajian subsurface, perencanaan pengeboran, penerapan teknologi, hingga pelaksanaan di la­pangan.

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa optimalisasi aset yang telah ada dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi. PHR akan terus mendorong penerapan teknologi, inovasi, serta penguatan kerja sama seluruh tim untuk mengembangkan potensi yang ada secara aman, efektif, dan efisien,” ujar Andre.

Baca Juga: Antre 4 Jam hingga Menginap untuk Dapatkan Solar

Secara administrasi, pengeboran sumur RECO#4 dilaksanakan melalui Mekanisme Surat Edaran Percepatan Produksi SKK Migas. Mekanisme tersebut mendukung percepatan pelaksanaan kegiatan pengeboran yang memiliki potensi memberikan tambahan produksi.

Keberhasilan pengeboran RECO#4 berawal dari studi subsurface terbaru yang dilakukan PHR untuk mengevaluasi kembali potensi lapangan-lapangan yang telah berstatus idle. Berdasarkan hasil kajian tersebut, RECO#4 dirancang sebagai sumur infill berarah (directional well) dengan konfigurasi J-Type, yang menargetkan reservoir batupasir Pematang.

Dalam pelaksanaan pengeboran, PHR juga menerapkan teknologi real-time geosteering secara mandiri untuk mengendalikan dan mengoptimalkan lintasan sumur agar tetap berada pada zona target reservoir. Penerapan teknologi tersebut memungkinkan tim pengeboran melakukan evaluasi kondisi bawah permukaan secara real time selama operasi berlangsung, sehingga lintasan sumur dapat disesuaikan terhadap posisi target reservoir.

Baca Juga: Wako Agung Tuntaskan Utang Rp470 M di Tengah Tekanan Fiskal, Ekonomi Tumbuh 7,39 Persen

Setelah berhasil diproduksikan, minyak dari Sumur RECO#4 dialirkan menuju Gathering Station PAGER (PAGER GS) untuk selanjutnya diproses bersama produksi dari fasilitas yang terintegrasi di wilayah tersebut.

Keberhasilan RECO#4 menjadi salah satu kontribusi nyata PHR dalam menjaga dan meningkatkan produksi minyak melalui optimalisasi aset yang telah ada. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya integrasi antara kajian subsurface, perencanaan pengeboran, penerapan teknologi, dan eksekusi operasi dalam menghasilkan tambahan produksi secara efektif dan efisien.

Laporan HENNY ELYATI, Pekanbaru

Editor : Arif Oktafian
PHR minyak Pertamina Hulu Rokan