Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Genangan Air Diberdayakan Jadi Kolam Pancing

Redaksi • Kamis, 14 November 2013 | 10:24 WIB
Kondisi Jalan Hang Tuah Ujung Kecamatan Tenayan Raya, selalu tergenang setelah hujan lebat mengguyur Kota Pekanbaru. Meski sudah sering tergenang dengan kedalaman lebih dari 30 centimeter, namun belum ada upaya dari pihak terkait mengatasi banjir genangan air di Jalan Hang Tuah Ujung ini.

LISMAR SUMIRAT, Pekanbaru

Panjangnya antrean di Jalan Hang Tuah Ujung membuat sejumlah pengendara harus bersabar sembari bergerak pelan. Mereka sadar, meskipun membunyikan klakson berkali-kali, hal tersebut tidak akan membuat kemacetan terurai, Rabu (13/11) pukul 10.00 WIB.

Bosan menunggu, Riau Pos pun berusaha merangsek masuk di antara puluhan mobil dan truk yang antre.

Baru beberapa meter bergerak, Riau Pos kaget melihat air keruh menghadang sepanjang lebih dari 50 meter di badan Jalan Hang Tuah.

Namun, banjir yang menghadang tidak menghalangi Riau Pos untuk melintas. Sepasang sepatupun terpaksa dicopot agar tidak basah. Tetapi hal ini belum cukup, sehingga celana jeans terpaksa dilipat hingga di atas lutut.

Beberapa menit kemudian, roda depan sepeda motor yang Riau Pos kendarai, mulai membelah genangan air.

Sesekali harus berkendara zik-zak antara mobil-mobil yang melaju pelan. ‘’Kok berkendara di kolam ikan, basah kan jadinya,’’ ujar seorang warga, membuyarkan konsentrasi saat berkendara.

Setelah diperhatikan, ternyata warga yang menyapa tadi sedang memegang sebuah joran lengkap dengan tali dan mata kail. ‘’Horeee, dapat ikan gabus, lumayan untuk makan siang,’’ ujarnya sambil mengangkat joran. Ternyata ikan gabus selebar tiga jari sudah menempel diujung tali pancing.

Merasa penasaran, Riau Pos kemudian memarkirkan kendaraan ke sebelah Selatan badan jalan yang tidak tergenang air. ‘’Mau ikutan mancing? Lumayan ikannya besar-besar,’’ ajak salah seorang pemancing yang mengaku bernama Sandi (42).

Pria yang mengenakan baju kaos berkerah warna abu-abu putih ini, ditemani tiga orang warga lainnya, salah satunya Ruli (20). Sedangkan dua lainnya tidak sempat berkenalan dengan Riau Pos, karena keburu pergi untuk melanjutkan rutinitas.

‘’Tadi pagi ada seorang ibu yang membonceng anak-anaknya yang masih kecil. Karena tidak paham kondisi jalan tiba-tiba terpesosok kedalam lubang. Semuanya jatuh dan basah. Untung tidak cidera parah,’’ terang Sandi.

Agar tidak terulang kejadian serupa, Sandi bersama teman-temannya kemudian mengatur dan mengarahkan kendaraan yang melintas di jalan yang tergenang.

‘’Agar tidak bosan, iapun mengambil joran, seolah-olah sedang memancing. Sehingga membuat pengendara yang melintas tersenyum melihat ulah mereka.

‘’Mari kita memancing gratis hari ini, lumayan untuk makan siang. Gratis-gratis,’’ teriaknya sambil menggerak-gerakkan joran. Sehingga ikan mati yang ada diujung tali pancing, seolah-olah menggelepar.

Sementara itu, saluran drainase yang dibuat Dinas Pekerjaan Umum Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu, belum kelihatan hasilnya.

‘’Kalau ditindaklanjuti tentu bisa mengatasi banjir. Tapi ini hanya segitu saja, tanpa mampu mengurangi genangan air,’’ keluh Ruli.

Di sisi Selatan, beberapa ruko kemasukan air. Kondisi terparah terjadi, Rabu dini hari. Ketinggian air melebihi mata kaki orang dewasa. ‘’Iya, tadi malam air masuk ke dalam ruko,’’ ujar Johan (28), penghuni salah satu toko tersebut.

Meski air sudah surut, namun ombak yang terjadi karena kendaraan melintas masih mencapai lantai ruko. Kerikil dan pasir juga ikut terbawa aur shingga ke teras ruko tersebut.(*4/rnl) Editor : RP Redaksi
#Jalan Hang Tuah