Event lampu colok Ramadan ini digelar di Kecamatan Siak. Ada enam kampung atau desa dan dua kelurahan yang menjadi peserta iven. Enam kampung itu adalah, Buantan Besar, Langkai, Merempan Hulu, Rawang Air Putih, Suak Lanjut, dan Tumang. Sementara untuk kelurahan, ada Kelurahan Kampung Dalam, dan Kelurahan Kampung Rempak.
Laporan MONANG LUBIS, Siak
Semangat warga untuk menampilkan desain lampu colok dengan dua bahkan tiga dimensi agar terlihat lebih hidup dan lebih nyata terlihat di sejumlah lapangan di Kecamatan Siak.
Warga Kampung Dalam membuat lampu colok di Jalan Raja Kecik, di samping MTsN, sementara warga Kelurahan Kampung Rempak membuatnya di lapangan Jalan Kwalian tak jauh dari masjid. Sedangkan untuk Kampung Langkai, warganya membuat lampu colok di lapangan sepakbola samping pesantren.
Penghulu Kampung Langkai Sugeng Purwadi mengaku senang dengan hasil kreativitas warganya, terutama para pemuda. Penghulu Sugeng mengatakan, mendukung sepenuhnya apa yang dilakukan warganya jika itu hal yang positif dan mengangkat nama kampung.
Baca Juga: Musim Hujan Ekonomi Warga Lumpuh, Melihat Akses Jalan di Kampung Bata di Pinggiran Kota
“Saya bersama warga bersama sama menempelkan desain lampu colok yang kami buat tiga dimensi ini,” sebut Sugeng Purwadi, Rabu (27/3) malam.
Warga yang sebagian besar pemuda berkumpul di lapangan setelah Salat Tarawih. Lalu bersama sama menempelkan desain masjid, sehingga terlihat begitu nyata dan hidup. “Kami mempersiapkannya dengan sepenuh hati. Mulai mencari kayu, botol dan kaleng minuman untuk lampu colok, minyak, serta mengundang arsitek dikerjakan secara gotong royong,” katanya.
Secara khusus dia mengucapkan terima kasih kepada Ketua Karang Taruna Kampung Langkai ananda Agung, yang telah mengakomodir teman-teman dan adik adiknya untuk aktif, peduli terhadap kampung, mulai dari mencari kayu untuk tiang tiang, sampaj jadi seperti ini.
“Usaha tak akan mengkhianati hasil, dan itu kini terlihat. Terima kasih atas kerja kerasnya,” sebut Penghulu Sugeng Purwadi.
Baca Juga: Dari Penangkapan Pelaku Pencurian Toko Ponsel di Pekanbaru: Jual Hasil Curian selama Pelarian, Ditangkap di Aceh
Sementara Agung yang mendapatkan pujian dari Penghulu Sugeng merasa terharu. Sebab apa yang dia lakukan bersama teman temannya sebagai bentuk kecintaan terhadap kampung. “Kami bersatu, dengan penuh semangat merancang dan ikut iven ini, sebagai upaya melestarikan khazanah budaya Melayu agar tetap terjaga,” ucap Agung.
Agung berharap, apa yang dia perjuangkan bersama rekan dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan meraih prestasi pada 27 Ramadan mendatang. “Kebersamaan dan gotong royong adalah kami, prestasi adalah bonus dari membumikan budaya Melayu ini,” ucap Agung.***