Residivis yang baru bebas tapi sudah tiga kali melakukan pencurian dengan pemberatan (curat), Mario alias Rio Rambo (39) roboh diterjang timah panas pada Jumat (24/5) malam lalu. Dia lari, melukai petugas dan mengancam keselamatan pengguna jalan lain.
Laporan HENDRAWAN KARIMAN, Kota
Sebelum terjadi aksi kejar-kejar dengan Tim Resmob Jembalang Polresta Pekanbaru pada malam naas itu, Rambo teridentifikasi sebagai pelaku tiga kasus curat di tiga TKP. Selain Laporan Polisi (LP) di Satreskrim, ada dua lagi LP di Polsek Rumbai terkait kejahatan yang sama.
Maka sah, Rambo masuk target operasi dari buron. Tim Resmob Jembalang yang dipimpin Kanit Jatanras Iptu Rhenaldy kemudian berhasil melajar pelaku yang berada di Jalan Ahmad Dahlan, Kecamatan Sukajadi, Jumat (24/5) itu.
Atas lampu hijau dari Kasat Reskrim Kompol Bery Juana Putra, tim memulai perburuan dengan upaya penyergapan pada pukul 19.00 WIB malam itu. Ternyata Rambo, sebagai residivis, sudah waspada dan tidak mudah ditangkap. Dengan mengendarai mobil jenis minibus, dia lari dari kejaran polisi.
Bahkan Rambo nekad menabrak mobil operasional Tim Resmob, kemudian menabrak buser senior hingga terkapar. Bukannya berhenti, Rambo yang berkendara seorang diri memacu laju mobil di Jalan Ahmad Dahlan menuju persimpangan Jalan l Ahmad Yani. Disinilah dia menabrak seorang pengendara motor.
”Seperti yang terekam kamera warga dan viral, yang motornya terseret jauh, itu warga mengalami luka cukup parah, mendapat 20 jahitan,” kata Kasat Reskrim, Ahad (26/5).
Setelah menabrak hingga motor yang ditabraknya terseret belasan meter, Rambo terus kabur. Perburuan polisi sampai ke Jalan Jenderal Sudirman yang sempat membuat suasana horor. Polisi menembak ban belakang mobil itu tapi pelaku tidak menurunkan gas mobilnya.
Pelaku ugal-ugalan di tengah macetnya Jalan Jenderal Sudirman hingga menabrak dua mobil lagi sebelum menabrak trotoar. Akhirnya mobil itu terjebak macet di seberang rumah dekat bundaran Jalan Sudirman. Tim Resmob sigap mengeluarkan tiga kali tembakan peringatan ke udara.
Bukannya keluar, Rambo menolak menyerah bahkan tidak mau membuka pintu mobilnya yang sudah mengalami banyak kerusakan itu. Sudah terdesak dirinya tetap berupaya lari di lalu lintas padat itu.
”Dia tetap tidak mau keluar hingga anggota sesuai prosedur mengambil tindakan tegas terukur, menembak kaca samping (dekat tempat duduk sopir, red) mobil. Kaca pecah, baru dia dapat diamankan,” kata Kasat Reskrim.
Saat mengamankan pelaku, petugas melihat darah di punggung dan perut Rambo. Ia lalu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda. Namun Rambo dinyatakan sudah meninggal dunia di tempat saat divisum luar oleh petugas rumah sakit.
Kompol Bery menjelaskan, Rambo teridentifikasi dengan meyakinkan telah melakukan curat di tiga tempat kejadian perkara (TKP). Bahkan salah satu aksinya viral di media sosial karena terekam CCTV.
Hal itu terbukti, saat mobil digeledah, polisi menemukan sejumlah sebo, satu unit linggis yang diduga kuat digunakan pelaku saat beraksi membongkar rumah dan toko sasarannya. ”Kami juga menemukan dua paket sabu, salah satunya di dalam saku celana yang dipakainya. Selain itu ada sejumlah uang tunai,” kata Bery.
Polisi saat ini masih mendalami kepemilikan mobil yang pada malam kejadian diamankan di Polsek Bukit Raya. Yang jelas, Rambo dalam beraksi tidak sendiri.
”Tidak sendiri, satu orang pelaku masih kita buru. Pada kesempatan itu kita memperingatkan kepada pelaku kejahatan, Pekanbaru bukan tempat aman bagi kalian, akan kami buru semua sampai dapat,” tegas mantan Kasat Reskrim Kampar dan Bulukumba ini.
Kompol Bery tidak main-main dengan ucapannya. Pada sejumlah kasus, pencurian bahkan pemerasan para pelaku dikejar. Bahkan Tim Resmob Jembalang pernah memburu pelaku kejahatan hingga ke Kota Makassar pada September tahun lalu.
Selamat Setelah Dapat 20 Jahitan
Sementara itu, korban yang ditabrak Rambo adalah pria lanjut usia (lansia) 62 tahun bernama Zulnaidi. Sepeda motornya terseret belasan meter usai ditabrak di Jalan Ahmad Dahlan, Jumat (24/5).
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bery Juana Putra memastikan Zulnaidi selamat. Pada Sabtu (25/5) dini hari, Kompol Bery bersama anggota langsung menjenguk korban di rumahnya. Namun kondisinya cukup memprihatinkan.
”Korban bernama Zulnaidi selamat, tapi mendapat 20 jahitan pada bagian kaki. Beliau juga sempat muntah-muntah karena sempat mengalami benturan di kepala saat jatuh ditabrak pelaku,” sebut jebolan Akpol 2009 ini pada Ahad (26/5).
Kompol Bery memastikan, seluruh biaya perawatan hingga kerusakan motornya ditanggung Polresta Pekanbaru. Pria asal Kampar ini berharap korban cepat sembuh.
Korban lainnya dari aksi ugal-ugalan Rambo yang berakhir diterjang timah panas itu, adalah seorang polisi senior Aiptu Edy.
Semula Kang Edy, demikian dirinya dikenal di kalangan wartawan, sempat harus menjalani ronsen karena kepalanya terbentur usai ditabrak mobil yang dikendarai Rambo. Bersyukur, Kang Edy hanya mengalami luka ringan.
”Memang kondisi Aiptu Edy mengalami luka di bagian tangan usai terpental ditabrak pelaku. Dia langsung pulang ke rumahnya usai sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara,” kata Kompol Bery.
Kang Edy, yang merupakan polisi berprestasi dan merupakan Anggota Tim Resmob Jembalang Satreskrim Polresta Pekanbaru paling senior, awalnya menghadang Rambo yang lari dari kejaraan polisi dengan motornya. Bukannya berhenti, pelaku malah menabrak Kang Edy.***
Editor : Rindra Yasin