Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Dari Simulasi Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla: Pentingnya Setiap Individu Mampu Menggunakan Alat Pemadam

Monang Lubis • Rabu, 10 Juli 2024 | 11:37 WIB
Simulasi penanggulangan karhutla bersama Polri, PT KTU dan masyarakat di Lapangan PT KTU, Desa Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Senin (8/7/2024).
Simulasi penanggulangan karhutla bersama Polri, PT KTU dan masyarakat di Lapangan PT KTU, Desa Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Senin (8/7/2024).

Semangat mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah dikenalkan sejak dini kepada pelajar dan masyarakat. Hal ini dilakukan untuk membangun kesadaran agar tidak membakar saat membersihkan kebun, atau sedang berada di hutan maupun belukar.

Laporan MONANG LUBIS, Siak

SIMULASI cegah karhutla dilakukan Polsek Koto Gasib bersama PT Kimia Tirta Utama (KTU), yang memang sudah memiliki peralatan yang lengkap untuk mencegah karhutla. Bahkan perusahaan perkebunan itu sudah memiliki tim sendiri yang diberi nama Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (TKTD) dipimpin Asisten Fire.

Bermitra dengan perusahaan yang konsen cegah karhutla tentu membawa semangat bagi Kapolsek Koto Gasib Iptu Budiman S Dalimunte.

Simulasi dilakukan mulai dari mendengar kabar ada api di kebun, lalu gerak cepat memberikan informasi, serta berangkat ke lokasi dengan peralatan lengkap, sekaligus menggunakan kelengkapan diri, berupa baju, sepatu, helm dan masker.

“Kami ingin membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dari karhutla,” kata Kapolsek Koto Gasib.

Dengan simulasi ini, masyarakat belajar memegang nozzle dan mengendalikan air, sehingga air bisa tepat diarahkan ke api yang membara.

Tentu saja simulasi ini besar manfaatnya, sekaligus menjadi motivasi untuk terus bersama menjaga lingkungan. Hal ini memang mesti dilakukan secara terpadu dan semangat yang sama.

Sebagai penyelenggara, Administratur (ADM) PT KTU Teddy Yohendra Siregar mengaku senang tingginya semangat dan respon pelajar dan masyarakat. Artinya sejalan apa yang menjadi keinginan pihaknya yang memang konsen terhadap pencegahan karhutla.

“Makanya kami menyiapkan dua unit mobil pemadam, tiga regu tim terdiri dari 45 orang, ministrike sembilan unit, drone satu unit, menara pantau api lima unit, dan peralatan memadamkan api lainnya,” terangnya.

Dengan simulasi ini, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.  “Simulasi ini sekaligus menjadi komitmen kami dalam menjaga berkelanjutan  dan bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ucapnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan sinergisitas antara PT KTU, pihak keamanan, dan masyarakat sekitar dapat terus terjalin dengan baik dalam upaya pencegahan dan penanggulangan.

Asisten PT KTU Hendra Novianto, membuka diri untuk memberikan pelatihan teknis pemadaman karhutla, termasuk di tempat yang sulit sekalipun.

“Kami juga dapat menjalin kemitraan, termasuk dengan masyarakat dalam mengoperasikan drone dan teknis pemadaman yang memang setiap individu mampu melakukannya,” sebutnya.***

Editor : RP Arif Oktafian
#pt kimia tirta utama #cegah karhutla #karhutla #Simulasi cegah karhutla