Sebelum sidang kabinet, para menteri sempat reriungan santai sambil ngguyoni Menteri Investasi Bahlil Lahadalia yang santer disebut menjadi salah satu calon pengganti Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Celetuk Sri Mulyani, ”Tadi malam (Pak Bahlil) bilang suara saya saja dia ambil.”
Laporan FERLYNDA PUTRI, Penajam Panser Utama
MOBIL yang membawa rombongan menteri datang, Senin (12/8) pagi sekitar pukul 07.00 di Embung MBH yang berfungsi untuk konversi air di Ibu Kota Nusantara (IKN). Para pejabat yang bersiap mengikuti sidang kabinet pertama di ibu kota baru tersebut mengambil singkong dan jagung rebus, lalu duduk di kursi yang membelakangi embung itu.
Teh dan kopi jadi teman menghangatkan lambung. Namun, ada yang jauh lebih hangat: guyonan ”tepi jurang” para menteri kepada kolega mereka, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.
Bahlil dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memang tengah jadi buah bibir terkait dinamika di Partai Golkar. ”Pak Airlangga, ngobrol, Pak. Soalnya, kalau ada Pak Airlangga, kita difoto wartawan,” celetuk Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Airlangga lantas membawa kursi dan duduk di meja bundar di antara Ani, sapaan Sri Mulyani, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Di meja yang sama, sebelumnya sudah ada Menkes Budi Gunadi, Menkum HAM Yasonna Laoly, Mendagri Tito Karnavian, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Menko Polhukam Hadi Tjahjanto.
Celetukan Ani tersebut mendorong para menteri lain untuk merapat. Bahlil pun tergopoh dengan membawa kursi, lalu meletakkan di samping Menkes. ”Kursinya Pak Kapolri saja diambil sama Pak Bahlil,” kelakar Airlangga yang baru saja mengundurkan diri sebagai Ketua Umum Golkar seraya tergelak.
Para menteri lain pun menyambut dengan tawa, termasuk Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang berdiri di belakang kursi tempat para menteri meriung. ”Masuk barang itu,” kata Bahlil menimpali.
Ganti Ani yang turut ”me-roasting” Bahlil. ”Tadi malam (Pak Bahlil) bilang suara saya saja dia diambil,” ucap Ani. Suasana kembali geerr. Ani memang sedang kehilangan suara dalam arti sebenarnya. Suaranya serak, tanda tengah kurang fit kondisinya.
Bahlil tidak bisa membalas. Dia hanya mengulang jawaban sebelumnya. Giliran Menaker Ida Fauziyah bersuara. ”Pak Bahlil tidak perlu kursi,” ujarnya. “Umpan lambung” dari Ida lalu ditangkap Basuki Hadimuljono, menteri PUPR. ”Sudah punya kursi sendiri,” tuturnya.
Bahlil kali ini tidak pasrah. Dia pun menangkis guyonan tepi jurang para koleganya itu. ”Kalau kita (saya, red) kursinya spesial. Kalau tidak ada, kita kasi,” jawabnya.
Meski saling lempar guyonan menyindir, para menteri tetap terlihat kompak. Sebelumnya Bahlil dan Airlangga juga tampak bicara serius. Keduanya meninggalkan rombongan menteri yang asyik sarapan. Wajah keduanya terlihat kaku.
Airlangga dan Bahlil jadi lakon karena kaitannya dengan Golkar. Sebelumnya Airlangga mengumumkan mundur dari Ketua Umum Golkar. Isu yang beredar, Bahlil sudah minta restu kepada Jusuf Kalla sebagai senior partai beringin itu. Bahlil menjadi salah satu nama yang mengapung sebagai calon pengganti Airlangga.
Bahlil mengaku hubungannya dengan Airlangga baik-baik saja. ”Saya sama dia sahabat baik. Kami biasa saja, ngomong soal kerjaan,” ujarnya seusai sidang kabinet paripurna. Bahlil juga mengaku tidak tahu dengan permasalahan Golkar dan hiruk pikuk mundurnya Airlangga.
Di lain sisi, Airlangga enggan berkomentar. Seusai sidang, dia sebenarnya dijadwalkan konferensi pers. Namun, menteri kelahiran Surabaya 61 tahun silam itu langsung pergi.
Di sisi lain, Ridwan Kamil yang merupakan calon gubernur yang diusung Golkar untuk maju ke pemilihan Gubernur Jakarta turut berkomentar tentang dinamika di partainya. ”Saya juga menyimak seperti yang media simak. Seperti yang disampaikan Pak Airlangga saja dan itu dinamika kepartaian yang lazim dan rutin,” ujarnya.
RK, sapaan akrab Ridwan Kamil, juga optimistis dinamika itu tidak mengganggu pencalonannya di Jakarta. Dia menyebut Golkar sebagai partai besar. ”Tidak tergantung individu,” ucapnya.(*/c9/ttg/jpg)
Editor : RP Arif Oktafian