Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Cerita Ibu Empat Anak Jual Sabu di Jalan Pangeran Hidayat, Pernah Beromzet Rp120 Juta, Minta Semua Pengedar Bertaubat

Afiat Ananda • Selasa, 13 Agustus 2024 | 11:24 WIB
MENANGIS: Tersangka DGS menangis saat diinterogasi petugas dari Ditresnarkoba Polda Riau, Senin (12/8/2024).
MENANGIS: Tersangka DGS menangis saat diinterogasi petugas dari Ditresnarkoba Polda Riau, Senin (12/8/2024).

Direktorat Reserse Narkoba mengungkap rantai pengedar sabu di Jalan Pangeran Hidayat, Kota Pekanbaru. Empat orang ditangkap bersama 25 paket siap edar. Salah satunya ibu empat orang anak berinisial DGS (40). 

Laporan AFIAT ANANDA, Pekanbaru

DGS tampak terisak ketika diinterogasi petugas Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau, Senin (12/8). DGS merupakan salah satu kepala dagang narkotika jenis sabu di Jalan Pangeran Hidayat. 

Awalnya, tim dari Kombes Pol Manang Soebeti menangkap dua orang. Yakni RS (19) dan FB (18) pada Jumat (2/8) lalu. Dari tangan keduanya, petugas berhasil mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 25 paket berukuran kecil. 

Dari pengembangan, RS dan FB mengaku mendapat paket sabu untuk dijual di Panger dari seseorang bernama RM.

Setelah RM tertangkap, barulah Dona berhasil diamankan. Kata Dirnarkoba Polda Riau Kombes Pol Manang Soebeti, Dona dibekuk usai pulang dugem pada malam setelah RS dan FB diamankan. 

Saat diwawancarai, Dona sempat meneteskan air mata. Pengakuannya, ia sangat menyesal karena telah tejerumus dalam peredaran gelap narkotika selama kurang dari satu tahun belakangan. Ia juga mengaku terpaksa menjual sabu lantaran sang suami sakit.

“Suami sakit, saya harus menghidupi empat orang anak saya. Saya terpaksa berjualan seperti ini,” ujar Dona.

Ia kemudian bercerita, 1 ons sabu atau 100 gram dibeli dengan harga Rp35 juta. Dari 100 gram ini bisa dijadikan 1.200 paket kecil. Di mana paket kecil ini dijual seharga Rp100 ribu perpaketnya. Sehingga bila ditotal, ia bisa mendapat omzet Rp120 juta untuk 1 ons sabu.

“Waktu itu pernah beli cash segaris (100 gram). Pernah (langsung terjual) tapi hanya sekali. Kalau rata-rata omzet perhari, ya cukuplah untuk membiayai hidup empat orang anak saya,” sambung Dona bercerita.

Setelah tertangkap, Dona mengaku sangat menyesal. Bahkan anaknya yang paling kecil selalu menanyakan keberadaannya. Hal itulah yang membuat dirinya semakin merasa bersalah. Apalagi, putera sulungnya kini sudah beranjak dewasa. Ia juga sempat khawatir apabila anaknya terjerumus narkoba.

“Anak saya paling besar itu laki-laki. Tapi Alhamdulillah tidak merokok tidak aneh-aneh. Saya takut juga anak saya terjerumus (narkoba). Saya ikhlas, saya ikhlas sekarang menghadapi konsekuensi pekerjaan saya kemarin,” tuturnya.

Kepada para bandar yang masih berjualan, Dona berpesan agar segera bertaubat. Jangan sampai menyesal dikemudian hari seperti dirinya saat ini. Jangan sampai para bandar mendapat hukum karma. Di mana, anak-anak dan keluarga akan terjerumus kedalam dunia hitam seperti yang ia alami.

“Saya juga punya anak. Saya enggak mau anak saya terjerumus narkoba. Tidak, saya tidak mau. Semua yang masih berjualan, sudahlah, hentikanlah sekarang. Jangan rusak generasi muda kita. Berhentilah sekarang juga,” pesannya.

Dirnarkoba Polda Riau Kombes Pol Manang Soebeti menyebut, pihaknya terus mengembangkan jaringan Dona. Bahkan ia berkomitmen untuk menyapu bersih seluruh pengedar dari kampung narkoba yang ada di Pekanbaru. 

“Kalau untuk keterangan Dona sudah kita ambil. Kan kita lakukan pengembangan dari sini. Dia dapat darimana, apa memang benar dia berjualan baru setahun kurang? Kan kami kembangkan terus. Makanya tadi semua keterangan kita ambil, kita lakukan penyelidikan lanjutan,” pungkasnya.(***)

Editor : Rindra Yasin
#ditresnarkoba #Beromzet #jalan pangeran hidayat pekanbaru #jual sabu