Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Dari Konservasi Mangrove PHR di Hutan Bandar Bakau Dumai, Bermimpi Punya Labor Mangrove

Syahri Ramlan • Kamis, 29 Agustus 2024 | 09:38 WIB

Pintu gerbang masuk hutan Bandar Bakau Dumai.
Pintu gerbang masuk hutan Bandar Bakau Dumai.

Sebagai pusat edukasi wisata, Hutan Bandar Bakau Dumai menjadi sasaran pengunjung baik dari domestik maupun mancanegara untuk melakukan penelitian. Jumlah pengunjung yang datang untuk belajar maupun melakukan penelitian sudah tembus di angka tiga ribu pengunjung.

Laporan: SYAHRI RAMLAN, Dumai

SECARA geografis lokasi Hutan Bandar Bakau Dumai berada di Jalan Nelayan Laut, Kelurahan Pangkalan Sesuai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai. Luas hutan Bandar Bakau yang semula hanya mencapai sekitar 2,5 hektare terus dikembangkan oleh penggiat alam, Darwis Muhammad Saleh secara gigih dan pantang menyerah. Tak ayal lagi, lahan hutan Bandar Bakau Dumai terus melebar hingga mencapai 25 hektare.

''Memang ada alasan mengapa hutan Bandar Bakau ini diadakan. Karena hutan bakau dikenal sebagai simbol peradaban budaya masyarakat pesisir,'' kata Darwis.

Menata lahan untuk menjadi kawasan hutan bagi Darwis jelas buka pekerjaan yang mudah. Dengan segala keterbatasan yang ada, Darwis mencoba menata memberanikan diri untuk menatanya. ''Awal mula menata itu menggunakan kayu hasil dari limbah kapal,'' kata Darwis.

Kayu-kayu limbah dari kapal bekas yang didapatnya kemudian disambung menjadi satu hingga terbentanglah sebuah jembatan yang membentang di lahan hutan Bandar Bakau. Tersedia jalan kayu, membuat kawasan hutan Bandar Bakau mulai didatangi pengunjung. ''Yang namanya kayu, seiring perjalanan waktu sudah ada yang lapuk dan patah,'' kata Darwis.

Dalam kondisi yang serba terbatas yang dibalut oleh sikap putus asa, Darwis hampir memupuskan harapannya untuk mewujudkan hadirnya kawasan hutan Bandar Bakau. Berkat saling berkomunikasi serta menjalin silaturahmi, curhatan Darwis didengar oleh pihak PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Wilayah Kerja (WK) Rokan.

''Saya berterima kasih sekali kepada PHR. Pihak PHR begitu peduli dengan lingkungan terlebih mangrove hingga memberikan perhatiannya ke hutan Bandar Bakau ini,'' kata Darwis.

Hasilnya, PHR secara bertahap mulai melengkapi fasilitas yang ada dibutuhkan di hutan Bandar Bakau. Seperti membangun track jalan beton sepanjang sekitar 300 meter. Kemudian pembangunan stand atau gerai untuk sarana media informasi maupun foto. Serta membangun tempat untuk berfoto dan membuat panggung hiburan.

Tak ayal lagi, sebagai tempat edukasi, hutan Bandar Bakau Dumai ini paling ramai dikunjungi oleh kalangan pelajar maupun mahasiswa. Malahan sejumlah pengunjung dari berbagai belahan dunia juga datang ke hutan Bandar Bakau. Misalnya dari Malaysia, Jepang, Cina, Singapura, Montenegro dan Rusia.

''Kedatangan tamu dari mancanegara itu, selain ingin berbaur dengan alam, ada juga yang melakukan penelitian. Hasil penelitian dibawa ke negaranya,'' kata Darwis.

Beranjak sebagai pusat edukasi dan penelitian inilah, Darwis memimpikan hutan Bandar Bakau Dumai punya labor mangrove. ''Ini impian saya. Bagaimana, Bandar Bakau ini punya labor mangrove,'' kata Darwis dengan penuh semangat.

Dengan memiliki labor mangrove sendiri ini, setidaknya para pengunjung yang datang untuk melakukan penelitian bisa berhari-hari berdiam di hutan Bandar Bakau. Apalagi dengan kreativitas anak-anak muda tempatan juga sudah membangun beberapa unit homestay di kawasan Bandar Bakau.

''Mangrove yang ada di Bandar Bakau ini ada sekitar 27 jenis. Kemudian 37 jenis untuk pesisir. Dan hasil penelitian mangrove katanya bisa diolah menjadi obat-obatan dan minuman herbal. Itulah pentingnya Bandar Bakau punya labor mangrove,'' kata Darwis.

Analyst Social Perfomance PHR WK Rokan, Priawansyah menjelaskan, dengan adanya Bandar Bakau ini berfungsi sebagai penyerapan karbon dioksida.

''Sebagai kota industri, sudah barang tentu memiliki karbondioksida yang tinggi. Dan keberadaan Bandar Bakau yang memiliki berbagai jenis mangrove dapat menyerap karbondioksida yang tinggi itu. Sehingga udara bebas dari karbondioksida,'' kata Priawansyah.

Mengingat pentingnya Bandar Bakau Dumai, lanjut Priwansyah, pihak PHR selalu memberikan dukungan terhadap pengembangan mangrove berupa CSR.

''Intinya kita membantu sesuai apa yang diperlukan oleh pihak Bandar Bakau,'' kata Priawansyah seraya menambahkan ikut mendukung pengembangan program wisata Riau melalui meningkat fasilitas di Bandar Bakau.***

Silakan simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu dengan mengakses Riau Pos WhatsApp Channel

 

Editor : RP Edwir Sulaiman
#hutan bakau #dumai #pertamina rokan #Konservasi mangrove #phr wilayah kerja rokan