Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Secuil Kisah Personel Polres Kuansing Mewujudkan Pilkada Damai; Diselamatkan Rakit dan Truk Batu Bara

Desriandi Candra • Sabtu, 14 Desember 2024 | 18:42 WIB

Petugas PPS TPS 02 Desa Sungai Besar Hilir Kecamatan Pucuk Rantau Kab. Kuansing, mencoba melansir logistik Pilkada dengan rakit papan di tengah banjir luapan Sungai Lingkue Desa Ibul, Rabu (27/11)
Petugas PPS TPS 02 Desa Sungai Besar Hilir Kecamatan Pucuk Rantau Kab. Kuansing, mencoba melansir logistik Pilkada dengan rakit papan di tengah banjir luapan Sungai Lingkue Desa Ibul, Rabu (27/11)

Ketika sebagian masyarakat di Kabupaten Kuansing lena dalam buaian mimpi tidurnya, tidak demikian dengan sejumlah petugas PAM Pilkada dan beberapa orang anggota PPS. Mereka bertungkuslumus membawa dan menyelamatkan sejumlah logistik Pilkada. Panas nan menyengat dan mengarungi derasnya banjir yang melanda beberapa desa di Kuansing pada tengah malam mereka hadapi tanpa rasa gentar dan takut. Ini dilakukan demi suksesnya Pilkada di kabupaten itu. Tak ada rotan, akar pun jadi, tak ada kendaraan yang memadai, rakit dan truk batu bara pun solusi yang dicari.


Laporan DESRIANDI CANDRA, Telukkuantan


BANJIR luapan Sungai Lingkue menghentikan langkah kaki Bripka Jastro Sahat Pangihutan bersama rekannya Bripka Sandra Fauzi SE serta dua orang petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) 02 Desa Sungai Besar Hilir yang hendak menuju sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pucuk Rantau di Kantor Camat Pucuk Rantau Desa Pangkalan, Rabu (27/11) malam.

Ketika itu, waktu sudah menunjukkan pukul 21.30 WIB. Malam itu, banjir luapan Sungai Lingkue yang melintasi jalan wilayah Desa Ibul cukup dalam, sehingga untuk membawa logistik Pilkada tidak memungkinkan menggunakan mobil biasa, karena selain dikhawatirkan akan membahayakan peralatan logistik juga kendaraan biasa tidak akan mampu menembus banjir yang cukup dalam itu.

Di tengah rendaman banjir setinggi pinggang orang dewasa tempat Bripka Jastro Sahat Pangihutan dan kawan-kawannya berhenti, juga ada satu petugas PAM dan dua orang petugas PPS TPS 01 Desa Sungai Besar Hilir, satu personel petugas PAM dan dua orang petugas PPS Desa Sungai Besar, satu personel PAM dan dua petugas PPS Desa Perhentian Sungai yang rupanya juga terjebak banjir.

Setiba dilokasi itu, air terus naik, malam semakin larut. Sementara tidak ada sarana transportasi yang memadai untuk melansir logistik Pilkada yang memadai. Yang ada hanya sebuah rakit papan milik warga setempat. Akhirnya, mereka mencoba menggunakan rakit milik warga itu.

Secara bergantian petugas PAM dan PPS lainnya, mereka mengangkut kotak-kotak logistik Pilkada yang sudah dibungkus plastik pengaman dengan mendorong rakit milik warga setempat ke pinggir jalan yang aman dari banjir luapan sungai Lingkue. Rakit papan itu dibuat warga setempat untuk menyeberangkan motor warga setempat dari jebakan banjir.

Namun, cara melansir kotak logistik dengan rakit papan milik warga itu tidak tuntas, karena hari semakin malam dan air sungai pun semakin dalam hingga mencapai setinggi dada orang dewasa dibeberapa titik jalannya bergelombang.

Pemilik rakit tidak lagi berani menyeberangkan logistik Pilkada dan menyusuri rendaman banjir yang jaraknya sekitar 200 meter. Selain genangan banjir yang terus naik, pemilik rakit rupanya takut dengan ancaman binatang buas seperti ular.
Bahkan, menurut cerita warga, dulu di Sungai Lingkue saat banjir sebelumnya, warga melihat penampakan seekor buaya. Sehingga tak ada lagi, sarana transportasi yang bisa digunakan untuk melansir kotak berisi logistik Pilkada yang baru usai dilaksanakan sore harinya.

Sementara mobil double pikap yang mereka gunakan membawa logistik dari PPS ke lokasi, termasuk dua unit mobil double pikap yang digunakan Desa Sungai Besar dan Desa Perhentian Sungai tidak berani masuk ke genangan banjir. Sebab, dipastikan air akan menggenangi mesin mobil yang akan berakibat fatal pada mobil dan mogok di tengah genangan banjir.

“Malam itu, saya mencoba mencari bantuan dengan menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Pangkalan, Kecamatan Pucuk Rantau Bripka Syafriansyah alias Acong. Alhamdulillah, tersambung,” kata Jastro saat bercerita kepada Riau Pos.

Jastro menceritakan kondisi yang mereka hadapi pada malam yang cukup dingin itu. Dengan sigap, Bripka Syafriansyah yang juga sedang bertugas, langsung mengiyakan permintaan Jastro. “Saya coba cari bantuan mobil yang besar. Tunggu di sana. Tunggu kabar dari saya,” papar Jastro menirukan perkataan Bripka Syafriansyah.

Tak lama kemudian, Bripka Syafriansyah kembali menghubungi Jastro. Dia mengatakan ada satu truk baru bara milik perusahaan batu bara yang sudah usai bongkar. Sekitar pukul 22.00 WIB, Bripka Syafriansyah datang bersama truk batu bara yang dia sebutkan. Syafriansyah datang dengan dua orang Babinsa yang juga bertugas.

Mobil batu bara yang sudah dialasi terpal itu, masuk ke dalam genangan banjir. Benar saja, truk batu bara itu aman, air tak sampai ke mesin dan bak mobil yang berukuran lebih kurang 2x5 meter itu. “Tak membuang waktu, kami langsung memindahkan kotak-kotak logistik itu ke bak truk batu bara itu,” kata Jastro.

Di dalam truk batu bara itu, menurut Jastro, bila tak salah hitung malam itu ada 20 kotak logistik milik dua TPS Desa Sungai Besar Hilir, Desa Sungai Besar dan Desa Perhentian Sungkai Kecamatan Pucuk Rantau.

Selain itu, ada dua sepeda motor miliknya dan petugas PAM yang ikut dinaikkan dalam truk akibat mogok di tengah sungai. Sementara dia dan tujuh petugas PAM ikut naik di dalam bak truk batu bara. Mereka berjumlah delapan orang. Lima orang personel PAM TPS, satu orang Babin Kamtibmas dan dua orang Babinsa.

Sementara petugas PPS hanya mengantarkan sampai di lokasi banjir dan usai memindahkan kotak logistik ke dalam truk batu bara. Karena bila mereka ikut mengantar ke PPK, akan sulit kembali pulang ke desa masing-masing.

Dengan bantuan mobil batu bara itu, mereka melakukan pengawalan ke PPK di tengah malam buta itu. Melintasi jalan Desa Ibul yang sebagian sudah disemenisasi dan jalan tanah yang dicampur kerikil dan melintasi jalan perkebunan sawit perusahaan.

Desa Ibul ke Desa Pangkalan tempat lokasi PPK berada berjarak sekitar 15 kilometer. Perjalanan itu harus mereka tempuh dengan waktu hampir 1 jam. Padahal, bila siang hari atau cuaca bagus, hanya 30 menit perjalanan.

Meski bercampur was-was, akhirnya mereka semua bisa sampai ke PPK Pucuk Rantau sekitar pukul 23.00 WIB setelah berjibaku melawan jalan yang licin serta melawan dinginnya malam dengan pakaian yang basah kuyup.

“Walau sampai tengah malam, akhirnya kami sampai dengan selamat. Kami tidak pikirkan baju yang basah kuyup. Karena perintah, setelah pemungutan suara semua logistik harus diantar ke PPK bagaimana pun caranya. Itu perintah, harus kami jalankan,” ujar Jastro.

Petugas PAM dan PPS Desa Sungai Besar Hilir, Desa Sungai Besar dan Desa Perhentian Sungkai Kecamatan Pucuk Rantau bersama Babin Kamtibmas dan Babinsa, saat akan memindahkan kotak logistik Pilkada ke truk batu bara saat dikepung banjir, Rabu (27/11) malam.
Petugas PAM dan PPS Desa Sungai Besar Hilir, Desa Sungai Besar dan Desa Perhentian Sungkai Kecamatan Pucuk Rantau bersama Babin Kamtibmas dan Babinsa, saat akan memindahkan kotak logistik Pilkada ke truk batu bara saat dikepung banjir, Rabu (27/11) malam.

Bripka Jastro Sahat Pangihutan merupakan personel Polres Kuansing dari Sub-sektor Gunung Toar, Polsek Kuantan Mudik. Dalam Pilkada 2024, Jastro kembali mendapatkan tugas sebagai personel pengamanan (PAM) di TPS 02 Desa Sungai Besar Hilir. Penugasan itu yang kedua kalinya dia emban, sebab, dalam Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pilpres lalu dia juga ditugaskan di sana.

“Pilkada kemarin, kembali ditugaskan di sana bang. Saya bersama Bripka Sandra Fauzi SE. Kami berdua PAM di sana,” kata Jastro.

Jastro teringat dan menceritakan suka dukanya saat bertugas di sana. TPS 02 dikenal sebagai Dusun Kelompok Tani Desa Sungai Besar Hilir. Memiliki 181 pemilih sesuai daftar pemilih tetap (DPT) yang sudah ditetapkan KPU Kuansing.

Semuanya warga pendatang. Ada suku Batak, Nias, Jawa. Tidak semua tinggal dalam satu lokasi di dusun itu, tetapi ada juga yang tinggal di pondok-pondok kebun kelapa sawit yang mayoritas mereka geluti, dengan jarak yang saling berjauhan.

Jastro juga menceritakan, hadangan banjir tidak saja mereka hadapi ketika akan membawa semua logistik Pilkada untuk diantar ke PPK. Namun, saat akan mengantar ke sejumlah TPS di daerah itu mereka juga sudah dihadang banjir, namun kondisi air ketika itu tidak sedalam dan setinggi saat mereka akan mengantar balik logistik pilkada ke PPK.

Untuk sampai ke TPS 02 Dusun Kelompok Tani Desa Sungai Besar Hilir itu, lanjut Jastro, ada dua jalan alternatif. Pertama jalan Muara Tiu lintas RAPP. Ruas jalan ini lebih dekat. Tetapi tidak bisa dilalui, akibat jembatan penghubung rubuh dihantam banjir saat Pileg lalu. Sehingga mereka harus melewati jalan perkebunan sawit milik perusahaan setempat, memutar ke perkampungan yang jaraknya lebih jauh.

Dalam perjalanan, sekitar dua kilometer menjelang sampai ke TPS 02 Sungai Besar Hilir itu, jalan utama yang dilalui sudah terendam air luapan Sungai Lingkue. Air menggenang setinggi paha orang dewasa. Mobil pengangkut logistik yang mereka kawal terpaksa berhenti diujung jalan.

Tidak ingin berisiko, Jastro terpaksa harus melansir kotak yang berisi logistik dengan berjalan kaki lebih kurang 100 meter. Baru dari sana dilanjutkan kembali dengan kendaraan yang menunggu di seberangnya.

Meski bersusah payah mengangkat kotak logistik Pilkada dengan berjalan kaki lebih kurang 100 meter dengan melintasi genangan banjir, dia dan rekannya Sandra bisa mengantarkan semua logistik Pilkada dengan selamat sampai ke TPS 02 Sungai Besar Hilir.

“Tapi yang paling parah itu, saat mau mengantar balik logistik Pilkada ke PPK bang. Itu parah kali bang, tak ada sarana membantu. Untung ada truk batu bara perusahaan yang bisa kami minta tolong malam itu. Kalau tak ada truk batu bara itu, entah lah,” kata Jastro.

Meski sudah sampai di PPK, Jastro dan Sandra tetap mengawal hingga perhitungan tuntas 29 November 2024 malam. Usai pleno di PPK, mereka juga langsung mengawal pengantaran logistik ke KPU Kuansing yang juga lewat tengah malam.

Selain merupakan personel PAM, Jastro dan rekannya juga ikut membantu menyosialisasikan bahwa pada 27 November 2024 ada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau serta Bupati dan Wakil Bupati Kuansing. Karena itu, masyarakat yang terdaftar sebagai pemilih diminta menggunakan hak pilihnya dengan baik.

Hasil pemungutan suara di TPS 02 Desa Sungai Besar Hilir, berlangsung aman, lancar dan kondusif. Tidak ada gangguan keamanan yang terjadi. Dari 181 masyarakat yang punya hak pilih, 99 orang menggunakan hak pilihnya. 89 suara sah dan 10 suara tidak sah untuk pemilihan gubernur Riau. Sedangkan untuk pemilihan bupati dan wakil bupati Kuansing, tercatat 98 suara sah dan 1 suara tidak sah.

Camat Pucuk Rantau H Ali Apri pun mengakui kalau TPS 02 Desa Sungai Besar Hilir jauh dari TPS 01 Desa Sungai Besar Hilir yang merupakan desa atau perkampungan awalnya. Jaraknya lebih kurang 10-15 kilometer.

Penduduk di sana, tidak ada yang berstatus sebagai pegawai. Mereka merupakan warga pendatang yang rata-rata berprofesi bertani. Ada sebagai pekerja kebun, dan ada pula yang sudah memiliki kebun sawit sendiri, karena sudah tinggaal disana.

Jalan menuju Desa Sungai Besar Hilir atau ke TPS 02 itu, memang melewati jalan tanah. Belum ada pengaspalan jalan. Kondisinya pun banyak yang rusak, melewati areal perkebunan sawit milik perusahaan dan petani. “Bila musim hujan, selalu jadi langganan banjir akibat luapan Sungai Lingkue yang meluap dan itu terjadi saat hari pencoblosan kemarin. Syukurnya semua tetap berjalan aman dan lancar,” paparnya.

Ali Apri berharap, kondisi Pucuk Rantau termasuk Desa Sungai Besar Hilir bisa menjadi perhatian pemerintah kedepannya.

Telusuri 4.800 Titik Kelompok Masyarakat
Suksesnya Pilkada Kuansing 2024, yang aman dan damai, memang dikarenakan keterlibatan semua komponen masyarakat Kuansing. Pasangaan calon, partai politik pengusung, etnis suku bangsa yang ada di Kuansing, Pemerintah Daerah, KPU, Bawaslu sebagai pihak penyelenggara, TNI, Polri.

Namun peran Polres Kuansing dan jajaran dalam mengamankan pelaksanaan Pilkada, tidak boleh disepelekan. Abdi Bhayangkara ini secara rutin menemui kelompok-kelompok masyarakat Kuansing. Mengajak menggunakan hak pilihnya, mengajak ikut menjaga situasi yang aman dan kondusif selama tahapan Pemilukada berlangsung.

“Mengucapkan terima kasih ke berbagai pihak yang sudah sama-sama menjaga situasi yang kondusif dalam Pilkada 2024 di Kabupaten Kuansing, sehingga berjalan dengan aman, damai dan lancar. Apresiasi terkhusus kepadaa pihak kepolisian yang sudah berupaya secara maksimal, menghimbau dan mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat luas agar sama menjaga situasi yang kondusif. Walau berbeba pilihan, itulah dinamika kita dalaam berdemokrasi,” kata Ketua Forum Pembauran Kuansing (FPK), Datuk Godang Jolelo Suryawan SSos.

Pretasi yang sudah dicapai ini, lanjut Suryawan, harus tetap dijaga. Menjaga kekompakan, menjaga keberagaman untuk bersama-sama membangun Kuansing kedepannya. Kembali menjadi diri sebagai masyarakat Kuansing yang menjunjung nilai adat istiadat dan budaya Kuansing, sesuai dengan motto Kuansing, “Basatu Nogori Maju”.

“Dak ada kusut yang tidak dapat diselesaikan, dan tak ada air keruh yang tak bisa dijernihkan kalau kita mau untuk duduk bersama-sama untuk mencari solusi jika kita dihadapkan dengan persoalan yang ada di negeri ini,” kataanya.

Intinya Polri yang bertugas di Polres Kuansing sudah banyak membantu suksesnya pelaksanaan Pilkada 2024 di Kabupaten Kuansing. “Yang menang, itulah pemimpin pilihan masyarakat. FPK Kuansing yang terdiri 11 suku atau paguyuban ini tetap solid menjaga persatuan kesatuan di Kuansing,” sambung Suryawan.

“Alhamdulillah Pilkada Kuansing terlaksana dengan aman, damai, kondusif dan berkah. Sampai dengan saat ini tahapan Pilkada terlaksana sesuai dengan mekanisme dalam peraturan perundang-undangan,” ungkap Kapolres Kuansing AKBP Pangucap Priyo Soegito SIK MH menjawab Riau Pos, Rabu (11/12).

Sepanjang tahapan Pilkada, Polres Kuansing dan jajaran dan bersama dengan Polda Riau melaksanakan kegiatan cooling system dengan dukungan penuh dari seluruh stakeholder, sehingga sampai saat ini tahapan Pilkada masih tetap berlangsung dengan baik.

Cooling system dilakukan oleh seluruh personel Polres, mulai dari Kapolres, Kabag, Kasat, Kapolsek sampai ke Bhabinkamtibmas, baik itu melalui kegiatan formal maupun informal. Hampir seluruh kelompok masyarakat dari berbagai latar belakang disentuh oleh jajaran Polres Kuansing sejak dimulai cooling sysmtem dalam pelaksanaan Operasi Mantap Praja (OMP) Lancang Kuning 2024 oleh Polda Riau, mulai 27 Agustus sampai berakhir 31 Desember 2024.

Rata-rata, 35-40 kali kegiatan cooling system Pilkada damai yang dilakukan semua satuaan di Polres Kuansing dan 10 Polsek yang ada selama empat bulan berjalan. Kegiatan cooling system ini melibatkan 157 personel diluar personel PAM kegiatan pengamanan.

“Kalau dihitung, ada lebih kurang 4.800 titik kelompok masyarakat yang kami temui, dari kota hingga ke desa terluar di Kuansing sekalipun. Seperti TPS 02 Desa Sungai Besar Hilir Kecamatan Pucuk Rantau yang langsung saya kunjungi bersama KPU Kuansing,”kata Pangucap.

TPS 02 Desa Sungai Besar Hilir Kecaamatan Pucuk Rantau, memang TPS yang dikategorikan rawan. Kerawanan itu disebabkan letak geografisnya yang jauh, terpencil dan berada di perbatasan Desa Pesajian Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Kuaansing.

Selain itu, saat musim hujan rawan banjir. Dengan kondisi medan seperti itu, di khawatirkan logistik akan terhambat sampai bahkan bisa tidak sampai pada hari H pemungutan suara. Pemilih yang tidak menerima undangan, pindah nyoblos atau tidak nyoblos karena ragu mereka memilih dimana.

Untuk mengatasi itu, dia menempatkan dua orang personel selama pergeseran logistik di mulai hingga selesai. Melakukaan koordinasi dengan Polres Inhu, KPU Kuansing, Bawaslu Kuansing, bahwa mereka yang ber KTP Kuansing, maka memilihnya di TPS 02 meski tinggal di Pesajian. Begitu sebaliknya, mereka yang ber KTP Inhu meski tinggal di dusun itu, memilih di TPS Inhu yang berada di Pesajian.

Ternyata, menjelang tanggal 27 November 2024 Kabupaten Kuansing diguyur hujan, termasuk di wilayah Kecamatan Pucuk Rantau sehingga jalan menuju TPS 02 Desa Sungai Besar Hilir cukup menantang bagi seluruh pelaksana, pengawas dan pengamanan Pilkada.

Saat melakukan kegiatan cooling system, pesan yang ingin disampaikan adalah mengajak semua kelompok masyarakat Kuansing yang ditemui itu untuk bersama-ssama berkolaborasi menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif sehingga dapat menciptakan Pilkada yang sejuk.
Menyampaikan pada masyarakat kalau setiap suara dari warga yang berhak memilih sangat dibutuhkan sehingga hasil Pilkada ini akan mendapatkan legitimasi dari masyarakat. Tempat-tempat rawan dan jauh mereka sambangi agar memastikan bahwa masyarakat yang memiliki hak suara dapat memberikan suaranya untuk memilih pemimpin Kabupaten Kuansing.

“Alhamdulillah, ini bisa terwujud,” ujar Pangucap.

Yang menjadi menjadi catatan baginya, lanjut Pangucap, pada pelaksanaan tahapan Pilkada Kabupaten Kuansing 2024 adalah dengan tingginya partisipasi pemilih. Menurut laporan KPU Kuansing yang dia terima, persentase pemilih dalam Pilkada Kuansing 2024 tertinggi di Riaau. Yakni mencapai 76,7 persen.

“Artinya, apa yang kami dan stakeholder lainnya laksanakan selama ini mampu meningkatkan partisipasi pemilih yang pada Pilkada Kuaansing tahun 2020, tingkat partisipasi pemilih 68 persen,” jelasnya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, baik penyelenggara Pilkada, pengawas Pilkada, seluruh pengamanan Pilkada (TNI-Polri), Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi yang telah mewujudkan Pilkada Kabupaten Kuansing 2024 yang aman, amai dan berkah,”ujar Pangucap.

Partisipasi Pemilih Capai 76,7 Persen
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kuansing mencatat, partisipasi masyarakat Kuansing dalam menggunakan hak pilihnya di Pilgubri dan Pikada bupati dan wakil bupati Kuansing 2024, cukup tinggi dibandingkan pada momen Pilkada tahun 2020 lalu.

Di mana hasil Pilgubri mencatat, suara sah pemilih mencapai 190.557. Sedangkan untuk Pilkada bupati dan wakil bupati Kuansing, suara sah pemilih mencapai 194.111. Sementara total yang menggunakan hak pilih mencapai 197.210 pemilih.

Dari hasil pesta demokrasi yang baru saja usai itu, tingkat partisipasi masyarakat menggunakan hak suara mencapai 76,7 persen. Naik dari tahun 2020 lalu yang hanya 69 persen dari total daftar pemilih tetap Kuansing, 255.805 pemilih.

Capaian persentase itu, mengatarkan Kabupaten Kuansing sebagai tertinggi di Riau untuk angka partisipasi pemilih Pilgubri dan Pilkada bupati dan wakil bupati Kuansing 2024. “Benar. Angka partisipasi kita tertinggi di Riau, dengan 76,7 persen. Alhamdulillah,” ungkap Ketua KPU Kuansing Wawan Ardi.

Keberhasilan ini, lanjut Wawan Ardi, tidak terlepas dari keterlibatan dan kepedulian semua komponen masyarakat Kuansing. Mulai dari KPU sebagai penyelenggara hingga ke tingkat bawahnya, lalu pemerintah daerah, Bawaslu, TNI, Polri, media massa maupun kelompok masyarakat lainnya dalam membantu mensosialisasikan pada semua masyarakat terutama yang menjadi pemilih. Baik pemilih pemula dan lainnya.

Terlebih Polres Kuansing yang dipimpin oleh Kapolres AKBP Pangucap Priyo Soegito SIK MH. Tidak hanya melakukan pengamanan tetapi juga membantu mereka di penyelenggara mensosialisasikan pada pemilih, pada kelompok-kelompok masyarakat yang ada di Kuansing.

Pada anak-anak sekolah, mahasiswa yang menjadi pemilih pemula maupun masyarakat umum lainnya. Setiap hari, mereka datangi masyarakat Kuansing. Di warung-warung kopi, pasar, kelompok ojek, pengguna jalan raya, maupun desa-desa, lewat polsek-polsek hingga babin kamtibmas yang memang ada semua kecamatan dan desa. Pagi, siang, sore maupun malam. Termasuk pada jemaah masjid-masjid saat salat Subuh, Zuhur, Isya berjemaah yang mereka lakukan.

“Itu kami pantau, dilakukan setiap hari oleh jajaran Polres Kuansing. Kalau kami penyelenggara, personel dan kemampuan kami terbatas. Kami merasa amat sangat terbantu oleh upaya yang dilakukan Polres Kuansing lewat cooling system Pilkada Damai,” ujar.

Pilkada Kuansing pun berjalan aman dan lancar, damai tanpa ada kendala, dengan partisipasi pemilih tertinggi di Riau. Dia berharap, semua masyarakat Kuansing kembali bersatu untuk membangun Kuansing kedepan. ***

Editor : RP Arif Oktafian
#rakit #polres kuansing #pilkada damai #truk batu bara