Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

In Memoriam Tengku Azmun Jaafar, Bapak Pembangunan Pelalawan dan Teladan dalam Pemisahan Politik-Birokrasi

Tim Redaksi • Sabtu, 10 Mei 2025 | 09:31 WIB

Pelayat berdatangan ke rumah duka mantan Bupati Pelalawan Tengku Azmun Jaafar di Jalan Mutiara Sari, Tangkerang Selatan, Pekanbaru, Jumat (9/5/2025).
Pelayat berdatangan ke rumah duka mantan Bupati Pelalawan Tengku Azmun Jaafar di Jalan Mutiara Sari, Tangkerang Selatan, Pekanbaru, Jumat (9/5/2025).

Bupati Pelalawan dua periode sejak 2001-2008 Tengku Azmun Jaafar bin Tengku Said Jaafar menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Awal Bros Sudirman, Pekanbaru, sekitar pukul 14.43 WIB, Jumat (9/5).

Laporan TIM RIAU POS, Pekanbaru

Tutup usia di umur 67 tahun, almarhum akan dimakamkan siang ini, setelah Zuhur di Komp­leks Pemakaman Senapelan, Kota Pekanbaru.

Sebelumnya, almarhum akan disalatkan di masjid dekat kediamannya di Tangkerang Selatan, Pekanbaru. Pria kelahiran Kecamatan Pelalawan yang merupakan alumni Fakultas Hukum UII Yogyakarta tahun 1978 ini meninggalkan istri, tiga anak, dan tiga cucu. Kabar ini disampaikan kakak almarhum, Tengku Khalil Jaafar.

“Ya, adik kami yang tercinta telah berpulang ke rahmatullah. Kami mohon doa dan keikhlasan semua pihak untuk memaafkan segala khilaf beliau. Semoga Allah SWT menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya,” terang Tengku Khalil.

Menurut Tengku Khalil, almarhum Azmun telah lama menderita sakit dan menjalani pengobatan intensif baik di Jakarta maupun Malaysia. Meski sempat membaik, namun kondisi kesehatan beliau kembali menurun beberapa waktu terakhir.

Almarhum semasa hidup mengarungi karier panjang sebagai birokrat. Ia memulai karier di Bengkalis sebelum terpilih sebagai Bupati Pelalawan. Ia mulai dari bawah sampai pada posisi jabatan Asisten I Bidang Pemerintahan di Bengkalis.

Pernah diamanahkan sebagai Ketua Tim Pemekaran Kabupaten Bengkalis yang kemudian melahirkan Siak, Dumai, dan Rokan Hilir (Rohil), namun Azmun Jaafar dianggap sebagai Bapak Pembangunan Pelalawan. 

Gelar Bapak Pembangunan Pelalawan ini diakui banyak tokoh dan cukup beralasan. Begitu Pelalawan dibentuk, almarhum langsung pindah ke kabupaten yang masih bayi pada tahun 2000 itu sebagai Kepala Bappeda yang notabene lembaga perencana.

Tidak lama, pada 2001 ia mencalonkan diri sebagai Bupati Pelalawan dan langsung terpilih. Sebagai Bupati pertama kabupaten dengan bentuk melintang mengikuti aliran Sungai Kampar itu, ia memulai pembangunan Pelalawan dari seumur jagung.

Ada banyak pembangunan yang dilakukan hingga dia dianggap sebagai Bapak Pembangunan Pelalawan. Mulai dari pembangunan kompleks perkantoran bupati yang kemudian membuat wilayah tersebut berkembang hingga membangun jembatan serta dermaga.

Namun menurut sejumlah mantan bawahannya, pembukaan Jalan Lintas Bono sepanjang 169 km cukup sering diungkap almarhum. Jalan itu tidak hanya memanjang sepanjang Sungai Kampar yang membelah kabupaten. Tapi jalan itu juga membuka 35 desa dari keterisoliran sejak Indonesia merdeka.

Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid menyampaikan ucapan belangsungkawa sekaligus duka cita mendalam atas berpulangnya salah seorang tokoh masyarakat Riau ini. “Innalilahi wa inna ilaihi rajiun, kami atas nama keluarga dan pemerintah Provinsi Riau turut berduka cita atas wafatnya Tengku Azmun Jaafar bin Tengku Said Jaafar,” ujar Gubri. 

Gubri Abdul Wahid mengatakan, almarhum Tengku Azmun Jaafar bin Tengku Said Jaafar semasa hidupnya merupakan sosok berjasa bagi Kabupaten Pelalawan. “Kita kehilangan sosok pembangunan, almarhum telah banyak memberikan sumbangsih pembangunan di Kabupaten Pelalawan,” ucapnya. 

Diketahui, Tengku Azmun Jafar bin Tengku Said Jaafar berperan penting bagi kemajuan Pelalawan, terutama dalam pembangunan Jalan Lintas Bono. Kemudian semasa menjadi Bupati Pelalawan dia juga berkontribusi untuk pembangunan ibu kota baru Kabupaten Pelalawan di Pangkalankerinci, pembangunan Jembatan Langgam, pembangunan ibu kota Bandar Petalangan, dan lainnya.

Selanjutnya, Abdul Wahid mendoakan almarhum diterima seluruh amal ibadahnya, diampuni segala dosanya, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah. “Semoga beliau husnul khatimah, diterima amal ibadahnya, diampuni kesalahannya, dilapangkan kuburnya, dan ditempatkan di surga Allah,” ucap Gubri.

Kepergian Tengku Azmun Jaafar menjadi duka mendalam tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Riau, khususnya Pelalawan. Dalam suasana duka cita mendalam Bupati Kabupaten Pelalawan Zukri menyampaikan pesan belasungkawa. 

Zukri mengatakan almarhum adalah pilar penting dalam kepemimpinan pemerintahan daerah Kabupaten Pelalawan. Sebagai seorang birokrasi dan juga politisi yang berdedikasi, almarhum telah memberikan kontribusi yang tak ternilai besar dalam kemajuan pembangunan Pelalawan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya.

“Kepergiannya merupakan kehilangan besar bagi kami semua,” terang Bupati Pelalawan Zukri melalui selulernya, Jumat (9/5).  Zukri menggambarkan Tengku Azmun sebagai sosok orangtua atau bapak yang tulus, berkomitmen, dan berintegritas tinggi.

Dikatakan Zukri, almarhum memiliki visi yang kuat untuk memajukan Kabupaten Pelalawan dan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh penduduknya. Dedikasi almarhum yang luar biasa dan semangatnya untuk melayani masyarakat akan selalu diingat dan dihormati.

“Kerinduan dan kehilangan atas kepergian bapak Tengku Azmun akan terus dirasakan di seluruh jajaran pemerintahan daerah. Upaya dan sumbangsihnya dalam membentuk kebijakan yang progresif, mengatasi tantangan, dan memperkuat sinergi antarlembaga telah menjadi teladan bagi semua pekerja pemerintahan,” bebernya.

Dalam mengenang sosok yang luar biasa ini, Zukri mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pelalawan untuk bersama-sama mengenang jasa-jasa dan warisan almarhum. “Mari kita terus membangun dan mengenang Almarhum dalam komitmen beliau untuk menjadikan Kabupaten Pelalawan sebagai Pelalawan Menawan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan yang diberikan oleh seluruh pihak selama masa berduka ini. Semoga keluarga bapak Tengku Azmun diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini,” tambah Zukri.

Hal senada juga disampaikan Wakil Bupati Pelalawan Husni Tamrin. “Ya, kami dari Pemkab Pelalawan sangat berduka atas meninggalnya Bapak Pembangunan dan juga mantan Bupati Pelalawan. Beliau ini merupakan sosok ayah, senior, politisi, dan birokrat yang energik, supel, ramah dan gigih dalam menjalankan aktivitas, khususnya membawa kemajuan pembangunan Kabupaten Pelalawan,’’ uajrnya.

“Untuk itu, saya berharap doa seluruh masyarakat Pelalawan agar almarhum diberikan tempat yang layak di sisi Sang Khalik. Mendiang orang baik. Kami berdoa semoga beliau khusnul khatimah,” tuturnya.

Tengku Azmun Jaafar sebagai Bapak Pembangunan Pelalawan juga diakui Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar. Turut hadir melayat sore kemarin, Markarius yang memulai karier politik di Pelalawan ini tahu betul bagaimana almarhum memimpin.

‘’Beliau bukan sekadar seorang bapak bagi kami, tapi beliau Bapak Pembangunan Pelalawan. Seorang visioner, tegas, dan politisi yang sangat santun. Maka kepergian beliau ini merupakan kehilangan besar,’’ sebut Markarius.

Menurut kolega dan mantan bawahannya, Azmun adalah orang yang fokus dalam membangun daerah. Ia akan mengesampingkan dinamika politik, demi pembangunan. Menurut salah seorang protokolernya saat jadi bupati bernama Helfandi, Azmun menjadi sosok yang dikagumi bawahan sekaligus disegani kolega, bahkan lawan politiknya.

‘’Bapak orangnya sangat perhatian ke kami-kami bawahannya. Ke mana pun kami turun mendampingi, beliau tidak pernah lupa dan tak pernah mengecewakan. Beliau terkenal royal ke siapapun yang ikut dia,’’ kata Helfandi.

Helfandi begitu kagum dengan ketegasannya Azmun dalam berbirokrasi dan santunnya dalam berpolitik. ‘’Bapak tidak pernah menyimpan dendam ke lawan politik, bahkan kepada bawahannya yang tidak mendukungnya saat pemilu. Tidak akan non job, yang saya tahu ada yang digeser tapi masih jabatan setara, tidak ada yang non job,’’ kata dia.

Helfandi menyebutkan, tidak ada kamus non job pejabat selama Azmun menjabat bupati. Bahkan pejabat yang ketahuan main politikpun tidak pernah di-nonjobkan. ‘’Beliau seperti memisahkan politik dan birokrasi,’’ katanya.

Hal senada juga diakui mantan ajudan Azmun Jaafar, M Faisal. Faisal yang bertahun-tahun menjadi ajudan, tahu persis bagaimana Azmun adalah seorang politisi yang matang dan tidak mengenal balas dendam politik. Ia secara gamblang menyebutkan sejumlah birokrat yang berseberangan secara politik saat pilkada, namun saat pilkada usai nama-nama itu tidak non job.

‘’Kita masih ingat abang kandung Pak Annas Badrun, tetap jadi kepala dinas, Sekda Pak Marwan Ibrahim juga lawan politik, tapi tidak dicopot oleh almarhum dari jabatan sekda. Beliau memang hebat,’’ kata Faisal ditemui Riau Pos di rumah duka.

Kepergian Azmun memang mengejutkan dan seperti tiba-tiba bagi sebagian kawan-kawannya. Hal ini juga dirasakan mantan Sekdaprov Riau Wan Thamrin Hasyim. Ia merasa baru saja bertemu almarhum beberapa waktu lalu, tiba-tiba dapat berita duka.

‘’Kita terkejut, terakhir berjumpa masih sehat, kami jumpa waktu sama-sama melayat seperti ini. Ini tentu menjadi duka, sekarang kita sama-sama berdoa saja supaya keluarga tabah dan semua amal ibadah serta pengabdian dia semasa hidup menjadi pahala,’’ ucap Wan Thamrin.(sol/end/amn/das)

Editor : Rindra Yasin
#bupati pelalawan #bapak pembangunan #Tengku Azmun Jaafar meninggal #pelalawan