Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

2.230 Hektare Kebun Nanas di Sungai Apit, Siak; Ubah Limbah Daun Nanas Menjadi Benang dan Kertas

Monang Lubis • Sabtu, 23 Agustus 2025 | 09:54 WIB
Camat Sungai Apit Tengku Mukhtasar (lima kanan depan), Penghulu Kampung Adat Penyengat Abok Agustinus (topi putih) saat memperlihatkan kain hasil dari limbah daun nanas di Subang, Jawa Barat, Kamis (21/8/2025).
Camat Sungai Apit Tengku Mukhtasar (lima kanan depan), Penghulu Kampung Adat Penyengat Abok Agustinus (topi putih) saat memperlihatkan kain hasil dari limbah daun nanas di Subang, Jawa Barat, Kamis (21/8/2025).

Sungai Apit merupakan kecamatan penghasil nanas di Kabupaten Siak. Luas kebun nanas di Kecamatan Sungai Apit ada 2.230 hektare, dan tersebar di beberapa desa. Di antaranya Desa Penyengat, Tanjung Kuras, Teluk Batil, dan lainnya.

Laporan MONANG LUBIS, Siak Sriindrapura

SAAT ini, masyarakat Sungai Apit tak hanya menjual nanas ke berbagai daerah, termasuk ke Kota Pekanbaru, Jakarta dan Malaysia. Tapi juga memproduksi turunannya, seperti sirup, dan sejumlah penganan bercita rasa nanas.

Bahkan Camat Sungai Apit Tengku Mukhtasar menyebutkan, ke depan pihaknya tak hanya memanfaatkan buah nanasnya saja, tapi juga limbahnya.

Selama ini, limbah nanas, berupa daunnya dibuang begitu saja, dan relatif sulit dimusnahkan. Memerlukan proses yang relatif panjang. Dan ke depan daun nanas akan dimanfaatkan menjadi benang dan kertas.

”Kami harus bisa memanfaatkan limbah daun nanas menjadi produk yang bernilai ekonomis,” kata Camat Tengku Mukhtasar.

Camat bersama Penghulu Kampung Penyengat, Abok Agustinus dan perwakilan kelompok masyarakat, diajak PT RAPP melihat di pemanfaatan limbah daun nanas menjadi produk unggulan di Kabupaten Subang, Jawa Barat, salah satunya serat daun nanas menjadi benang dan kertas.

”Kami melihat di Subang daun nanasnya panjang-panjang, rata-rata 1 meteran, karena kemungkinan jenis nanasnya juga berbeda,” jelas Camat Tengku Mukhtasar, Jumat (22/8) yang baru pulang dari Subang.

Setelah ini, pihaknya akan rapat bersama para penghulu dan kelompok masyarakat membahas teknis pengelolaan limbah daun nanas menjadi bernilai ekonomis. ”Perlu kesungguhan dan semangat yang tinggi untuk memulainya,” katanya.***

Editor : Arif Oktafian
#Kebun Nanas di Sungai Apit #Kebun nanas #limbah #kebun nenas #sungai apit #siak