Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

In Memoriam Dr drh H Chaidir MM; Dikenal sebagai Tokoh Besar yang Diterima Semua Golongan 

Redaksi • Rabu, 19 November 2025 | 10:23 WIB
Rumah Duka : Ustaz Abdul Somad (UAS) saat takziah ke rumah duka Dr drh Chaidir di Jalan Puskopkar Raya Pandau Permai, Selasa (18/11/2025). ft :  EVAN GUNANZAR/RIAU POS
Rumah Duka : Ustaz Abdul Somad (UAS) saat takziah ke rumah duka Dr drh Chaidir di Jalan Puskopkar Raya Pandau Permai, Selasa (18/11/2025). ft : EVAN GUNANZAR/RIAU POS

Suasana rumah di Jalan Puskopkar Raya Blok A4 No 8 Pandau Permai, Kelurahan Pandau Jaya, Kabupaten Kampar, Selasa (18/11) malam mendadak ramai. Rumah tersebut adalah rumah duka kediaman Dr drh H Chaidir MM, Ketua DPRD Riau periode 1999-2004 dan 2004-2009.

Laporan TIM RIAU POS, Pekanbaru


JEJERAN papan bunga ucapan duka cita tampak di sepanjang jalan menuju rumah tokoh masyarakat Riau yang menjabat sebagai Ketua Umum Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR). Di depan rumah berlantai dua tersebut sudah berdiri tiga tenda dengan jejeran kursi yang dipenuhi para petakziah. H Chaidir meninggal dunia di Rumah Sakit Prima Pekanbaru, Selasa (18/11) pukul 17.43 WIB.

Almarhum meninggal di usia 73 tahun dan sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit ini.

Beberapa tokoh seperti mantan Gubernur Riau Rusli Zainal, Wan Thamrin Hasyim, Ustaz Abdul Somad, Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, mantan Bupati Kampar Jefry Noer, dan beberapa pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tampak datang langsung untuk memberikan doa. 

Kabar meninggalnya salah tokoh masyarakat Riau tersebut juga langsung sampai ke Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto. Ia juga langsung menyampaikan ucapan duka cita dan mengajak masyarakat Riau untuk ikut mendoakan almarhum. ”Saya atas nama pribadi dan Pemprov Riau turut berdukacita atas wafatnya tokoh masyarakat Riau Pak Chaidir,’’ ujarnya.

‘’Tentu Riau sangat kehilangan salah satu tokoh masyarakat terbaiknya, Pak Chaidir. Beliau memiliki kontribusi besar dalam pembangunan Provinsi Riau. Selain pemikirannya yang tajam, beliau juga dikenal sangat kritis dalam memberikan masukan positif bagi pemerintah,” tambahnya.

SF Hariyanto turut mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kemudian keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. ”Mari kita berdoa semoga almarhum husnul khatimah dan tempatkan di tempat terbaik bersama orang-orang saleh oleh Allah SWT,” ujarnya.

Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau Datuk Seri Raja Marjohan Yusuf mengatakan, pihaknya merasa sangat kehilangan tokoh masyarakat Riau tersebut. “Kita semua tentu merasa sangat kehilangan. Kita menyayangi beliau, tetapi Allah lebih menyayanginya. Kembalilah jiwa yang tenang, menghadap Sang Al-Khalik. Doa kami semua menyertaimu,” katanya.

Dikatakan Datuk Marjohan, sosok Chaidir merupakan anak jati diri Bumi Lancang Kuning yang telah banyak  berbuat. Keaktifannya di bidang organisasi dan kemasyarakatan tak perlu diragukan. “Aktivitasnya luar biasa. Banyak buah karya dan tulisan yang dihimpun dalam buku maupun tulisan lepas, enak dibaca. Berisikan satire dab terkadang gurauan yg terselip,” katanya.

“Nasihat dan pembelajaran selalu beliau berikan. Dia juga terlihat vokal dalam menyuarakan hak masyarakat adat tempatan dan masyarakat Riau secara keseluruhan,” tambahnya.

Mantan Gubernur Riau Rusli Zainal juga mengatakan, almarhum merupakan sosok tokoh yang bisa dikatakan sebagai Matahari bagi semua orang. Ia merupakan sosok intelektual, politisi, budayawan dan juga tokoh yang mengayomi banyak kalangan.

“Kita tentunya sangat kehilangan sosok beliau. Beliau juga adalah partner saya dalam berdiskusi untuk kepentingan daerah dan juga masyarakat. Oleh karena itu kita doakan mudah-mudahan almarhum dilapangkan kuburnya,” ujarnya.

Ustaz Abdul Somad (UAS) juga turut menyampaikan ungkapan dukanya atas meninggalnya almarhum. UAS menilai Chaidir selama ini sebagai sahabat, walaupun ia selalu merasa almarhum sebagai figur ayah. Maka kepergiannya juga serasa kehilangan orang tua sekaligus sahabat.

‘’Karena beliau tak selama menempat diri sebagai orang tua, walaupun bagi kami melihatnya sebagai figur orang tua,’’ sebut UAS.

UAS juga menilai Chaidir seorang figur yang matang dan tidak mudah membenci orang lain. UAS melihat itu dari pengalaman pribadinya yang berinteraksi selama almarhum masih hidup.


Walaupun UAS mengaku pernah bersilang pendapat pada beberapa hal, namun mereka tidak pernah mengambil sikap bermusuhan. Karena UAS secara khusus selalu menganggap almarhum sebagai sosok orang tua, sahabat dan tokoh Riau yang dihormati dan menghormati.

‘’Yang selalu terbayang adalah senyumnya, selalu bertemu dengan senyum. Kami merasa kehilangan, ini juga merupakan kehilangan bagi seluruh masyarakat Riau,’’ ujar UAS.

UAS juga mendoakan agar almarhum diampuni segala silaf dan salah semasa hidup, dibalas semua kebaikkannya dan ditempatkan di tempat yang baik. ‘’Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan dan kekuatan,’’ ucap UAS.

Chaidir telah memimpin FKPMR selama beberapa periode. Pada Juli 2025 lalu, kembali dikukuhkan sebagai Ketua Umum untuk masa khidmat 2025-2030. Di bawah kepemimpinannya, FKPMR menjadi wadah perjuangan hak-hak masyarakat Riau sekaligus mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.

Di dunia politik, almarhum pernah menjabat sebagai anggota DPRD Riau dan Ketua DPRD Provinsi Riau. Perannya di lembaga legislatif menjadikannya salah satu figur yang sering memberikan pandangan kritis dan konstruktif terkait pembangunan daerah.

Selain itu, Chaidir tercatat aktif di berbagai organisasi, antara lain sebagai Wakil Ketua II DPD Partai Demokrat Riau (2010-2013), Ketua Umum Asosiasi Provinsi PSSI Riau (2013-2017), serta pembina di sejumlah institusi pendidikan, termasuk Politeknik Chevron Riau. Selain itu, ia juga aktif menulis di kolom media, menerbitkan buku dan menjadi pembicara di berbagai forum akademik.

Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho termasuk salah seorang yang menyampaikan belasungkawa. Ia menilai wafatnya Chaidir merupakan kehilangan besar bagi masyarakat Riau, mengingat sosok almarhum yang dikenal bijak dan penuh teladan. “Saya menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas meninggalnya Pak Chaidir. Beliau orang baik dan tokoh panutan yang banyak berjasa untuk Riau,” kata Agung.

Agung mengenang Dr Chaidir sebagai figur yang rendah hati, dekat dengan masyarakat dan kerap memberi pandangan yang menyejukkan. Ia juga menyebut almarhum sebagai tokoh yang selalu mengutamakan kepentingan publik dan dihormati oleh berbagai generasi. “Beliau adalah tokoh yang menjadi tempat bertanya, tempat meminta pendapat. Pikiran-pikirannya visioner dan kontribusinya nyata bagi daerah,” ucap Agung.

Meninggalnya Chaidir menjadi duka buat warga Kabupaten Rokan Hulu. Atas kabar tersebut, Bupati Rohul Anton ST MM menyampaikan ungkapan belasungkawa. Bupati Anton menyebut almarhum Chaidir sebagai sosok berpengaruh, cendekia dan penuh dedikasi dalam membangun daerah.

Bahkan dirinya sudah lama kenal almahum. Anton bercerita, saat mahasiswa hingga staf PNS dan menjabat sebagai Kadis PUPR Rohul, ia sering berkomunikasi dan banyak memberikan masukan, saran dan ide untuk kemajuan pembangunan infrastruktur di Rohul, termasuk hingga kini dirinya menjabat sebagai Bupati Rohul.

“Atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, kami menyampaikan duka cita yang sangat mendalam. Rokan Hulu kehilangan salah satu putra terbaiknya, tokoh besar yang telah mengharumkan nama Riau dan tanah kelahirannya,” ujar Bupati Anton saat dikonfirmasi, Selasa (18/11).

Menurutnya, perjalanan hidup almarhum adalah inspirasi nyata bagi generasi sekarang. Beliau lahir di sebuah dusun kecil bernama Pemandang, Kecamatan Rokan IV Koto, Rohul. Almarhum membuktikan bahwa kerja keras dan pendidikan mampu mengantarkan seseorang pada posisi strategis dalam pemerintahan dan pembangunan bangsa. Menjadi tokoh intelektual, politisi, dan budayawan

Bupati Anton menegaskan almarhum dikenal sebagai sosok yang visioner, rendah hati, dan berwawasan luas. “Beliau adalah figur cerdas dan berkarakter kuat. Pemikiran beliau tentang kebudayaan Melayu, pembangunan daerah serta masa depan kampung halamannya (Rohul) dan Riau sangat mendalam. Kami sangat kehilangan sosok yang selalu memberikan gagasan cemerlang,” kata Bupati Anton.

Bupati Anton menegaskan, keteladanan almarhum tidak boleh hilang begitu saja.“Semangat beliau harus kita warisi. Beliau tokoh yang membuktikan bahwa anak desa dari Rokan Hulu dapat berdiri di panggung nasional dan internasional. Beliau inspirasi bagi anak-anak muda Rohul,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Bupati Anton mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. “Saya mengajak seluruh masyarakat Rohul khususnya Riau umumnya. Mari kita doakan almarhum. Semoga Allah SWT mengampuni dosanya, melapangkan kuburnya, menerima seluruh amal kebaikannya serta memberikan kekuatan dan kesabaran bagi keluarga yang ditinggalkan,” tuturnya.

Almarhum Chaidir meninggalkan istri Yulianti dan empat anak. Almarhum direncanakan dimakamkan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pandau Permai di Jalan Pasir Putih, Kampar, Rabu (19/11) ba’da Salat Zuhur. Sebelum dimakamkan, almarhum akan disalatkan di Masjid Al-Ikhlas, Pandau Permai yang juga tidak jauh dari kediamannya.(sol/ilo/epp/das)

 

 

 

 

Editor : Arif Oktafian
#duka cita #papan bunga #Semua Golongan #tokoh besar