Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Cerita Para Korban Kebakaran Hotel New Hollywood Pekanbaru; Inisiatif Evakuasi Teman, Naik Kembali dan Terjebak

Prapti Dwi Lestari • Selasa, 23 Desember 2025 | 15:06 WIB
Salah seorang resepsionis Hotel New Hollywood saat melayani tamu yang datang, Senin (22/12/2025). Hotel ini mengalami kebakaran pada Sabtu (20/12/2025) pagi
Salah seorang resepsionis Hotel New Hollywood saat melayani tamu yang datang, Senin (22/12/2025). Hotel ini mengalami kebakaran pada Sabtu (20/12/2025) pagi

Kebakaran yang terjadi di salah satu room New Hollywood Hotel Pekanbaru Jalan Kuantan Raya, Kecamatan Limapuluh, Sabtu (20/12) pagi masih menimbulkan rasa trauma bagi para tamu hotel yang sempat terjebak di lantai 5 hotel berbintang tersebut.

Laporan PRAPTI DWI LESTARI, Limapuluh

SALAH seorang tamu hotel berinisial R kepada Riau Pos menceritakan kronologis kejadian kebakaran yang ia dan puluhan teman-teman kantornya rasakan saat hari kejadian.

Laki-laki tersebut saat ini tengah menjalani perawatan medis di RS Awal Bros Pekanbaru karena paparan asap tebal serta luka sobek di tangan yang memerlukan jahitan menerangkan, ia bersama rombongan tempat kerjanya memang mengadakan kegiatan gathering di hotel tersebut dan sebagian besar peserta ikut menginap di hotel berbintang itu .

Saat kebakaran terjadi sekitar pukul 04.30 WIB, kondisi hotel penuh oleh tamu. Saat itu ia belum tidur, namun dari arah luar kamar terdengar suara teriakan dan keributan membuatnya langsung keluar kamar dan pergi ke arah tangga darurat lantai 3 dan melihat kondisi hotel tersebut sudah dipenuhi asap berwarna putih.

”Saya masih buka laptop. Sekitar jam setengah lima pagi, terdengar suara orang ribut-ribut di luar kamar. Saat mengecek kondisinya belum melihat tanda-tanda kebakaran di lantai 5. Namun, informasi dari tamu lain menyebutkan adanya api di lantai 3. Kami pun turun menggunakan tangga darurat melihat kondisi sudah ada asap putih tapi tipis dan belum terlalu pekat,” jelasnya.

Ia pun sempat merekam kejadian awal asap putih itu dengan menggunakan kamera ponsel genggamnya yang kemudian ia unggah ke media sosial dan kini viral. 

Namun R mengaku terkejut dengan situasi di lokasi yang terlihat tidak menunjukkan kondisi darurat atau kepanikan dari pihak hotel.

”Staf hotel banyak di situ, tapi suasananya santai. Duduk-duduk saja, cuma menutup hidung pakai handuk. Mereka bilang cuma satu kamar yang terbakar,” ungkapnya.

R mulai menyoroti tidak adanya alarm kebakaran yang berbunyi saat kejadian. Dugaan awal kebakaran disebut berasal dari satu kamar dan dianggap terkendali.

Khawatir dengan keselamatan rombongan kantornya, R pun inisiatif sendiri untuk segera kembali ke lantai 5 melakukan evakuasi mandiri terhadap teman-teman kantornya yang ada di kamar lantai 5.

”Saya naik lagi, ketok pintu kamar satu per satu, minta semua turun karena ada kebakaran,” tuturnya.

Seluruh rombongan akhirnya berkumpul di lobi dan area depan hotel. Namun, kondisi di sana justru kembali membuatnya heran.

R memutuskan kembali ke kamar lantai 5 karena tidak ada larangan atau peringatan lanjutan dari pihak hotel. ”Baru 5 sampai 10 menit di kamar, tiba-tiba terdengar teriakan. Asap hitam masuk dari sela pintu,” ujarnya dengan suara bergetar.

Saat membuka pintu kamar, kondisi sudah gelap total. Listrik padam, asap hitam pekat memenuhi koridor, dan tidak terlihat satu pun staf hotel.

”Tidak ada alarm, tidak ada staf. Saya tidak bisa lihat apa-apa karena lampu sudah mati dan saya sudah kehabisan nafas,” sebutnya.

Dalam kondisi panik, R berusaha mencari tangga darurat dengan cara meraba ke dinding hotel. Namun asap semakin tebal membuat pernapasan terasa sangat menyakitkan.

”Setiap tarik napas rasanya dada, tenggorokan, mata, semuanya perih. Saya sampai meraba-raba karena gelap,” ucapnya.

Merasa kehabisan tenaga, R berfikir untuk menerobos kepungan asap dari arah bawah dengan merangkak namun nafasnya semakin sakit sehingga ia menghentikan langkahnya itu.

R berpikir untuk mencari jalan keluar lainnya. Dengan berlari ke ujung koridor dan menemukan jendela yang sulit dibuka. Demi mendapatkan udara, karena posisinya jendela itu hanya berbuka beberapa centimeter saja sehingga ia memaksa membuka jendela dengan cara pemukul dengan tangan kosong hingga tangannya sobek.

”Saya pukul jendela supaya bisa ambil napas. Tangan saya sobek dan harus dijahit. Tapi posisinya saya masih di lantai 5 dan di samping jendela itu ada jalan kecil. Di bawah sudah banyak orang yang teriak agar saya jangan lompat, tapi kondisi saya yang kehabisan nafas ingin meloncat namun tidak jadi,” jelasnya.

Beberapa tamu lain, termasuk pasangan suami istri, juga berlindung di lokasi tersebut.

”Saya dengar istri dari sepasang suami-istri itu bilang ke suaminya, “Sayang, aku sudah tidak kuat”. Saya sendiri teriak minta tolong karena benar-benar tidak bisa nafas,” kenangnya.

Dari bawah, warga dan petugas meminta terus meminta seluruh para korban agar tidak melompat, sembari terus mencari tangga darurat yang bisa digunakan untuk mereka keluar dari atas hotel.

”Saya benar-benar sampai berpikir lebih baik lompat daripada mati karena asap. Tapi akhirnya kami diselamatkan dengan menaiki tangga darurat kemudian turun ke bawah dan langsung naik ke mobil ambulans, dengan kondisi tangan sudah berlumuran darah dan nafas sesak sekali, mata juga perih, pandangan juga buram karena kena asap hitam itu,” ucap R.

Di sisi lain, tim Riau Pos mencoba mengkonfirmasi pihak New Hollywood Hotel dengan mendatangi hotel yang terbakar akhir pekan itu. Seorang staf resepsionis bernama Julian mengatakan jika tidak ada manajemen hotel yang berada di lokasi karena tengah keluar kota.

”Maaf manajemen sedang keluar kota di Air Molek. Tidak ada yang bisa ditemui. Nomor telepon juga tidak bisa saya berikan karena tidak mendapatkan wewenang dari manajemen hotel,” katanya.(ayi)

Editor : Arif Oktafian
#Hotel New Hollywood Pekanbaru #korban #kebakaran