TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - KEYLA Novianti adalah siswi kelas XII MAN 1 Kuansing. Tahun ini, ia pun menamatkan pendidikannya. Ia berangkat menunaikan haji tahun ini berdasarkan kuota pelimpahan sebagai ahli waris. Ayahnya, Badu Ramin meninggal dunia setelah mendaftar haji pada tahun 2023. Pihak keluarga pun sepakat menunjuk dirinya untuk menggantikan sang ayah.
Keyla lahir di Desa Petai, Kecamatan Singingi Hilir pada 1 November 2007. Ia adalah anak keenam dari enam bersaudara pasangan Badu Ramin (ayah) dan Baderiati (ibu) yang keduanya sudah meninggal dunia. “Ibu meninggal tahun 2021 dan ayah tahun 2023,” ujarnya, pekan lalu.
Meski usianya masih muda belia, tapi Keyla sudah siap fisik maupun mental untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini. Baginya, keberangkatan haji kali ini bukanlah sebuah dadakan. Sebab ia memang sudah menerima amanat dari tahun 2021 untuk bisa menggantikan haji jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.
Baca Juga: Sudah Tujuh Orang Daftar Calon Direktur BSP
“Orang tua saya sudah jauh-jauh hari beramanat jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan agar menggantikannya ke Tanah Suci. Itu sudah disampaikan pada tahun 2021 di depan abang dan kakaknya serta keluarga. Jadi keberangkatan ini untuk menjalankan amanat orang tua,” ujarnya.
Untuk keberangkatan, ia sudah mempersiapkan diri jauh hari. Baik itu persiapan dokumen, kesehatan maupun penunjang kelancaran haji yang akan dilaksanakan.
Ia pun sudah mengikuti manasik haji tingkat kecamatan bulan lalu. Menurutnya, pelaksanaan manasik haji yang dilakukan sangat asik dan santai sehingga mudah dipahami kaum gen Z.
Begitu juga dengan berbagai perlengkapan dan dokumen haji seperti paspor, koper dan identitas diri. “In sya Allah, kalau untuk persiapan sudah bisa dibilang full effort,” ujar Keyla lagi.
Baca Juga: Wali Kota Pekanbaru Ganti Sepeda Motor Disabilitas yang Hilang
Ia juga sudah menjalankan vaksinasi yang diwajibkan bagi seluruh jemaah. Baik vaksin meningitis, influenza, dan Inactivated Poliovirus Vaccine (IPV). “Meningitis dan influenza dilakukan di Kemenhaj Kuansing. Vaksinasi IPV di Puskesmas Koto Baru, Kecamatan Cerenti,” papar Keyla.
Di tanah suci, Keyla mengaku ada doa khusus yang ingin iya panjatkan bagi orang tua, keluarga, dan dirinya sendiri. “Mudah-mudahan dikabulkan dan dilancarkan dalam menjalankan ibadah haji nanti,” ujarnya.
Kepala Kantor (Kakan) Kemenhaj Kuansing H Armadis didampingi Pelaksana harian (Plh) Kasubag TU Eka Permata Sari menjelaskan, Keyla sebagai ahli waris menggantikan orang tuanya. “Semua dokumen haji, paspor, koper dan lainnya sudah atas nama Keyla,” katanya.
Baca Juga: Komitmen Pekanbaru Lebih Bersih dan Mandiri Energi
JCH Kuansing yang berjumlah 186 orang ditambah satu orang tenaga kesehatan dari Puskesmas Gunung Toar, dr Natalia Dedetuwitri, dipimpin oleh lima Ketua Rombongan (Karom) dan 18 Ketua Regu. Seluruh JCH Kuansing sudah mengikuti manasik haji tingkat kecamatan. “Semua JCH Kuansing tergabung dalam kloter delapan dalam kondisi sehat dan siap berangkat,” ujarnya.
Untuk pemberangkatan JCH menunaikan ibadah haji, lanjut Armadis, belum ada penundaan oleh Kementerian Haji RI. Tetap dijadwalkan bertolak dari Telukkuantan ke Pekanbaru pada 28 April 2026. Kemudian dari Pekanbaru ke asrama haji Batam pada 29 April 2026.
Dan bertolak dari asrama haji Batam ke Tanah Suci pada 30 April 2026 pukul 10.45 WIB dan sampai pukul 16.10 waktu Arab Saudi. Untuk tahun ini, Pemkab Kuansing kembali membantu biaya domestik seluruh jemaah. Kemenhaj Kuansing mengapresiasi atas dukungan penuh Pemkab Kuansing yang sangat membantu jemaah yang menunaikan ibadah haji.(das)
Laporan DESRIANDI CANDRA
Editor : Arif Oktafian