Riuh tepuk tangan, gelak tawa, alunan musik, hingga sorak penonton memenuhi arena Komunika Fest 2026 yang digelar di Pekanbaru, Jumat-Sabtu (15-16/5). Festival yang digagas mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Riau ini sukses menghadirkan suasana penuh energi muda lewat perpaduan seni, budaya, film, stand up comedy, konser musik, hingga seminar edukatif dalam satu panggung besar.
Laporan M ALI NURMAN, Kota
SEJAK hari pertama, antusiasme pengunjung sudah terlihat memadati lokasi acara. Tidak hanya mahasiswa, masyarakat umum hingga komunitas lokal juga ikut larut dalam kemeriahan festival yang mengusung konsep komunikasi melalui medium seni dan komedi. Area acara dipenuhi penonton yang berpindah dari satu pertunjukan ke pertunjukan lain, mulai dari pemutaran film karya mahasiswa, penampilan budaya, musik, hingga bazar UMKM yang ramai dikunjungi.
Di sudut lain, deretan tenant makanan dan minuman tampak sibuk melayani pengunjung. Sementara di area pameran seni, sejumlah lukisan karya komunitas lokal menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta yang datang. Suasana semakin pecah ketika penampilan musik dan sesi nyanyi bersama berlangsung. Penonton tampak ikut bernyanyi dan menikmati penampilan yang disajikan di atas panggung.
Baca Juga: Mulai Ramai Didatangi Calon Pembeli
Ketua Pelaksana Komunika Fest 2026, Habib Abdurrohman mengatakan, festival tersebut lahir dari keresahan mahasiswa komunikasi terhadap medium penyampaian pesan yang paling relevan bagi generasi saat ini.
”Tujuan utama kami sebenarnya ingin menjawab pertanyaan, media atau medium apa yang paling relevan bagi generasi sekarang untuk menerima pesan. Menurut kami, sejauh ini seni dan komedi adalah medium yang paling dekat dengan generasi muda. Karena itu di Komunika Fest ini kami menggabungkan unsur seni, budaya, edukasi, dan komedi,” ujarnya.
Penanggung jawab pelaksanaan Komunika Fest, Dhea Fauzana mengatakan, festival tersebut pada dasarnya merupakan tugas akhir semester mahasiswa Ilmu Komunikasi dalam mata kuliah event organizer. Namun lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang praktik nyata bagi mahasiswa untuk belajar mengelola acara secara langsung.
”Tujuan kami bukan sekadar memenuhi tugas kuliah, tapi juga melatih mahasiswa agar punya soft skill dan hard skill dalam pengelolaan event. Mulai dari proses diskusi, koordinasi, pengelolaan acara, sampai turun langsung ke lapangan,” katanya.
Dhea mengaku antusiasme pengunjung di luar ekspektasi panitia. Awalnya, mereka hanya menargetkan sekitar 200 hingga 300 pengunjung selama dua hari pelaksanaan. Bahkan target maksimal hanya 500 orang.
”Namun baru hari pertama saja pengunjung sudah hampir mencapai 300 orang. Kami benar-benar tidak menyangka seramai ini,” ujarnya.
Seorang peserta, Adhari, mengaku menikmati seluruh rangkaian acara yang menurutnya berbeda dari festival kampus pada umumnya. ”Acara ini seru juga, saya jadi tahu ada banyak penampilan dari UKM kampus. Yang paling menarik menurut saya stand up comedy, konser, dan nyanyi bareng,” katanya sambil berharap berharap Komunika Fest bisa terus berlanjut setiap tahun.***
Editor : Arif Oktafian