Meski sedih dan kecewa, para supporter Meksiko bisa menerima kekalahan dari Inggris. Ada yang berpelukan untuk saling menguatkan, ada orang tua yang menghibur anaknya yang bersedih, bahkan ada pula yang bertukar jersey dengan pendukung tim lawan.
Laporan: M ALI MAHRUS, Mexico City
PERTANDINGAN sudah sekitar sejam berlalu. Namun, di pelataran depan pintu utama Stadion Azteca, Mexico City, yang masih basah oleh tetesan air hujan, para suporter Meksiko masih “merayakan kekalahan” 2-3 tim kebanggaan mereka dari Inggris di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Para suporter tim berjuluk El Tri itu bertepuk tangan dan meneriakkan chant, “Ay, ay, ay, ay//canta y no llores//porque cantando se alegran//Cielito lindo, los corazones (Ay, ay, ay, ay//bernyanyilah dan jangan menangis//karena dengan bernyanyi//wahai sayangku, hati menjadi gembira).”
Meksiko menyusul Kanada sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 yang gagal melaju ke perempat final. Untuk kali pertama mereka takluk di Azteca sejak 2013. Untuk kali pertama pula El Tri tunduk di stadion legendaris itu dalam sebuah laga Piala Dunia.
Baca Juga: Menelisik Keabadian Tenun Melayu di Kampung Bandar, Merajut Jejak Zaman di Tepian Siak (bagian 1)
Kegagalan itu juga berarti Meksiko gagal mengulang raihan terbaik mereka dengan lolos ke perempat final pada Piala Dunia 1970 dan 1986 yang juga mereka tuan rumahi. Namun, seperti terlihat di pelataran Azteca, tak ada cacian.
Puluhan ribu suporter Meksiko yang memadati stadion menerima dengan lapang dada, meski rasa sedih tentu tetap ada. Seperti disaksikan langsung oleh JPG yang mendapatkan undangan dari Coca-Cola Indonesia untuk menyaksikan langsung jalannya pertandingan, saat keluar stadion mereka masih meneriakkan dukungan kepada tim Sombrero, sebutan lain skuad Meksiko.
Berbagi Bir
Di depan pintu-pintu keluar Stadion Azteca, para suporter Meksiko yang lebih dulu meninggalkan tribun berkumpul menghadap pintu keluar. Mereka bertepuk tangan menyemangati rekan-rekan yang baru keluar dari stadion.
Berbagai pemandangan mengharukan tersaji setelah pertandingan selesai. Ada suporter Meksiko yang berpelukan untuk saling menguatkan, ada orang tua yang menghibur anaknya yang bersedih, dan ada pula suporter Meksiko dan Inggris yang bertukar jersey yang mereka kenakan.
Berbagi bir pun mereka lakukan sambil tertawa-tawa. “Ya, beginilah sepakbola bagi kami. Kami menikmati sama-sama apa pun hasilnya,” ujar Bryan Smith yang terbang dari Newcastle, Inggris, bersama dua rekannya.
Smith berharap The Three Lions-julukan skuad Inggris-bisa memecah kebuntuan dengan kembali menjadi juara Piala Dunia. Kampiun 1966 adalah raihan tertinggi sekaligus satu-satunya bagi Inggris di ajang akbar empat tahunan ini.(*/ttg/gem)
Editor : Arif Oktafian