Pameran yang menampilkan naskah-naskah kuno digelar di Perpustakaan Tenas Effendy Kota Pekanbaru, Senin (14/9). Pameran ini digelar dalam rangka memeriahkan Hari Kunjung Perpustakaan (HKP).
Laporan PRAPTI DWI LESTARI, Pekanbaru
Memasuki Perpustakaan Tenas Effendy Kota Pekanbaru, pengunjung diperlihatkan sekitar 18 naskah kuno yang terdiri dari naskah berbahasa Arab dan Arab Melayu. Naskah yang dipamerkan diperkirakan berasal dari abad ke-19. Termasuk salah satu naskah yang masih ditulis di atas daun lontar dan memuat terjemahan kitab.
Naskah kuno ini menjadi sumber penting dalam menggali sejarah Pekanbaru. Termasuk bukti penyebutan nama Pekanbaru dalam surat Raja Ali yang tersimpan di Leiden.
Berbagai koleksi ditampilkan di pameran yang berlangsung selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 September tersebut. Di antaranya naskah tafsir tulisan tangan, Tarekat Naqsyabandiyah, azimat, petuah, rajah, serta sejumlah naskah kuno lainnya.
Baca Juga: Rencana Jahat Dimatangkan di Kamar Hotel, Dari Sidang Kasus Pembunuhan Lansia di Rumbai Pekanbaru
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru Muhammad Amin mengatakan, pameran naskah kuno ini menjadi langkah edukasi bagi masyarakat Pekanbaru dalam mengenal lebih dalam tentang makna serta ilmu pengetahuan yang terkandung di dalamnya, hingga dapat menjadi falsafah hidup masyarakat .
Menurutnya, pameran naskah kuno juga merupakan bagian dari inovasi untuk menarik masyarakat datang ke perpustakaan. Kegiatan tersebut digelar bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, BRIN, Balai Pelestarian Kebudayaan Melayu Riau, dan Bunda Literasi Kota Pekanbaru.
Baca Juga: Tiga Kali Reschedule, Astrid Terpaksa Tempuh Rute Memutar ke Jakarta
Pameran ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kunjungan masyarakat sekaligus mengenalkan khasanah sejarah dan budaya Melayu. ”Ini sebenarnya langkah inovasi agar kunjungan perpustakaan kita meningkat. Kita memang harus selalu membuat inovasi-inovasi seperti ini,” ujarnya
Muhammad Amin menambahkan terdapat sekitar 18 naskah kuno dipamerkan, terdiri dari naskah berbahasa Arab dan Arab Melayu. ”Penggalian naskah kuno masih perlu kita lakukan, terutama di Pekanbaru sebagai langkah edukasi masyarakat karena banyak informasi dan pengetahuan yang terkandung didalamnya. Semoga pameran ini dapat menambah khazanah budaya Melayu di Kota Pekanbaru,” katanya.
Baca Juga: Akademi Como 1907 Larang Sundulan, Aturan Revolusioner untuk Lindungi Otak Pemain Muda
Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Pekanbaru bidang Kemasyarakatan dan SDM, Mardiansyah, mengatakan Pemko Pekanbaru mendukung pelestarian dan pemanfaatan kembali naskah-naskah kuno.
Menurutnya, catatan dari generasi terdahulu dapat menjadi sumber pembelajaran untuk memahami pemikiran dan kehidupan masa lalu serta memberikan masukan bagi pemerintahan saat ini.
Sementara itu, salah seorang pengunjung, Nadin Fadhilah Pramesti, mahasiswa Umri mengaku tertarik karena pameran tersebut memberinya kesempatan mengenal budaya Melayu Riau.
Baca Juga: Dengarkan Pelanggan di Sembilan Wilayah, Cara XLSmart Memperingati Customer Day
”Ini jelas sangat menarik. Karena saya yang keturunan Jawa-Minang memiliki pasa penasaran dengan budaya Melayu Riau. Sebagai Gen Z, kami jarang dihadirkan dengan kegiatan seperti ini. Jadi, ini menjadi momen yang tepat untuk belajar dan mengenal naskah kuno. Ini sangat sayang dilewatkan oleh pengunjung perpustakaan tenas Efendy dan harusnya dipemerkan di tempat umum agar generasi muda mengetahui sejarah dan mengenal kebudayaan dari sumbernya,” ujarnya.***
Editor : Arif Oktafian