Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

ECT, Hal Sepele Ini Sering Banget Bikin Pusing Pemilik Avanza-Xenia, Apa Itu?

Redaksi • Senin, 27 Mei 2024 | 16:50 WIB
Ilustrasi: Sensor ECT.
Ilustrasi: Sensor ECT.

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia merupakan mobil kembaran. Duet keduanya sudah ada sejak awal 2004 silam dan sejauh ini masih jadi salah satu mobil paling laris di pasaran.

Mengingat Avanza dan Xenia kembaran, masalah keduanya juga mirip-mirip. Salah satu penyakit yang sering dikeluhkan adalah sensor ECT bermasalah.

Rusaknya sensor ECT pada Avanza dan Xenia sebetulnya sepele. Hanya saja, karena komponennya kecil dan tidak terlihat, kerusakan sensor ECT di Avanza-Xenia sering bikin pusing tujuh keliling para pemilik mobil tersebut.

Baca Juga: Terlilit Masalah Finansial, Xavi Sebut Tak Mudah Bagi Pelatih Baru Bangkitkan Barcelona

Keluhan penyakit sensor ECT di Avanza-Xenia juga banyak dibicarakan di forum dan grup-grup Facebook. Masalah ini juga sering dibahas di video YouTube dengan banyak mekanik yang memberikan tutorial.

Sensor ECT adalah komponen pada mesin mobil berupa thermistor type NTC (Negative Temperature Coefisien). Sensor yang satu ini dikenal juga dengan istilah sensor WTS atau Water Temperature Sensor.

Letak dari ECT ada di blok mesin atau di bagian bawah rumah thermostat. Ketika kinerja mobil tidak bisa maksimal atau bahkan mesin mati akibat overheat, itu artinya sensor mulai mengalami masalah.

Baca Juga: Honda Maytic Day, Ratusan Bikers Dihibur Koplo dan DJ

Gejala sensor ECT rusak ini bisa ditandai dengan aktivitas mencurigakan lainnya pada mobil. Misalnya, kipas radiator atau electric fan masih menyala padahal mesin mobil atau kontak sudah dimatikan.

Ini lantaran sensor mengirim atau membaca sinyal palsu. Suhu ruangan dianggap sebagai suhu panas sehingga akhirnya mengirim sinyal menyala ke kipas radiator. Bisa bikin aki tekor.

Lampu indikator mesin (check engine) pada mobil juga bisa menyala karena kerusakan sensor ECT ini. Selain itu, bisa juga mesin overheat karena kipas pendingin (cooling fan) menerima sinyal palsu dan tidak berputar walau mesin dalam kondisi panas.

Baca Juga: Korban Longsor Capai 670 Orang Lebih

Kalau sudah rusak, bisa langsung dilakukan penggantian. Sensor ini tidak bisa diservis atau "diakali". Harus langsung diganti. Harganya juga nggak mahal, hanya perlu beberapa lembar uang Rp 100 ribuan saja.

Sumber: JawaPos.com

Editor : M. Erizal
#daihatsu #xenia #toyota #avanza