Di sisi lain, kendaraan khususnya mobil, yang full listrik masih dipertimbangkan banyak orang untuk dimiliki. Itu lebih disebabkan infrastruktur dan harga baterai yang mahal apabila rusak.
Solusi lainnya tentu dengan memilih kendaraan hemat bahan bakar serta ramah lingkungan (hybrid). Cara kerja mobil hybrid menggunakan dua sumber tenaga yaitu paduan bahan bakar atau mesin konvensional dan listrik sehingga bisa menjadi solusi untuk kebutuhan mobil masa kini.
Baca Juga: Insentif Mobil Hybrid Bakal Gairahkan Pasar
Mobil hybrid merupakan jenis kendaraan yang menggunakan sistem penggerak dengan dua sumber energi, yaitu mesin bensin dan listrik dari baterai diproses motor listrik. Kombinasi dari penggunaan dua sumber energi ini diyakini mampu menghasilkan efisiensi lebih tinggi dari mesin konvensional.
Namun demikian tak banyak yang tahu, secara umum, mobil hybrid terdiri dari tiga jenis yaitu full hybrid, standard hybrid dan plug-in hybrid. Masing-masing jenis ini memiliki cara kerja yang berbeda. Cara kerja jenis teknologi mobil hybrid tersebut juga berbeda, berikut selengkapnya.
Full Hybrid
Dilansir dari laman Wuling, cara kerja mobil hybrid jenis ini secara penuh menggunakan tenaga dan sumber utama energi dari mesin bensin. Sedangkan motor listrik hanya berfungsi untuk memberikan tenaga tambahan jika diperlukan.
Baca Juga: Inovasi Industri Otomotif Harus Dipacu, Hyundai Rilis Mobil EV Gunakan Baterai Buatan Lokal di GIIAS 2024
Pada mobil full hybrid, motor listrik digunakan sebagai satu-satunya sumber penggerak mobil ketika kendaraan berada dalam kecepatan rendah. Hal ini membuat mobil full hybrid sangat irit bahan bakar sehingga sangat efektif digunakan ketika jalan macet.
Pada kecepatan jelajah tertentu, mesin bensin dan motor listrik pada mobil full hybrid akan secara bersamaan digunakan untuk menggerakkan mobil. Sedangkan pada saat pengereman, fungsi motor dari penggerak roda menjadi penghasil daya listrik sehingga menghasilkan listrik yang disimpan di dalam baterai.
Standard Hybrid
Mobil hybrid adalah mobil yang sumber penggeraknya dilakukan oleh mesin bensin dan motor listrik. Cara kerja mobil standard hybrid adalah dengan mengubah energi yang dihasilkan dari mesin bensin menjadi energi listrik yang berguna untuk mengisi baterai.
Baca Juga: All New KONA Electric Sukses Jadi Pusat Perhatian di GIIAS
Pada kecepatan jelajah tertentu, mesin bensin akan secara penuh mengambil alih tenaga penggerak mobil. Saat baterai kekurangan daya ketika dalam kecepatan jelajah, maka generator akan mengubah energi yang dihasilkan oleh mesin bensin untuk mengisi baterai. Pada saat proses pengereman, generator juga dari energi gerak mobil sistem hybrid akan diubah menjadi energi listrik. Sedangkan saat mobil berhenti sementara, maka peralatan elektronik mobil akan mengambil daya dari baterai.
Plug-in Hybrid
Pada dasarnya cara kerja mobil plug in hybrid hampir sama dengan kendaraan hybrid. Yang membedakan hanya pada kapasitas baterai yang lebih besar sehingga memungkinkan jangkauan jelajah yang lebih luas. Mesin bensin hanya akan diaktifkan dalam kondisi darurat saat mobil kehabisan daya baterai.
Pada mobil hybrid jenis ini, pemilik bisa melakukan pengisian ulang daya baterai dengan cara mengecas di rumah atau SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) menggunakan plug-in tersebut. Dengan penggunaan kapasitas baterai lebih besar, membuat mesin bensin lebih jarang bekerja.
Sumber: Jawapos.com
Editor : RP Rinaldi