JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Wajah mulus Anda akan ternoda dengan adanya jerawat. Apalagi dengan jerawat dengan benjolan merah yang membuat penampilan kita terganggu. Jerawat dengan benjolan merah ini dikenal juga dengan nama jerawat nodular. Tahukah Anda, ternyata masalah kulit tersebut lebih menyakitkan karena menginfeksi jauh di bawah kulit.
Dikutip dari Jawapos.com via Healthline, secara umum jerawat disebabkan karena adanya kotoran yang terperangkap pada pori-pori. Terlebih, minyak (sebum) bercampur dengan sel kulit mati, menyumbat pori-pori. Kombinasi ini sering kali menyebabkan terbentuknya komedo hitam dan komedo putih.
Namun, jerawat nodular ternyata disebabkan bakteri p.acne. Di mana bakteri tersebut ikut terperangkap di pori-pori bersama sebum dan sel kulit mati. Karena terperangkap, bakteri ini kemudian berubah menjadi infeksi.
Infeksi pada kulit masuk ke bawah kulit Anda sehingga menyebabkan pori-pori yang terkena menjadi merah dan bengkak. Oleh karena itu, kondisi jerawat nodular memang lebih menyakitkan dan parah dari jerawat biasanya.
Bahkan, jerawat nodular bisa meninggalkan jaringan parut pada kulit. Hal ini dikarenakan pengobatan jerawat nodular yang tidak tepat sehingga merusak sel-sel kulit disekitarnya.
Kulit yang meradang biasanya berubah menjadi bintik hitam. Menurut American Academy of Dermatology, terbentuknya bintik hitam memerlukan waktu beberapa bulan bahkan bertahun-tahun untuk hilang. Bintik-bintik tersebut dapat berubah menjadi jaringan parut permanen.
Jerawat nodular berisiko lebih besar menyebabkan jaringan parut apabila Anda memencet benjolan. Sehingga, cara terbaik untuk mencegah jaringan parut akibat jerawat nodular adalah dengan mengobatinya segera sekaligus menahan keinginan untuk memencetnya.***
Editor : RP Edwar Yaman