JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Mendidik dan membesarkan anak untuk menjadi orang yang baik bukan hanya mengajari mereka terkait sopan santun. Jauh dari itu ialah, apa yang kita lakukan dan apa yang kita katakan.
Terkadang, perilaku kita sendiri, bahkan jika tidak disengaja, dapat menempatkan anak-anak kita di jalan yang tidak kita inginkan.
Dikutip dari Geediting pada Minggu (22/12), tahukah Anda bagian yang rumit? Kita sering terjebak dalam kesibukan sehari-hari sehingga kita bahkan tidak menyadari kebiasaan-kebiasaan ini.
Lantas apa saja 5 kebiasaan buruk yang perlu dihindari agar anak tumbuh menjadi lebih baik? Apa yang perlu Anda lakukan sebagai orangtua? Simak penjelasannya!
1. Kebiasaan Berbohong
Ini mungkin terdengar kasar, tetapi jika Anda adalah orang tua, Anda mungkin memahami godaan untuk mengatakan kebohongan kecil untuk menghindari krisis atau untuk membuat segalanya sedikit lebih mudah saat ini.
Bahkan penipuan kecil ini dapat menjadi preseden yang mungkin bukan pertanda baik untuk menumbuhkan kejujuran pada anak Anda.
Anak-anak sangat perseptif dan sering menangkap ketidakkonsistenan antara apa yang dikatakan orang tua mereka dan apa yang mereka lakukan.
Ketika mereka menangkap orang tua berbohong, itu dapat membingungkan pemahaman mereka tentang kebenaran dan integritas.
2. Terlalu Mengekang
Kita semua ingin menjaga anak-anak kita aman dari bahaya. Tetapi terlalu mengekang mereka bisa menyebabkan merusaknya kepercayaan diri mereka.
Mengapa? Karena mengekang berlebihan dapat menyebabkan anak-anak merasa tidak mampu mandiri dan bergantung pada orang tua.
Sehingga menyebabkan mereka mungkin tumbuh menjadi kurang percaya diri dan berjuang untuk membuat keputusan sendiri.
Oleh karena itu, biarkan anak Anda membuat kesalahan. Biarkan mereka belajar dari kegagalan mereka. Ini adalah salah satu cara paling efektif mereka dapat tumbuh dan mengembangkan ketahanan.
3. Sikap Perfeksionisme
Kita semua ingin anak-anak kita unggul, tetapi kita perlu ingat bahwa tidak apa-apa bagi mereka untuk menjadi biasa saja dalam beberapa hal.
Tidak apa-apa bagi mereka untuk membuat kesalahan, karena itu adalah batu loncatan untuk mereka dalam belajar dan tumbuh.
4. Mengabaikan Perawatan Diri Sendiri
Mengabaikan perawatan diri Anda sendiri sebagai orang tua dapat memiliki efek riak yang signifikan pada pengasuhan anak Anda. Kita perlu memprioritaskan perawatan diri karena dua alasan penting.
Para ahli mencatat bahwa kurangnya perawatan diri dikaitkan dengan kurangnya kesabaran dengan anak-anak kita.
Selain itu, ketika kita tidak menjaga diri kita sendiri, kita secara tidak sengaja mengajari anak-anak kita bahwa mengabaikan kebutuhan mereka sendiri dapat diterima.
Hal ini dapat menyebabkan mereka mengembangkan kebiasaan menempatkan orang lain secara konstan di atas kesejahteraan mereka sendiri, berpotensi menyebabkan kelelahan dan stres seiring bertambahnya usia.
5. Mengabaikan Perasaan Mereka
Sangat mudah untuk melihat masalah anak-anak kita sebagai hal yang sepele. Lagi pula, seberapa parah masalah mereka benar-benar dibandingkan dengan kompleksitas yang dihadapi orang dewasa?
Kita harus meluangkan waktu untuk mendengarkan dan memvalidasi perasaan mereka, tidak peduli seberapa kecil masalahnya.
Pendekatan ini membantu mereka merasa dipahami dan didukung dan mengajarkan mereka cara memproses dan mengekspresikan emosi mereka dengan cara yang sehat.
Sumber: JawaPos.com
Editor : M. Erizal