Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

2 Dongeng Pendek Untuk Anak SD Beserta Pesan Moralnya

Redaksi • Kamis, 24 April 2025 | 09:11 WIB
Ilustrasi kegiatan membaca dongeng
Ilustrasi kegiatan membaca dongeng

RIAUPOS.CO - Dongeng adalah bentuk karya sastra yang menceritakan sebuah kisah yang sebenarnya tidak pernah terjadi. Dongeng memiliki alur yang singkat, bahasanya sederhana, dan ceritanya juga menghibur. Selain itu, kisah dongeng pun biasanya mengandung pesan moral tertentu. Oleh sebab itulah, dongeng sangat cocok dibacakan pada anak – anak SD untuk dipelajari isi kandungannya.

Nah, bagi bunda yang sedang mencari dongeng penuh makna, berikut ini 2 rekomendasi dongeng pendek untuk anak SD yang bisa bunda bacakan pada Si Kecil:

  1. Dongeng Putri Ikan dan Danau Toba

Dikisahkan seorang petani yang hidup sederhana di sebuah desa. Usianya sudah cukup untuk menikah. Pada suatu hari yang cerah, ia memancing ikan di sungai. Petani itu mendapatkan seekor ikan emas yang cukup besar.

Ikan emas itu berubah menjadi seorang gadis yang cantik jelita. Lalu ikan itu berkata dengan bahagia bahwa dia merasa berutang budi pada Si Petani karena telah menyelamatkannya dari kutukan Dewata. Gadis itu bilang tidak keberatan untuk menjadi istri Si Petani yang sudah menolongnya.

Setelah itu, jadilah mereka menjadi sepasang suami istri. Tapi ada janji yang sudah disepakati, yakni mereka tidak boleh menceritakan asal usul Si Gadis. Jika kelak mereka dikaruniai anak, maka jangan sampai anaknya tahu bahwa ibunya merupakan putri ikan. Jika janjinya dilanggar, maka akan terjadi malapetaka.

Setahun kemudian, Sang Istri melahirkan seorang bayi laki – laki yang diberinama Putra. Anak lelaki itu tumbuh menjadi anak yang manis tapi nakal. Dia memiliki kebiasaan aneh, yaitu selalu merasa lapar. Alhasil, makanan untuk bertiga bisa dimakannya sendiri.

Hingga pada suatu hari, Putra mendapat tugas mengantarkan makanan ke sawah untuk Sang Ayah. Namun, dia menghabiskan makanan itu di tengah jalan hingga membuat ayahnya murka karena harus menahan lapar dan dahaga.

Tanpa disadari Si Petani mengumpat anaknya dengan menyebut anak tak tahu diri dan dasar anak ikan. Sesaat setelah mengucapkan kata – kata itu, seketika juga istri dan anak lelakinya lenyap.

Kemudian, dari bekas injakan kaki mereka, tiba – tiba menyembur air yang sangat deras hingga membuat desa Si Petani dan sekitarnya terendam. Air pun meluap dan meluas sampai membentuk sebuah danau. Danau tersebut disebut sebagai Danau Toba oleh penduduk sekitar.

Pesan moral dari dongeng ini adalah jadilah orang yang sabar dan bisa mengendalikan emosi. Jangan pernah melanggar janji yang telah diucapkan.

  1. Dongeng Si Raja Tidur

Dikisahkan seorang Raja dan Permaisuri di Tanah Renjang yang memiliki seorang anak perempuan bernama Putri Serindu. Raja dan Permaisuri menginginkan anak perempuannya itu segera menikah, tapi Putri Serindu hanya ingin menikah dengan si Raja Tidur.

Hingga akhirnya, sang Raja membuat sayembara untuk mencari di Raja Tidur. Banyak laki – laki yang tertarik ikut sayembara itu, termasuk seorang pemuda desa yang bernama Lumang. Dia adalah pemuda yatim piatu. Lumang bekerja membuat bubu (alat penangkap ikan yang dibuat dari anyaman bambu) lalu menjualnya ke pasar.

Dia membuat bubu sambil mengikuti sayembara, dan Lumang sudah menyiapkan semua perlengkapan. Saat lomba dimulai, semua peserta mulai memejamkan mata tapi Lumang malah membuat bubu. Saat semua peserta telah tertidur pulas, Lumang justru belum menyelesaikan bubunya juga. Dia baru bisa menyelesaikan bubunya saat subuh. Setelah itu, dia tidak langsung tidur tapi membereskan dulu sisa – sisa pekerjaannya. Ketika pekerjaannya selesai, Lumang merasa ngantuk yang tak tertahankan lagi.

Sang Putri berkeliling untuk menilai semua peserta. Lalu, dia melihat bubu yang indah dan putri pun terpesona. Bahkan dia sempat melihat perlengkapan membuat bubu punya Lumang. Dia yakin bahwa pemuda itu membuat bubu sebelum tidur. Pemuda itu pastinya kelelahan dan bisa tidur nyenyak. Putri Serindu berpikir kalau Lumang merupakan pemuda yang rajin. Putri juga bahagia bisa menemukan tambatan hatinya. Setelah itu, sang Raja menikahkan putrinya dan Lumang. Mereka pun akhirnya hidup bahagia.

Pesan moral dari dongeng ini adalah untuk menjadi orang yang sukses, kita harus rajin dan tekun.

Editor : Rindra Yasin
#Dongeng Pendek #danau toba #sastra #dongeng