JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Beberapa peristiwa yang terjadi pada tanggal 13 di hari Jumat, ada unsur sejarah dan juga ada alasan yang terkait dengan mitos angka 13 itu sendiri. Makanya Hari Jumat (13/6) menciptakan ketakutan bagi sebagian orang.
Fenomena ini juga dikenal sebagai Friday the 13th. Mengutip Statesman (13/6), asal-usul yang paling populer ialah dari keyakinan agama Kristen, yaitu ketika Yesus Kristus atau Nabi Isa mengadakan perjamuan terakhir ("The Last Supper") dengan 12 pengikutnya. Kemudian datanglah tamu ke-13, Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus dan menyebabkan dia disalib di hari Jumat.
Pada kepercayaan Asia Timur yang lebih dekat dengan Indonesia, angka 4-lah yang menjadi pembawa musibah karena pembacaan hanzi atau kanji "empat" berbunyi "shi", sama dengan "kematian". Contohnya kita begitu sering melihat elevator bangunan rancangan perusahaan Asia hampir tidak pernah mencantumkan lantai empat.
Atribut hari Jumat dan angka 13 sebagai pembawa sial juga ada pada keyakinan Pagan Romawi serta Pagan Norse, dilansir dari How Stuff Works (13/6). Hari Jumat didedikasikan pada dewi cinta Venus (Romawi) atau Freya atau Frigga (Norse). Konon, Freya akan menghampiri perkumpulan penyihir yang biasanya terdiri dari 12 orang, menjadi anggota ke-13.
Tak hanya dewi Freya, dewa kejahilan Loki konon tiba-tiba menghadiri pesta makan malam yang tadinya diikuti 12 orang dan membunuh pahlawan Baldur. Sehingga jika dirangkum baik dari kepercayaan Kristiani dan Norse, ada sebuah larangan untuk mengumpulkan kelompok beranggotakan 13 orang.
Ketakutan atau fobia terhadap kombinasi hari dan tanggal spesifik ini akhirnya disebut friggatriskaidekaphobia - yaitu gabungan nama dewi Frigga yang mewakili hari Jumat dengan triskaideka, berarti angka tiga belas.
Fenomena Friday 13th di bulan Juni merupakan yang satu-satunya sepanjang tahun 2025.
Tentunya tak semua orang atau budaya mempercayai hal ini. Penduduk Italia yang menjadi pusat kejayaan Romawi dahulu kala malah mempercayai 17 sebagai angka sial. Sementara itu, masyarakat dengan pengaruh budaya atau berbahasa Spanyol menjatuhkan ketidakmujuran pada hari Selasa tanggal 13, bukan Jumat.
Sumber: Jawapos.com
Editor : Rinaldi