JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Rem, adalah salah satu komonen kendaraan yang paling penting. Karena dia penting, makanya rem harus selalu dalam keadaan baik. Jangan abaikan tanda-tanda kerusakan, utamanya pada kampas rem.
Biasanya ada bebera tanda kampas rem mulai menipis. Salah satunya ada bunyi berdecit saat pedal diinjak.
Perlu diingat, kampas rem yang mulai menipis bisa mengurangi kemampuan mobil untuk berhenti secara optimal. Kondisi ini juga akan menimbulkan risiko kecelakaan.
Anda juga harus tau kapan saatnya mengganti kampas rem. Yok kenali 5 gejala yang menjadi pertanda kampas rem mobil kamu sudah waktunya diganti seperti dirangkum dari laman Wuling Indonesia, Kamis (21/8).
1. Injakan Pedal Rem jadi Lebih Dalam
Jika Anda merasa pedal rem harus diinjak lebih dalam dari biasanya agar mobil bisa berhenti, itu bisa menjadi tanda bahwa kampas rem sudah menipis. Kondisi ini sering terjadi pada sistem rem tromol di bagian belakang mobil.
Karena kampas menipis, piston rem harus terdorong lebih jauh untuk memberikan tekanan yang sama. Jika terus dibiarkan, performa rem akan semakin menurun dan berisiko membahayakan keselamatan.
2. Pedal Rem Terasa Bergetar saat Diinjak
Salah satu sinyal yang paling mudah dirasakan ketika kampas rem mulai habis adalah munculnya getaran pada pedal rem. Saat permukaan kampas aus dan tidak lagi rata, piringan cakram tidak mampu mencengkeram secara maksimal.
Getaran ini bukan hanya terasa di pedal, tetapi kadang juga merambat hingga ke setir. Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, kondisi ini sangat berbahaya karena mengurangi kestabilan kendaraan saat pengereman.
3. Muncul Suara Berdecit saat Mengerem
Suara berdecit atau mencicit saat menginjak rem bisa jadi tanda kuat bahwa kampas sudah habis. Ketika bahan gesek pada kampas benar-benar menipis, logam kampas akan langsung bergesekan dengan cakram.
Gesekan logam inilah yang menimbulkan suara bising. Jika hal ini dibiarkan, bukan hanya kampas yang rusak, tetapi juga bisa merusak cakram rem yang harganya jauh lebih mahal.
4. Volume Minyak Rem Turun Tanpa Kebocoran
Saat memeriksa mobil dan mendapati volume minyak rem berkurang, jangan buru-buru mengira ada kebocoran. Bisa jadi hal ini disebabkan oleh kampas rem yang sudah aus.
Ketika kampas menipis, piston harus keluar lebih jauh untuk menekan cakram, sehingga ruang hidrolik bertambah dan minyak rem terlihat berkurang. Jika hal ini terjadi, segera periksa usia pakai kampas rem dan pertimbangkan untuk menggantinya agar sistem pengereman tetap aman.
5. Daya Pengereman Semakin Lemah
Kampas rem yang sudah aus membuat gesekan antara kampas dan cakram tidak merata, sehingga area gesek menjadi berkurang. Akibatnya, meski pedal sudah diinjak cukup kuat, daya cengkeram rem terasa semakin lemah.
Efeknya, mobil membutuhkan jarak lebih panjang untuk berhenti, terutama ketika melaju pada kecepatan tinggi. Kondisi ini jelas berbahaya, apalagi saat berkendara di jalan licin atau menurun.
Sumber: Jawapos.com
Editor : Rinaldi