PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Apa yang terjadi ketika sebuah program konservasi penyu di Bali justru lebih banyak berbicara melalui nomor telepon yang ditempel di tempurung, Itulah pendekatan unik yang dijalankan oleh PT Astra Daihatsu Motor (ADM) dalam program CSR mereka. Daihatsu menilai bahwa dampak nyata di bidang lingkungan maupun pendidikan hanya bisa terwujud jika program berjalan konsisten, jauh dari hiruk-pikuk seremonial sesaat.
Salah satu lokasi andalannya adalah kawasan Perancak, Bali, di mana sejak beberapa tahun terakhir Daihatsu mengelola penangkaran penyu dengan pendekatan berbasis ekonomi dan edukasi. Caranya cukup unik: masyarakat umum dapat mengadopsi seekor penyu, lalu setiap penyu yang diadopsi akan diberikan tanda khusus seperti nomor telepon sebagai alat pelacakan.
Program ini mulai terlihat hasilnya pada saat kerja sama dengan Kementerian Pendidikan setempat, yang mana berhasil mendatangkan rombongan siswa ke lokasi penangkaran, mengubah penyu menjadi guru lapangan bagi generasi muda.
Baca Juga: Cicak Auto Menjauh dengan 7 Tanaman yang Memiliki Aroma Kuat Ini, Ada yang Kerap Jadi Bumbu Dapur
Model penyu ini dinilai lebih efektif daripada sekadar pelepasliaran secara simbolis, Karena program ini tidak hanya menyelamatkan satwa langka, tetapi juga menciptakan rantai ekonomi berkelanjutan.
‘’Setiap adopsi menghasilkan dana yang kembali digunakan untuk operasional penangkaran. Lebih dari itu, kehadiran siswa dalam kunjungan edukatif memastikan bahwa kesadaran lingkungan ditanamkan sejak dini merupakan sebuah investasi jangka panjang yang tidak bisa diukur dari hanya sekadar peliputan media semata,’’ ujar Direktur Marketing dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Sri Agung Handayani kepada Riau Pos di Jakarta, baru-baru ini.
Daihatsu mengakui, koordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kerap menjadi tantangan tersendiri. Regulasi teknis yang ketat, mulai dari prosedur pelepasan tukik hingga perizinan penangkaran hingga kandang.
Baca Juga: Luce, Mobil Listrik Pertama Pabrikan Ferrari, Harga Rp9,7 Miliar, Bisa Bawa Lima Penumpang
Salah satu gerakan senyap Daihatsu adalah pembentukan ‘’Dojo’’ di berbagai Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dojo bukanlah ruang kelas biasa. Ia adalah pusat praktik bisnis proses mulai dari manufaktur hingga perbaikan kendaraan yang dirancang menyerupai lingkungan industri sesungguhnya.(hen)
Editor : Arif Oktafian