SEOUL (RIAUPOS.CO) – Tagar Billboard Corrupt masih menjadi trending Twitter Worldwide hingga hari ini, Rabu (12/4/2023). Ini adalah gerakan ARMY-fans BTS, untuk membuka mata dunia bahwa ada dugaan sabotase lagu Jimin BTS di chart Billboard Hot 100.
Ya, sejak kemarin, ARMY dibuat murka karena mendapati beberapa hal yang merugikan Jimin BTS. Di mana pekan lalu menduduki urutan 1 Billboard Hot 100 terlempar ke urutan 45, setelah Billboard mengubah aturan secara mendadak.
Selain tagar Billboard Corrupt, mengikuti tagar lainnya yang dibuat ARMY untuk Billboard yaitu #Billbaordhotpayola100, #PayolaHot100, #BELOUDARMYS juga #respectBTS.
Berikut kronologis awal perseteruan ARMY dan Billboard yang diprediksi masih akan berlangsung beberapa hari ke depan. Ini lantaran belum ada tanggapan dari Billboard atas desakan untuk menjelaskan dugaan sabotase lagu Jimin BTS itu.
Dikutip dari akun Twitter salah satu ARMY, @stopdenialpls yang membuat thread lengkap awal mula masalah ini terjadi. Pertama, Album Jimin ‘FACE’ dan lagu ‘Like Crazy’ sudah melewati minggu ke-2 sejak tanggal perilisan. Untuk mempertahankan posisi Billboard Hot 100 dan Hot 200, ARMY sudah mengerahkan kekuatan tak jauh berbeda dari minggu pertama.
“Tetap fokus meningkatkan streaming dan sales lagu,” tulisnya.
Selanjutnya, hari demi hari dari di minggu kedua ini prediksi Billboard Hot 100 terus bermunculan.
“Btw, prediksi ini berdasarkan data penjualan dan streaming. Jadi cukup akurat,” lanjutnya.
Di mana, dalam prediksi itu, Like Crazy memang turun dari posisi puncak dan sempat diprediksi berada di posisi 8, 7, 6 dan bahkan 4 pada BB hot 100. Perbedaan ini berdasarkan “filtering” sales.
Sekadar informasi tracking days chart Billboard itu satu minggu dari Jumat-Jumat selanjutnya.
“ARMY benaran sudah optimis Like Crazy bakal tetap berada di top 10, karena sales lagu yang tetap bagus dan streaming yang meningkat di minggu kedua ini,” jelasnya.
Hingga kabar buruk datang pada Minggu kemarin atau satu hari sebelum pengumuman Billboard Hot 100 pekan kedua yang dilakukan Senin (10/4/2023).
Adalah pemilik akun Twitter @lippredictions, yang menguak mendadak Billboard mengubah aturan, bahwa penjualan lagu ‘Like Crazy’ difilter hingga 60 persen. Hingga membuat Like Crazy tidak akan masuk Top 10.
“Billboard 200 indicates that ‘like Crazy’ sales were filtered by at least 60 persen in its seon week, therefore it will not be inside teh top 10 on the hot 100 this week,” tulisnya.
“Like Crazy tidak masuk top 10 karena adanya filtering rate, setidaknya 60%. Ini GILA. Bayangin mereka mengubah rules setelah tracking minggu kedua selesai! Apa namanya kalau bukan sabotase!,” ungkapnya.
ARMY saat itu sudah heboh dan mendesak Billboard memberikan penjelasan mengapa mengubah aturan dadakan. Dan, itu hanya untuk lagu Jimin.
“Billboard tidak menjelaskan sama sekali apa alasan filtering yang tinggi ini. Entah karena penggunaan email yang sama, atau IP address atau sumber pembayaran (untuk beli lagu). Tapi jika mereka bisa sampai melacak IP adress dan pembayaran itu artinya mereka melakukan tindakan kriminal!,” bebernya.
Emosi ARMY makin memuncak, saat ada data yang menyebutkan sejatinya lagu Jimin terjual hingga seratusan ribu, namun Billboard mengumumkan belasan ribu.
“Dan puncaknya hari ini. Sales yang diperkirakan berdasarkan data ±120k hanya diakui ±14.800? 90 % dibuang oleh mereka. Ini bukan filtering lagi, ini CURANG, ini SABOTASE!,” tegasnya.
“Dan kalian harus tahu, kecurangan ini hanya pada Jimin. Lihat perbedaan chart minggu lalu dan hari ini. Hanya Jimin yang merosot. Menghapus 90% sales, sedangkan chart yang lain tidak berubah banyak. Apa namanya kalau bukan xenophobic!,” tuturnya.
Ya, Top 10 Billboard Hot 100 memang tak banyak berubah dari pekan lalu. Diisi sama penyanyi yang sama, namun hanya Jimin yang terlempar hingga posisi 45. Jimin satu-satunya penyanyi dari Asia yang berhasil di urutan pertama Hot 100 pekan lalu.
“Guys, please DON’T BE SILENT ABOUT THIS! Tolong tetap naikan tagline. Retweet dan jangan nyerah. Ini sabotase yang sangat besar dan tidak bisa dimaafkan! US/PR ARMY sudah kerja keras. Billboard rasis terhadap Jimin. Dan ini akan berlaku juga ke BTS. Ke artis Asia lainnya!,” ungkapnya.
Akun ini juga memberikan penjelasan bahwa sales yang dijual hingga 90 persen itu jumlahnya kalau dirupiahkan sangat wow dan itu itu jerih payah ARMY.
“Gue jelasin secara nyata nih ya. 120.000 sales, dihapus 90%. Lo tahu berapa uang yang dikeluarin fans buat pembelian itu? Sekitar 1.242.000.000 rupiah. Terus lo hapus seenak jidat?,” tukasnya.
“Kalau emang mau menghapus rules sales ya bilang dari awal. Kita gak perlu berjuang menuhin target itu dari awal. Lo kira ARMY fandom yg isinya bocil? Ngamuk tanpa alasan jelas? Mampu bocil ngeluarin duit segitu? Lo yang udah tua juga, hilang duit 100k paling juga panik,” pungkasnya.
ARMY di seluruh dunia, saat ini berharap perjuangan mendapatkan keadilan untuk Jimin, paling tidak penjelasan dari Billboard. Karena mereka tak mau tiga member BTS lainnya (Suga, V dan Jungkok) yang belum debut solo akan terimbas hal yang sama di kemudian hari.
Sumber: Pojoksatu.id
Editor: Edwar Yaman
Editor : RP Edwar Yaman