JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Olahraga paling populer di seluruh dunia adalah sepakbola. Sepakbola selalu menyenangkan penggemar melalui banyak hal. Tak hanya di kehidupan nyata, tapi juga di dunia imajiner. Baik melalui permainan, film, hingga anime.
Sama halnya dengan genre olahraga lainnya, sepakbola juga menjadi daya tarik bagi para penulis cerita, manga, hingga novel untuk bisa diadaptasi dalam bentuk animasi bergerak.
Meski tidak setenar anime klasik seperti Slam Dunk dari bola basket atau Haikyuu!! dari bola voli, beberapa anime sepakbola punya potensi untuk bisa mengejar atau bahkan melampaui ketenaran dua anime olahraga itu. Penasaran apa saja deretan anime sepak bola tersebut? Berikut ulasannya!
1. Blue Lock
Menempatkan sisi sci-fi hingga penuh twist dalam anime bergenre olahraga, Blue Lock karya Yusuke Nomura adalah anime sepakbola yang ramah untuk yang suka sepakbola dengan aksi ala shounen.
Blue Lock menceritakan pemain sepakbola sekolah menengah, Yoichi Isagi ketika bergabung dengan fasilitas pelatihan sepakbola eksperimental. Fasilitas itu dirancang untuk mengangkat olahraga Jepang itu ke tingkat yang lebih tinggi.
Karena bosan dengan hasil yang mengecewakan, pihak pelatihan akhirnya membuat sistem yang kejam dan brutal untuk membuat pemain sepakbola yang berposisi striker menjadi pemain yang egois. Hal itu bertujuan untuk menciptakan striker papan atas kelas dunia.
2. Ao Ashi
Kalau familiar dengan anime Blue Lock karena sepakbola sci-fi, perlu juga melihat anime satu ini. Bedanya, sepakbola yang dihadirkan Ao Ashi lebih realistis. Ao Ashi karya mangaka Yugo Kobayashi dan Naohiko Ueno rilis perdana 2022.
Dianimasikan oleh studio veteran Production I.G (studio yang sama dengan Haikyuu!!) Ao Ashi lebih mengulas sisi kehidupan nyata pesepakbola muda bernama Ashito Aoi. Dia adalah siswa sekolah menengah yang memiliki bakat tinggi sepakbola, sayangnya dia dikenal terlalu egois dan sering merusak permainan.
Setelah mengikuti serangkaian trial sepakbola akademi dan bertemu dengan pelatih muda dari Tokyo, kehidupan Ashito mulai berubah. Dia akhirnya bisa menemukan kesenangan memecahkan masalah dalam pertandingan sepakbola sekaligus mengetahui apa itu kerja sama dalam satu tim. Apabila menyukai kisah inspiratif pemain sepak bola yang dimulai dari nol, Ao Ashi adalah jawabannya.
3. Days
Diadaptasi dari manga sepakbola karya Tsuyoshi Yasuda dengan judul yang sama, Days adalah kisah anime sekolah menengah dengan premis yang simpel. Berfokus pada dua laki-laki, Tsukushi Tsukamoto dan Jin Kazama, mereka berdua memiliki kehidupan yang berbeda.
Tsukamoto adalah lelaki yang pemalu dan santun, namun sering di-bully kawan-kawannya. Namun pertemuan dengan teman sekelasnya Kazama, seorang pemain sepakbola berbakat mengubah hidupnya menjadi lebih baik.
Dia kemudian mengundang Tsukamoto ke pertandingan futsal. Meski awalnya kesusahan, dia bertekad untuk tetap berlatih agar bisa bergabung dengan klub sepak bola sekolah.
Baca Juga: Ikut Kajian Islam dengan Berhijab, Celine Evangelista Bertanya soal Taaruf ke Ustaz Hanan Attaki
4. Clean Freak! Aoyama-kun
Walaupun sepakbola adalah genre utama dalam anime, bisa dilihat sisi lain dari latar olahraga tersebut. Ini yang bisa didapatkan ketika menonton anime Clean Freak! Aoyama-kun.
Menambahkan unsur aksi serta komedi receh, manga karya Tako Sakamoto menghadirkan kehidupan lelaki di sekolah menengah. Aoyama adalah lelaki populer di kalangan teman-temannya. Dia menawan, ahli memasak, dan stylish. Namun dia mengidap germaphobia yang ekstrem.
Itu membuat perannya sebagai seorang gelandang bertolak belakang dengan penyakitnya. Alhasil, dia bermain sambil melakukan kontak sesedikit mungkin. Konflik cerita yang tidak biasa itulah yang membuat anime ini begitu unik. Clean Freak! Aoyama-kun adalah anime sepakbola santai yang bisa dinikmati pada waktu senggang.
5. Farewell, My Dear Cramer
Studio animasi LIDENFILM mengadaptasi Farewell, My Dear Cramer, yang menawarkan perspektif lain soal dunia sepakbola. Anime ini berfokus pada sepakbola putri, yang saat ini juga membuat langkah progresif di dunia nyata dalam beberapa tahun belakang.
Farewell, My Dear Cramer berkisah tentang seorang gadis menengah bernama Nozomi Onda, gadis yang ahli dalam mengolah si kulit bundar sejak masa sekolah menengah. Onda direkrut bersama kawan-kawan yang punya kemampuan sama dalam satu tim.
Editor : RP Edwar Yaman