JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Usai membuat penggemar penasaran dan menunggu-nunggu, Taylor Swift akhirnya resmi merilis album terbarunya yang bertajuk The Tortured Poets Department. Seperti diketahui, album baru bertajuk The Tortured Poets Department, milik Tylor Swift ini dirilis tepat pada Jumat (19/4/2024).
Selain itu, The Tortured Poets Department menjadi album studio ke-11 Taylor Swift setelah merilis album Midnights pada 2022 lalu. Jika dikulik, album terbaru ini ternyata menyimpan tujuh fakta menarik. Berikut faktanya dilansir dari Billboard, Jumat (19/4).
1. Judul Albumnya Diduga Terinspirasi dari Nama Grup WA Mantan Pacar Taylor Swift
Taylor Swift pertama kali mengumumkan judul album ini, para penggemarnya (Swifties) langsung menduga ada sesuatu di balik pemilihan nama ini. Swifties menduga kalau judul The Tortured Poets Department terinspirasi dari nama grup WhatsApp mantan pacar Taylor Swift, Joe Alwyn.Baca Juga: Catherine Wilson Minta Idham Masse Tutup Lembaran Rumah Tangga tanpa Keributan
Dalam sebuah wawancara bersama Variety pada 2022 lalu, Joe Alwyn pernah mengungkapkan bahwa ia memiliki sebuah grup WhatsApp bernama The Tortured Man Club. Selain Joe Alwyn, grup tersebut juga berisikan aktor terkenal seperti Paul Mescal dan Andrew Scott.
2. Album Pertama Taylor Swift Setelah Putus dari Joe Alwyn
Kabar putusnya Taylor Swift dengan Joe Alwyn pada April 2023 lalu menggemparkan fans. Pasalnya, Taylor dan Joe sudah berpacaran selama enam tahun dan hubungan mereka nampak baik-baik saja. The Tortured Poets Department pun menjadi album pertama Taylor setelah putus dari Joe Alwyn.
The Tortured Poets Department bukan satu-satunya album yang terinspirasi dari mantan. Taylor Swift sebelumnya memang kerap merilis album baru setelah mengalami patah hati. Contohnya pada tahun 2010, Taylor merilis album Speak Now yang di dalamnya terdapat lagu "Dear John." Lagu tersebut diduga kuat merujuk pada John Mayer, mantan Taylor Swift yang putus pada awal 2010.Baca Juga: Setelah Disingkirkan Atalanta, Jurgen Klopp Sebut Liverpool Kini Fokus ke Liga Premier
Kemudian pada tahun 2012, Taylor Swift merilis album bertajuk 1989. Banyak fans menduga bahwa beberapa lagu di album tersebut merujuk pada Harry Styles yang juga merupakan mantan Taylor.
3. Banyak Lagu tentang Patah Hati
Dalam album The Tortured Poets Department, terdapat beberapa lagu yang bercerita tentang patah hati. Contohnya lagu "My Boy Only Breaks His Favorite Toys," "But Daddy I Love Him," dan juga "I Can Do It With a Broken Heart." Seperti judul albumnya, lirik lagu pada album ini juga lebih puitis dibanding album-album Taylor sebelumnya. Taylor pun menyebut bahwa proses penulisan lirik dalam album ini sangat membantunya menjalani hidup.
"Ini seperti mengingatkan saya tentang mengapa menulis lagu adalah sesuatu yang benar-benar membantu saya menjalani hidup saya," ungkap Taylor saat konser di Australia pada Februari lalu, dikutip dari Billboard, Jumat (19/4).Baca Juga: Viral Video Mesum di Lapas, Ini Bantahan Kadiv Pas Kemenkumham Jateng
4. Menceritakan Momen yang Menyedihkan dalam Hidup Taylor Swift
Taylor Swift menjelaskan bahwa album ini merefleksikan kejadian, opini, dan sentimen dari momen yang cepat berlalu dan fatal dalam hidupnya, termasuk momen yang sensasional sekaligus menyedihkan.
“Sebuah antologi dari karya baru yang merefleksikan kejadian, opini, dan sentimen dari momen yang cepat berlalu dan fatal, momen yang sensasional sekaligus menyedihkan dalam ukuran yang sama. Periode ini sekarang telah berakhir, babnya sudah tertutup dan (aku sudah) bangkit," tutur Taylor.
"Saat kita mampu bicara tentang kisah kita yang paling menyedihkan, kita bisa terbebas dari kesedihan itu, dan kemudian yang tertinggal hanyalah puisi yang tersiksa," tambahnya.Baca Juga: Sadis! Pekerja Brondolan Sawit di Rohul Gorok Leher Teman Sendiri hingga Tewas, Begini Kronologinya
5. Dikerjakan Selama Sekitar Dua Tahun
Dalam sebuah konser di Jepang pada Februari lalu, Taylor Swift mengungkapkan bahwa album ini dikerjakan selama sekitar dua tahun. Ia mengatakan bahwa ia mulai mengerjakannya tepat setelah merilis album Midnights pada 2022.
6. Total Berisi 31 Lagu
Pada saat baru dirilis, album The Tortured Poets Department awalnya berisi 16 lagu. Tetapi kemudian Taylor langsung menambahkan 15 lagu lainnya sehingga totalnya menjadi 31 lagu. Album ini juga dirilis dalam empat edisi berbeda, yakni The Black Dog Edition, The Albatross Edition, The Bolter Edition, dan The Manuscript Edition. Masing-masing edisi tersebut berisi 16 lagu + 1 lagu bonus yang berbeda di setiap edisinya.
7. Berkolaborasi dengan Rapper Terkenal, Post Malone
Taylor Swift juga berkolaborasi dengan sejumlah musisi terkenal dalam mengerjakan album ini. Salah satu kolaboratornya yakni seorang rapper terkenal, Post Malone. Mereka berkolaborasi di lagu pembuka, "Fortnight." Selain Post Malone, Taylor juga berkolaborasi dengan band indie rock Florence and the Machine. Mereka berkolaborasi dengan menulis lagu "Florida!!!"
Editor : RP Edwar Yaman