Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Setelah Hasto Diperiksa, KPK Endus Keberadaan Harun Masiku, Janji Satu Minggu Ditangkap

Redaksi • Selasa, 11 Juni 2024 | 20:30 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat diwawancara wartawan usai menjalani pemeriksaan di KPK terkait buronan Harun Masiku.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat diwawancara wartawan usai menjalani pemeriksaan di KPK terkait buronan Harun Masiku.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata berharap penyidik dapat segera menangkap mantan calon anggota legislatif (caleg) PDI Perjuangan Harun Masiku dalam sepekan ini. Pasalnya, Harun Masiku sudah lebih dari empat tahun masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO), yakni sejak awal 2020 lalu.

“Mudah-mudahan saja dalam satu minggu ketangkep. Mudah-mudahan," kata Alex di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/6/2024).

Alex mengamini bahwa tim penyidik sudah mendeteksi keberadaan Harun Masiku. Namun, pimpinan KPK dua periode itu enggan menjelaskan secara rinci dimana posisi Harun Masiku saat ini.

"Saya pikir sudah penyidik," ucap Alex.

Pernyataan ini sekaligus merespons langkah penyidik KPK memeriksa Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, pada Senin (10/6) kemarin. Ia menekankan, pemeriksaan terhadap Hasto tidak ada kaitannya dengan politik.

Alex juga menyatakan tidak ada pihak yang mengintervensi pimpinan KPK terkait pemeriksaan Hasto. Ia memastikan pemeriksaan terhadap Hasto merupakan hal yang wajar dalam proses penyidikan.

"Ini normatif saja. Kebetulan mungkin kalau yang bersangkutan posisinya sedang tidak ketahuan, ada informasi, misalnya, sudah terkecoh di Jakarta, kan begitu kan, sehingga apa muncul kan pemeriksaan saksi-saksi lagi," tegasnya.

Sebab, pengacara Hasto, Ronny Talapessy menyebut bahwa kasus Harun Masiku dijadikan alat politik terhadap Hasto Kristiyanto. Pasalnya, Hasto kerap kali mengkritik pemerintah.

"Kita mempunyai grafik Sekjen menyampaikan kritik pada hasil Pilpres kemarin grafik ini naik. Isu ini selalu dinaikin," ucap Ronny di sela-sela pemeriksaan terhadap Hasto Kristiyanto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (10/6).

Menurut pengurus Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat PDIP itu, isu terkait Harun Masiku kerap muncul apabila Hasto menyampaikan kritik. Hal ini misalnya berlangsung pada September 2023, saat Hasto menyampaikan kritik di Museum Fatahillah, lalu Oktober 2023 saat ada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait usia cawapres.

"Kemudian ada pendaftaran saudara Gibran, kemudian November ketika ada namanya dugaan kriminalisasi terhadap Mas Butet, Mas aiman dan beberapa aktivis. Kemudian bulan Desember ketika masa kampanye, bulan Januari ketika kita menyampaikan adanya abuse of power dugaan mobilisasi aparat, LSM," papar Ronny.

"Kemudian di bulan Maret dan April ini sangat tinggi isu ini mulai naik, dinaikkan. Ini untuk kita sampaikan kepada publik karena panggilan kepada lembaga penegak hukum ini berturut-turut. Minggu kemarin dari kepolisian, kemudian di hari yang sama ketika kita selesai melakukan klarifikasi di kepolisian kemudian sorenya ada pengumuman bahwa Sekjen PDIP akan dipanggil di KPK," imbuhnya.

Sumber: Jawapos.com

Editor : RP Edwir Sulaiman
#pdip #Alexander Marwarta #kpk #buronan #hasto kristiyanto #harun masiku