Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

17 Anggota Polisi Polda Sumbar Diduga Lakukan Kekerasan saat Bubarkan Tawuran yang Berujung Afif Maulana Tewas, Ini Kata Kampolnas

Redaksi • Jumat, 28 Juni 2024 | 22:00 WIB
Keluarga Afif Maulanan bersama Jaringan Pembela HAM Sumbar datangi Polda Sumbar untuk meminta keadilan, kemarin.
Keluarga Afif Maulanan bersama Jaringan Pembela HAM Sumbar datangi Polda Sumbar untuk meminta keadilan, kemarin.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kompolnas mengungkap sebanyak 17 anggota Polda Sumatera Barat diduga melakukan kekerasan saat mengamankan 18 remaja yang hendak tawuran di sekitar Jembatan Kuranji, Kota Padang. Kekerasan yang dilakukan beraneka ragam bentuknya.

"Apa yang beredar di media, beberapa terbukti. Seperti menyundutkan rokok, memukul, menendang, dan sebagiannya itu sudah diakui," kata Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto, Jumat (28/6).

Benny mengatakan, dirinya sudah datang langsung ke Polda Sumatera Barat. Di sana dia juga bertemu para saksi dan pihak-pihak terkait.

"Ada saksi-saksi yang diberikan kesempatan untuk menyampaikan kesaksian, dan ini langsung di cross check," jelasnya.

Meski begitu, temuan ini masih perlu ditindaklanjuti. Karena para saksi tidak mengenal pasti petugas-petugas yang melakukan kekerasan. Pasalnya saat mereka bertuga menggunakan pakaian preman.

"Ini perlu didalami dengan pengenalan wajah," pungkas Benny.

Sebelumnya, warga yang berada di kawasan Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, digegerkan dengan penemuan sesosok jasad remaja laki-laki, yang diperkirakan berusia 14 tahun, dalam kondisi mengambang di aliran sungai bawah jembatan Jalan Bypass Kilomenter 9, Minggu (9/6). Korban teridentifikasi sebagai Afif Maulana.

Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono pada jumpa pers di Mapolresta Padang, Ahad (23/6) mengatakan, sudah ada 40 orang saksi diperiksa dan dimintai keterangannya. Dari 40 orang itu, terdapat 30 orang personel Sabhara Polda Sumbar.

“Sebanyak 30 orang personel itu saat kejadian sedang mengamankan 18 orang pelajar yang diduga melakukan aksi tawuran di kawasan Kecamatan Kuranji tersebut,” katanya.

“Saya bertanggung jawab penuh akan kasus penemuan jasad Afif Maulana. Sampai saat sekarang kita masih mendalami kasus ini. Di hari yang sama itu, kita mengamankan 18 orang remaja yang diduga pelaku tawuran. Tidak ada yang namanya Afif Maulana,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, saat pengamanan 18 orang itu, memang ada diamankan satu sepeda motor milik Afif Maulana, tapi yang mengendarai sepeda motor itu adalah temannya. Saat kejadian, ada salah satu personel mendengar bahwa temannya itu diajak Afif Maulana untuk terjun dari jembatan.

“Ketika kita amankan ada puluhan senjata tajam milik para pelaku tawuran. Semuanya kita bawa. 18 orang remaja yang kita amankan, 17 di antaranya diserahkan ke pihak orang tua, satu orang masih dilakukan penyelidikan,” ujarnya.

Sumber: Jawapos.com

Editor : RP Edwir Sulaiman
#Kompolnas #kekerasan anak #Afif Maulana #polda sumbar