TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Operasi senyap KPK di Kuansing, Senin (29/6/2026) membuat geger masyarakat Kuansing.
Pasalnya, sejumlah petinggi Kuansing seperti Bupati H Suhardiman Amby, Wakil Bupati J Muklisin, Sekda Zulkarnain, Asisten I Fahdiansyah, Kabag Umum dan Protokoler Deswan Antoni dan beberapa orang swasta di sebut-sebut ikut diamankan KPK.
Sampai hari ini, Selasa (30/6/2026) sore, masih menjadi pembicaraan hangat masyarakat Kuansing di kedai kopi yang ada di Teluk Kuantan.
Baca Juga: Terlilit Utang, Pria di Pelalawan Nekat Curi Dua Sepeda Motor
Misalnya, di Kedai Kopi Sinar Bali, Separuh, Nikmat, Kedai Kopi Mandiri dan lainnya. Rata-rata membicarakan itu. Bahkan setiap kali berjumpa dengan Riaupos.co, mereka bertanya, bagaimana informasinya, kejadiannya, apakah benar pejabat tinggi Kuansing itu dibawa KPK, dan lainnya.
Mereka masih menunggu perkara apa yang menjerat semua petinggi Kuansing itu. Misalnya saja Mas, Ican, Boy, Yudi, Aan.
"Apa iya ada yang di tangkap, siapa, benarkah Bupati, Wabup dan lainnya itu, dibawa ke KPK kah," tanya mereka pada Riaupos.co saat berjumpa.
Baca Juga: Sebelum Disanksi, BKD Riau Panggil Kepala Sekolah Terkait Kelebihan Bayar Seragam
.
Pertanyaan-pertanyaan itu juga masih menjadi pertanyaan masyarakat Kuansing yang masih penasaran. Tetapi sampai sore hari ini, belum ada penjelasan resmi dari gedung KPK di Jakarta.
Tetapi fakta di lapangan, semua pejabat Kuansing disebutkan itu tidak terdeklteksi keberadaannya sampai sekarang. Rumah dinas jabatan mereka pun kosong.
Fakta lainnya, Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 02.00 WIB, KPK sudah memasang segel di ruang kerja Bupati, ruang rapat Bupati, ruang kerja Wabup, ruang kerja Sekda, ruang kerja Asisten I Setda Kuansing, ruang Kabag Umum dan Protokoler dan ruang kerja DPRD Kuansing. (dac)
Editor : Eka G Putra