INHIL (RIAUPOS.CO) - PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir, telah memberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang telah menjadi donatur dalam gerakkan satu hati (GSH) jilid II 2021.
Hal itu menurut Ketua GSH Inhil Hj Zulaikhah Wardan, merupakan upaya menggugah hati dan kepedulian semua pihak, temasuk masyarakat. Mengingat persoalan gizi buruk dan gizi kurang harus dituntaskan.
"Apa yang kita lakukan ini bisa menggugah kita semua untuk peduli kepada kondisi balita kita. Utamanya balita gizi buruk dan gizi kurang,"jelasnya.
Target untuk menjadikan Inhil bebas dari stunting, pada awal 2022 mendatang diyakininya dapat terwujud. Dengan catatan, adanya sinergisitas oleh semua pihak. Baik pemerintah, swasta dan masyarakat.
"Terkait penanganan kasus gibur dan gikur, tentu membutuhkan bantuan kita semua,” paparnya.
Gerakkan satu hati jilid II, dimulai dari pemberian susu selama 3 bulan bagi balita gizi buruk dan pemberian susu maupun nutrisi selama 1,5 bulan bagi balita gizi kurang.
Program ini dikatakan Zulaikhah, merupakan gerakan secara masiv dengan cara mengumpulkan donasi. Dalam teknis penyaluran, pihaknya bekerja sama dengan TP PKK kabupaten, kecamatan, desa/kelurahan serta puskemas setempat.
Saat itu, Zulaikhah Wardan, secara rinci dan lengkap menyampaikan penggunaan anggaran penanggulangan stunting. Dana-dana yang diterima semua dipergunakan untuk gerakan tersebut.
"Tak ada sedikit pun dana yang diberikan kita pergunakan untuk operasional. Semua diberikan untuk penanggulangan gizi buruk dan balita gizi kurang. Utamanya untuk pemberian nutrisi,” terangnya.(adv)