TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) -- Keluarga minta polisi mengungkap kasus yang menewaskan korban tabrak lari di Sungai Indragiri, Tembilahan, beberapa hari lalu. Hal itu disampaikan Rika dikediamannya di Seberang Tembilahan, Kecamatan Tembilahan, Indragiri Hilir (Inhil), Riau, Rabu (29/1/2025).
"Kami berharap agar ada tindak lanjut dari kepolisian, dan pihak terkait lainnya untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas peristiwa yang merenggut nyawa dua orang ini," katanya.
Lanjut Rika, almarhum Topo adalah tulang punggung keluarga, dia yang menghidupi ibu yang sudah lanjut usia, adik-adik dan ponakan-ponakan. "Kami sangat kehilangan dan berharap agar ada pertanggungjawaban dari pihak yang bertanggung jawab atas kejadian ini," ucap Rika.
Di tempat yang sama, Umi Kalsum istri dari Bastian belum bisa menerima kenyataan, apalagi sampai sekarang tidak ada kejelasannya penyebab dari peristiwa ini. "Sementara bantuan yang diberikan, di luar dari pihak kepolisian tidak ada lagi," ungkap ibu empat anak ini.
Dia menambahkan bahwa pompong yang digunakan suaminya kini dalam keadaan hancur, dan identitas pihak yang bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut masih belum diketahui. "Semoga segera diungkap kasus ini," tutupnya sambil meneteskan air mata.
Untuk diketahui, dua orang tewas diduga korban tabrak lari di Sungai Indragiri, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Inhil, Ahad (26/1/2025) lalu. Kedua korban bernama Bastian (61) dan Topo (37) warga Seberang Tembilahan.
Namun hingga saat ini petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan atas kejadian yang menewaskan dua orang tersebut.(*2)
Editor : Rinaldi