RENGAT (RIAUPOS.CO) - Jalan Lintas Selatan di Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) belum kunjung diperbaiki. Kondisi itu mulai berdampak kepada kehidupan warga daerah itu.
Parahnya lagi, salah seorang warga daerah itu terpaksa harus menunda operasi atas penyakit yang dideritanya.
"Orangtua saya belum bisa dioperasi atas penyakit yang dideritanya sesuai jadwal yang ditetapkan dokter," ujar Supriyanto salah seorang warga Desa Talang Mulya, Kecamatan Batang Cenaku, Ahad (18/2/2024).
Orangtua Supriyanto belum bisa menjalani operasi tumor ke salah satu rumah sakit di Rengat akibat Jalan Lintas Selatan di daerah itu dalam kondisi rusak berat.
Bahkan, sedikitnya ada lima titik di Jalan Lintas Selatan mengalami rusak berat hingga sulit dilewati oleh kendaraan roda dua hingga kendaraan roda enam.
Tidak saja berdampak kepada orangtuanya, kondisi Jalan Lintas Selatan sebut Supriyanto, juga berdampak kepada perekonomian warga daerah itu. Di mana, hasil perkebunan warga terutama tanda buah segar (TBS) kelapa sawit tidak bisa diangkut ke pabrik sawit.
Kondisi jalan rusak sambungnya, juga mematikan usaha warga seperti jual beli TBS kelapa sawit.
"Sudah ada beberapa pengusaha harus tutup akibat akibat TBS kelapa sawit tidak bisa diangkut ke pabrik," ungkapnya.
Untuk itu harapnya, kepada pihak terkait hendaknya dapat memperhatikan dan memperbaiki Jalan Lintas Selatan yang rusak. Karena apabila terus dibiarkan, akan berdampak lebih luas terutama kepada warga daerah itu.
Di tempat terpisah, Kapolres Inhu, AKBP Dody Wirawijaya SIK ketika dikonfirmasi melalui Kapolsek Batang Cenaku, Iptu Edi Dalianto, membenarkan kondisi Jalan Lintas Selatan diwilayahnya mengalami rusak berat.
"Benar, sedikitnya ada 5 titik di Jalan Lintas Selatan mengalami rusak berat," ucap Kapolsek Batang Cenaku, Iptu Edi Dalianto.
Memang sebutnya, secara umum akibat kondisi Jalan Lintas Selatan yang merupakan jalan provinsi itu, mulai mengganggu kehidupan warga daerah itu. Di mana untuk angkutan sembako harus menggunakan mobil jenis badak, namun juga tidak maksimal.
Untuk perbaikan atas kondisi jalan yang rusak, sejauh ini sulit dilakukan. Karena perbaikan masih tergantung dengan kondisi alam dan tidak mungkin dilakukan saat musim penghujan.
Sebelumnya sebut Kapolsek, sudah sempat dilakukan perbaikan oleh pihak Dinas PUPR Riau bersama perusahaan dan pengusaha di Kecamatan Batang Cenaku, juga tidak membuahkan hasil maksimal. "Kemarin sudah sempat dilakukan penanganan tetapi kembali rusak. Karena saat orang bekerja, masyarakat juga sudah minta lewat yang seharusnya perlu waktu biar agak keras," terangnya.
Laporan: Kasmedi (Rengat)