Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jalintim Ruas Pematang Reba-Japura Abrasi

Raja Kasmedi • Senin, 23 September 2024 | 13:24 WIB
Kapolsek Rengat Barat AKP Buha Siahaan SH mengatur arus lalu lintas kendaraan yang melintas di Jalan Lintas Timur Km 192 Desa Sungai Dawu yang mengalami abrasi, Sabtu (21/9/2024).
Kapolsek Rengat Barat AKP Buha Siahaan SH mengatur arus lalu lintas kendaraan yang melintas di Jalan Lintas Timur Km 192 Desa Sungai Dawu yang mengalami abrasi, Sabtu (21/9/2024).

RENGAT (RIAUPOS.CO)- Bagi warga yang melintas di Jalan Lintas Timur tepatnya di ruas Pematang Reba-Japura atau sebaliknya, harus ekstra hati-hati. Karena Jalan Lintas Timur (Jalintim) di Km 192 Desa Sungai Dawu, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mengalami abrasi, Sabtu (21/9).

Akibat bahu jalan hingga badan jalan sebelah kiri dari arah Pematang Reba-Japura mengalami retak, sempat terjadi macet panjang dari kedua arah. Sehingga dengan kondisi itu, pihak kepolisian yang dipimpin Kapolsek Rengat Barat, AKP Buha Siahaan SH langsung melakukan pengaturan jalan.

“Sebelum kami turun sempat terjadi macet mencapai 1 kilometer, baik dari arah Pematang Reba-Japura maupun sebaliknya sekira pukul 14.00 WIB,” ujar Kapolsek Rengat Barat, AKP Buha Siahaan SH.

Kondisi saat ini yakni sekira pukul 16.45 WIB sebut Kapolsek Rengat Barat, arus lalu lintas di lokasi jalan abrasi sudah kembali normal. Di mana, bahu yang mengalami abrasi sudah dipasang garis tanda hati-hati.


Namun demikian, harapnya, kepada warga yang mengendarai kendaraan diimbau agar tetap hati-hati. “Bahu jalan yang mengalami retak akibat abrasi sepanjang lebih kurang tujuh meter,” ungkapnya.

Dalam pada itu, Koordinator Lapangan (Korlap) Badan Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau Hariyanto mengatakan, Jalan Lintas Timur di Km 194 mengalami abrasi akibat gorong-gorong pecah.

Di mana, gorong-gorong mengalami pecah akibat derasnya air yang mengalir hingga mengakibatkan tanah disekitarnya mengalami abrasi.
“Curah hujan beberapa hari terakhir ini cukup tinggi, hingga mengakibatkan tanah mengalami abrasi hingga gorong-gorong pecah,” sebutnya.

Untuk mengatasi jalan mengalami retak dan sebagainya pecah, masih menunggu alat berat. “Hari ini juga langsung ditangani. Saat ini menunggu alat berat yang masih dalam perjalanan,” tambahnya.(kas)

Editor : Rindra Yasin
#riau #indragiri hulu #abrasi #jalintim