Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Di Tengah Kondisi Ekonomi Sulit, Pemkab Inhil Rencanakan Razia Kendaraan Bermotor hingga ke Daerah Terpencil

Redaksi • Jumat, 11 April 2025 | 17:55 WIB
Petugas sedang melakukan razia kendaraan bermotor di Kota Tembilahan Kabupaten Inhil beberapa waktu lalu.
Petugas sedang melakukan razia kendaraan bermotor di Kota Tembilahan Kabupaten Inhil beberapa waktu lalu.

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Di tengah kondisi ekonomi sulit saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) akan melakukan razia kendaraan bermotor hingga ke daerah-daerah.

Hal ini untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar mendukung pembangunan infrastruktur serta pelayanan publik dalam memaksimalkan pengelolaan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) serta Bea Balik Nama Kendaraan (BBNKB).

"Kami akan melakukan razia di daerah dengan potensi tinggi seperti Guntung, Pulau Kijang, Kota Baru, dan Kemuning. Razia ini penting untuk mengingatkan masyarakat akan kewajiban mereka terhadap pemerintah," ucap Herman ketika memimpin rapat koordinasi bersama Bapenda dan instansi lainnya di rumah dinas bupati, Kamis (10/4/2025) kemarin.

Selain itu, Herman juga merencanakan untuk mengundang pemilik dealer kendaraan baru dan showroom motor bekas di Inhil agar proses bea balik nama dapat dilakukan secara langsung saat penjualan.

"Bapenda perlu terlibat langsung di lapangan, dan Satpol PP juga harus dilibatkan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai kewajiban pajak, termasuk bea balik nama kendaraan," tekan Herman.

Bupati Herman juga menekankan perlunya Bapenda berkontribusi dalam mencapai dan melampaui target yang ditetapkan oleh Dispenda Provinsi Riau.

Dia juga meminta agar kendala yang ada dapat diidentifikasi dan diatasi.

Sementara itu Kepala Bapenda Inhil, Fadilah mengungkapkan bahwa penerapan opsen telah dimulai sejak Januari dengan penerimaan saat ini mencapai sekitar Rp6,5 miliar.

"Untuk meningkatkan penerimaan PKB, kami telah melaksanakan upaya penagihan tunggakan, termasuk mengirimkan data dan tagihan kepada wajib pajak yang menunggak, melakukan penagihan door-to-door, sosialisasi program penghapusan denda, serta razia gabungan bersama kepolisian, Jasa Raharja, Dinas Perhubungan dan Satpol PP," jelasnya Fadilah. (*2)

Editor : M. Erizal
#herman bupati inhil #indragiri hilir #tembilahan inhil #pemkab inhil #bupati inhil #opsen pajak #daerah terpencil #razia kendaraan bermotor #ekonomi sulit #Razia di tembilahan