TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Pascakematian Si Undan. Kini buaya raksasa tersebut dikirim ke Lembaga Konservasi di bawah Binaan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan di Jakarta untuk dilakukan preparasi.
Bangkai buaya dengan nama latin crocodylus porosus tersebut dikirim menggunakan mobil box pendingin. Bahkan sebelum dikirim buaya sepanjang 5,7 meter itu dilakukan pembedahan. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Indragiri Hilir (Inhil), Junaidi Ismail, Sabtu (22/11/2025).
"Kemarin malam kita kirim ke jakarta, sesuai permintaan pihak yang berwenang untuk di awetkan,"ujarnya.
Baca Juga: Pedro Neto dan Enzo Fernandez Bawa Chelsea Kalahkan Burnley, Pangkas Jarak Tiga Poin dengan Arsenal;
Buaya tersebut sebelumnya menjalani perawatan intensif selama 19 hari di DPKP Inhil setelah ditangkap oleh warga di Sungai Undan, Kecamatan Reteh pada 31 Oktober 2025 lalu.
"Meski sudah dirawat, pada hari kamis 20 November Si Undan mati dalam kondisi infeksi di beberapa bagian tubuh akibat terluka usai ditangkap masyarakat," tambah Junaidi.
Saat menajalani perawatan, ditemukan tiga luka terbuka, dua di bagian bawah tubuh sedalam 17 cm dan 8 cm, serta satu luka pada kaki depan kanan sedalam 15 cm yang diperkirakan akibat mata tombak.
Baca Juga: Kapolri Terima Anugerah Adat Ingatan Budi dari Lembaga Adat Melayu Riau
"Sudah diberikan antibiotik, infus, dan obat-obatan, tetapi kondisinya tidak bisa dipertahankan,"ujar Junaidi.
Sebelum dikirim, Si Undan terlebih dahulu dilakukan pembedahan (nekropsi). Tim medis menemukan lebih dari 20 lembar kantong plastik, sedotan, tutup botol plastik, selembar karung goni plastik, pisau kecil bergagang plastik, serta pecahan kaca tabung televisi dan batu kerikil di dalam perut dan usus Si Undan.
Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa sampah plastik dan limbah manusia yang mencemari sungai telah tertelan oleh buaya selama berada di habitatnya.
Baca Juga: Tabir Asmara AKBP Basuki dan Dosen Levi, Ternyata Satu KK Bersama Istri dan Anak Sudah 5 Tahun
"Kenyataan ini memberikan sinyal keras kepada kita semua untuk memanfaatkan plastik dengan bijak agar tidak menjadi sampah yang mengancam perairan sebagai sumber kehidupan," tutup Junaidi.(*2)
Editor : Edwar Yaman