TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) -- Meski sudah berjalan beberapa bulan, namun pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih terdapat berbagai persoalan. Salah satunya jadwal pengantaran, yang meskinya untuk dimakan hari Sabtu, tapi diantarkan pada hari Kamis, (15/1/26).
Hal tersebut diakui pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jalan Kembang, Tembilahan, Indragiri Hilir (Inhil) Guntur. Menurut Guntur, hal itu tidak salah, malainkan dibenarkan. Sebab, dalam mekanisme pengantaran makanan ada istilah rapelan. "Ini namanya pengantaran rapel," jawab Guntur.
Hal tersebut dapat dilakukan ketika terdapat hari libur, selain hari Ahad. Sehingga proses pengantaran dapat dipercepat sehari sebelumnya. Sebagai mana diketahui, hari Jumat 16 Januari 2026 merupakan tanggal merah dalam rangka Israk Mikrat.
Sistem penyaluran MBG 2026 memiliki aturan ketat terkait durasi dan jenis makanan. Artinya menu MBG wajib disalurkan selama 6 hari kerja. Jika terdapat hari libur dalam periode tersebut, penyaluran tetap dilakukan dengan cara dimajukan di hari sebelumnya atau digabungkan (double).
Saat ditanya mengenai kemasan makanan kering apakah sudah sesuai standar, Guntur menjelasakan khusus untuk menu makanan kering, pihaknya diharuskan menggunakan tas dalam istilah goodibag. "Ini hanya digunakan untuk makanan kering," terangnya.
Editor : Rinaldi