Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Sehari Jelang Lebaran, Harga Ayam Potong di Tembilahan Tembus 80 Ribu per Kg

Redaksi • Jumat, 20 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pedagang ayam potong
Pedagang ayam potong

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Memasuki H-1 Hari Raya Idulfitri, masyarakat di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), dihadapkan pada lonjakan harga bahan pokok yang cukup signifikan, khususnya ayam potong dan daging sapi.

Kenaikan yang terjadi secara tiba-tiba ini membuat warga menjerit karena daya beli semakin tertekan.

Di pasar, harga ayam potong melonjak drastis hingga menembus Rp80 ribu per kilogram. Padahal, hanya tiga hari sebelumnya, harga masih berada di kisaran Rp 45-50 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga daging sapi juga ikut meroket menjadi Rp200 ribu per kilogram dari sebelumnya sekitar Rp150 ribu.

Lonjakan harga dalam waktu singkat ini dinilai sangat memberatkan masyarakat, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Warga mengaku kesulitan menyesuaikan anggaran belanja kebutuhan menjelang Lebaran.

"Biasanya kami sudah memperkirakan belanja jelang Lebaran, tapi sekarang harga berubah sangat cepat. Uang yang dibawa jadi tidak cukup," ujar salah seorang warga.

Fenomena kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan memang kerap terjadi. Namun, kenaikan yang cukup tajam dalam waktu singkat ini menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat. Sejumlah warga mempertanyakan penyebabnya, apakah karena distribusi, keterbatasan stok, atau faktor lain.

Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan Industri (Koperindag) Inhil, Trio Beni, membenarkan adanya lonjakan harga tersebut. Ia menyebutkan, kondisi ini dipicu tingginya permintaan masyarakat yang tidak sebanding dengan ketersediaan stok di lapangan.

"Ini akibat banyaknya permintaan masyarakat, sementara stok daging dan ayam terbatas. Situasi ini kemudian dimanfaatkan oleh sebagian pedagang," ujarnya.

Menurutnya, pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat. Tim Koperindag diturunkan ke lapangan untuk melakukan pengecekan kondisi pasar.

"Tadi setelah salat Jumat saya dapat informasi, tim langsung saya suruh turun ke lokasi. Hasilnya, memang ayam di sejumlah pedagang sudah habis," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan distributor untuk membantu menstabilkan harga. Ia mengaku telah mengingatkan agar pedagang tidak menaikkan harga secara berlebihan.

"Saya juga sudah menghubungi distributor ayam, meminta agar mengingatkan para pedagang supaya tidak menaikkan harga terlalu tinggi,"tambahnya.

Pemerintah daerah berharap kondisi harga dapat segera kembali stabil seiring langkah pengawasan dan koordinasi yang dilakukan. Bahkan, diharapkan dalam waktu dekat kondisi pasar mulai kembali normal.

"Mudah-mudahan menjelang sore kondisi sudah mulai aman," tutupnya.

Dinas Koperindag juga mengimbau para pedagang untuk tetap menjaga stabilitas harga dan tidak memanfaatkan lonjakan permintaan secara berlebihan, demi menjaga daya beli masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri. (*2)

Editor : M. Erizal
#harga ayam potong #harga ayam potong naik #h-1 lebaran