Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BRI Dorong Ekonomi Hijau dan Inklusif

H
Penulis: Henny Elyati❯
Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu RK. (ISTIMEWA)
Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu RK. (ISTIMEWA)

Advertisement

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Di tengah meningkatnya kesadaran global akan pentingnya transisi menuju ekonomi hijau dan inklusif, pembiayaan berkelanjutan menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan yang ramah lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan sosial. 

Selaras dengan komitmen dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya melalui penyaluran kredit berorientasi pada keberlanjutan (sustainability), yang mencakup pembiayaan UMKM serta dukungan terhadap sektor ramah lingkungan di berbagai wilayah. 

Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu RK mengungkapkan, prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) merupakan identitas yang telah terintegrasi dalam model bisnis perseroan. Aspek keberlanjutan menjadi pilar utama penciptaan nilai jangka panjang, di mana pemberdayaan ekonomi rakyat dan pelestarian lingkungan telah menjadi bagian integral dari strategi pertumbuhan BRI.

Hingga akhir Maret 2026, BRI telah menyalurkan pembiayaan kegiatan usaha berwawasan sosial (KUBS) atau social loan senilai Rp718,8 triliun, yang setara dengan 53 persen dari total pinjaman BRI," ujar Viviana, Selasa (12/5/2026). 

Portofolio ini lanjut Vivian, difokuskan pada pembiayaan UMKM guna mengakselerasi inklusi keuangan dan penciptaan lapangan kerja. Sementara itu, porsi kegiatan usaha berwawasan lingkungan (KUBL) atau green loan tercatat sebesar Rp96,6 triliun atau setara 7,1 persen dari total pinjaman, yang disalurkan ke sektor energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, bangunan hijau, serta berbagai sektor ramah lingkungan lainnya untuk mendukung tercapainya ekonomi rendah karbon.

Advertisement

Optimalisasi pada sisi aset diimbangi dengan penguatan struktur liabilitas melalui pengembangan sustainable wholesale funding yang hingga akhir triwulan I 2026 mencapai Rp39,3 triliun, atau setara dengan 78,2 persen dari total wholesale funding BRI. 

"Secara keseluruhan, pendekatan ini menegaskan bahwa keberlanjutan di BRI tidak lagi sekadar memenuhi aspek kepatuhan terhadap regulasi, melainkan telah terintegrasi sebagai bagian dari strategi pertumbuhan," tutur Viviana.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 T 

BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 T 

BRI menyiapkan buyback saham tahap II maksimal Rp1 triliun pada Oktober 2026 hingga Januari 2027.

BRI Peduli Dukung Gerai Cerdas PeKA 

BRI Peduli Dukung Gerai Cerdas PeKA 

BRI Peduli mendukung Gerai Cerdas PeKA di UNAIR Surabaya untuk meningkatkan literasi keuangan digital dan perlindungan konsumen.

SBR015 Hadir dengan Dua Pilihan Tenor Pilihan Investasi Semakin Mudah melalui BRI

SBR015 Hadir dengan Dua Pilihan Tenor Pilihan Investasi Semakin Mudah melalui BRI

BRI menawarkan SBR015 dengan tenor 2 dan 4 tahun, kupon minimal 6,75 persen, serta pemesanan mulai Rp1 juta hingga 22 Oktober 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer