TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Kebakaran hebat melanda permukiman warga di kawasan Pasar Bom, Kelurahan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 11.10 WIB. Sekitar 80 unit rumah warga dilaporkan hangus terbakar.
Adapun lokasi kebakaran mencakup Jalan Pahlawan Pasar Bom, Jalan Tengah hingga Jalan Tepi Laut, tepatnya di RT 01 dan 02 RW 04. Api dengan cepat membesar karena sebagian besar bangunan merupakan rumah semi permanen yang mudah terbakar.
Seorang warga setempat, Safrizal, mengatakan api pertama kali terlihat dari salah satu rumah di kawasan Pasar Bom.
"Kami lihat api sudah besar, asap hitam langsung mengepul dari salah satu rumah warga,"ujarnya.
Mengetahui adanya kebakaran, warga sekitar langsung berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menunggu petugas datang.
"Warga kompak membantu, tapi ada satu orang yang terkena jatuhan seng saat kejadian,"tambahnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil, Junaidi Ismail, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Namun, satu warga bernama Mulyadi mengalami luka ringan akibat tertimpa seng.
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Satu warga mengalami luka ringan,"jelasnya.
Baca Juga: Rakorda Karhutla di Rohil, Diingatkan Puncak Kemarau dan Suhu Panas
Ia menambahkan, saat kejadian petugas Damkar Reteh yang tengah berada di kegiatan warga langsung bergerak menuju lokasi begitu menerima laporan.
"Personel segera turun ke lokasi dan melakukan pemadaman bersama Damkar Inhil, dibantu masyarakat,"katanya.
Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 WIB. Proses pendinginan kemudian dilanjutkan hingga sore hari guna memastikan tidak ada lagi titik api.
Baca Juga: Berikut Penjelasan Pemkab Meranti soal Keterlambatan Gaji April 2026
"Sumber air diambil dari sungai terdekat. Hingga pukul 16.00 WIB, proses pendinginan masih berlangsung,"tutupnya.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang, sementara total kerugian material masih dalam pendataan.(*2)
Editor : M. Erizal